Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada (Bag. 14): I’rab Al-Asma’ As-Sittah

Rafi Nugraha oleh Rafi Nugraha
25 September 2024
di Bahasa Arab
Penjelasan Kitab Ta'jilun Nada
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • I’rab dengan tanda cabang
    • Pertama, Al-Asma’ As-Sittah
      • Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang marfu’
      • Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang manshub
      • Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang majrur

I’rab dengan tanda cabang

Pertama, Al-Asma’ As-Sittah

Ibnu Hisyam mengatakan,

 إِلَّا الْأَسْمَاءَ السِّتَّةُ, وَهِيَ أَبُوْهُ, وَأَخُوْهُ, وَهَمُوْهَا, وَهَنُوْهُ, وَفُوْهُ, وَذُوْمَالٍ, فَتَرْفَعُ بِالْوَاوِ, وَتُنْصَبُ بِاْلَأَلِفِ, وَتُجَرُّ بِالْيَاءِ, وَالْأَفْصَاحُ اسْتِعْمَالُ هَنٍ كَغَدٍ

 “Kecuali Al-Asma’ As-Sittah. Al-Asma’ As-Sittah adalah:

أَبُوْهُ, وَأَخُوْهُ, وَهَمُوْهَا, وَهَنُوْهُ, وَفُوْهُ, وَذُوْمَالٍ

“Al-Asma’ As-Sittah memiliki bentuk marfu’ dengan huruf wau, manshub dengan huruf alif, majrur dengan huruf ya. Namun, kata هَنٌ marfu’ dengan harakat damah, manshub dengan tanda fathah, dan majrur dengan tanda kasrah, sama seperti i’rab pada kata غَد yang berarti besok.”

 

Penulis memulai pembahasan tentang jenis i’rab yang kedua, yaitu i’rab dengan tanda cabang. I’rab dengan tanda cabang berlaku pada tujuh jenis isim, yaitu:

Pertama, Al-Asma’ As-Sittah

Kedua, Mutsanna

Ketiga, Jama’ Mudzakkar Salim

Keempat, Jama’ Muannats Salim

Kelima, Ma La Yansharif

Keenam, Al-Amtsilah Al-Khamsah

Ketujuh, Fi’il Mudhari’ Mu’tal Akhir

Kata الْأَسْمَاءَ السِّتَّةُ dalam bait di atas berkedudukan manshub dengan tanda fathah karena sebagai mutsatsna. Hal ini juga berlaku untuk kata-kata yang di-athaf-kan kepada Al-Asma’ As-Sittah, seperti mutsanna, dan seterusnya. Ibnu Hisyam memulai pembahasan dari Al-Asma’ As-Sittah. Menurut pendapat yang masyhur, Al-Asma’ As-Sittah disebut juga Al-Asma’ Al-Khamsah. Tambahan satu isim tersebut adalah kata هَنٌ. Namun, menurut pendapat yang lebih kuat, tidak memasukan kata هَنٌ dalam Al-Asma’ Al-Khamsah karena  i’rab kata tersebut berbeda dengan kata-kata lainnya. Kata هَنٌ mengalami perubahan i’rab dengan tanda harakat. Yaitu, marfu’ dengan tanda damah, manshub dengan tanda fathah, dan majrur dengan tanda kasrah. Sedangkan Al-Asma’ Al-Khamsah mengalami perubahan i’rab dengan tanda huruf, yaitu marfu’ dengan huruf wau sebagai ganti tanda damah, manshub dengan huruf alif sebagai pengganti tanda fathah, dan majrur dengan huruf ya sebagai pengganti dari tanda kasrah.

Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang marfu’

Contoh isim tersebut yang marfu’ dalam firman Allah adalah:

وَأَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ

“Bapak kami adalah seorang yang sangat tua.” (QS. Al-Qashas: 23)

I’rab dari kutipan ayat di atas adalah sebagai berikut:

Pertama, kata أَبُو berkedudukan sebagai mubtada’ yang marfu’ karena berada di awal kalimat (ibtida’). Tanda rafa’ pada kata tersebut adalah huruf wau sebagai pengganti tanda utama rafa’ yaitu damah dan kata tersebut juga berkedudukan sebagai mudhaf.

Kedua, dhamir na fa’il yang muncul setelah kata أَبُو berkedudukan sebagai mudhaf ilaih berada dalam kedudukan isim majrur.

Ketiga, kata شَيْخٌ sebagai khabar dari mubtada’ marfu’ karena adanya mubtada’.

Keempat, kata كَبِيْرٌ berkedudukan sebagai sifat.

Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang manshub

Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang manshub dalam firman Allah adalah:

اَلَمْ تَعْلَمُوْٓا اَنَّ اَبَاكُمْ قَدْ اَخَذَ عَلَيْكُمْ مَّوْثِقًا مِّنَ اللّٰهِ

“Apakah kamu tidak tahu bahwa ayahmu telah mengambil sumpah atas nama Allah dari kalian.” (QS. Yusuf: 80)

I’rab dari kutipan ayat di atas adalah sebagai berikut:

Pertama, kata اَبَا sebagai isim dari kata اَنَّ berkedudukan manshub dengan tanda alif. Tanda alif ini menggantikan tanda utama isim manshub berupa tanda fathah karena kata tersebut termasuk dalam Al-Asma’ As-Sittah. Kata ini juga berkedudukan sebagai mudhaf.

Kedua, huruf kaf yang terletak setelah kata اَبَا berkedudukan sebagai mudhaf ilaih berada dalam kedudukan isim majrur.

Ketiga, huruf mim yang terletak setelah huruf kaf tersebut adalah tanda jama’.

Keempat, jumlah قَدْ اَخَذَ berkedudukan sebagai khabar dari kata اَنَّ.

Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang majrur

Contoh Al-Asma’ As-Sittah yang majrur dalam firman Allah adalah:

اِرْجِعُوْٓا اِلٰٓى اَبِيْكُمْ

“Kembalilah kepada Ayah kalian.” (QS. Yusuf: 81)

I’rab dari kutipan ayat di atas adalah sebagai berikut:

Pertama, kata أبِي dalam kutipan ayat di atas majrur karena didahului oleh huruf jer اِلٰٓى. Tanda majrur pada kata أبِي adalah huruf ya yang menggantikan tanda kasrah sebagai tanda utama isim majrur. Kata أبِي  majrur dengan tanda ya karena kata tersebut termasuk pada Al-Asma’ As-Sittah. Kata أبِي ini juga berkedudukan sebagai mudhaf.

Kedua, huruf kaf yang terletak setelah kata أبِي berkedudukan sebagai mudhaf ilaih berada dalam kedudukan isim majrur.

Ketiga, huruf mim yang terletak setelah huruf kaf  adalah tanda jama’.

[Bersambung]

Kembali ke bagian 13 Lanjut ke bagian 15

***

Penulis: Rafi Nugraha

Artikel: Muslim.or.id

Tags: ta’jilun nada
ShareTweetPin
Rafi Nugraha

Rafi Nugraha

- Alumni S1 Sastra Arab Universitas Gadjah Mada - Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta - Pengajar Ma'had Umar bin Khattab Yogyakarta - Pengajar Rumah Sahabat Qur'an, Ngetiran, Sleman

Artikel Terkait

Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada (Bag. 33): Huruf أَنْ yang Boleh Dilesapkan (Al-Mudhmarah Jawazan)

oleh Rafi Nugraha
3 Juli 2026
0

Ibnu Hisyam menjelaskan bahwa huruf أَنْ terkadang boleh ditampakkan dan boleh pula dilesapkan. Beliau mengatakan, مُضْمَرَةً جَوَازًا بَعْدَ عَاطِفٍ مَسْبُوقٍ...

Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada (Bag. 32): Rahasia Fi‘il Setelah أَنْ Kadang Marfu’, Kadang Manshub

oleh Rafi Nugraha
3 Juni 2026
0

Huruf أَنْ dalam ilmu nahwu memiliki beberapa keadaan dan hukum yang berbeda. Terkadang fi‘il mudhari’ setelahnya dibaca marfu’, dan terkadang...

Penjelasan Kitab Ta’jilun Nada (Bag. 31): Ragam Huruf أَنْ dalam Bahasa Arab

oleh Rafi Nugraha
1 April 2026
2

Kemudian Ibnu Hisyam rahimahullah melanjutkan, فَإِنْ سُبِقَتْ بِظَنٍّ فَوَجْهَانِ، نَحْوَ وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ “Apabila huruf an didahului oleh kata...

Artikel Selanjutnya
Nama Allah As-Salam

Mengenal Nama Allah "As-Salam"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah