Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Gelang Penolak Bala

Ari Wahyudi, S.Si. oleh Ari Wahyudi, S.Si.
18 Maret 2012
di Akidah
Gelang Penolak Bala
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kandungan hadits secara global
  • Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits ini
  • Kandungan kedua hadits ini secara global
  • Pelajaran yang dapat dipetik dari kedua hadits ini

[lwptoc]

,أَخْبَرَنِي عِمْرَانُ بْنُ حُصَيْنٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً، أُرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ، فَقَالَ: «وَيْحَكَ مَا هَذِهِ؟» قَالَ: مِنَ الْوَاهِنَةِ؟ قَالَ: «أَمَا إِنَّهَا لَا تَزِيدُكَ إِلَّا وَهْنًا انْبِذْهَا عَنْكَ؛ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا»

Diriwayatkan dari Imran bin Hushain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika melihat seorang lelaki yang di tangannya terdapat gelang dari kuningan, maka beliau bertanya, “Apa ini?”. Dia menjawab, “Untuk menangkal penyakit.” Maka Nabi mengatakan, “Lepaskan saja, karena sesungguhnya gelang itu tidak akan memperbaiki keadaanmu kecuali kamu semakin bertambah lemah. Bahkan kalau kamu meninggal dalam keadaan masih memakai gelang itu tentu kamu tidak akan bahagia selamanya” (HR. Ahmad, sanadnya la ba’sa bih)

Kandungan hadits secara global

Imran bin Hushain radhiyallahu’anhuma menyebutkan kepada kita salah satu sikap yang diambil oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam memerangi syirik dan membebaskan manusia darinya. Sikap beliau itu adalah ketika beliau melihat ada seorang lelaki yang memakai gelang kuningan maka beliau menanyakan kepadanya maksud perbuatannya itu? Maka lelaki itu menjawab bahwa maksudnya mengenakan itu adalah untuk mencegah dari penyakit, maka beliau pun memerintahkan untuk segera membuangnya. Beliau juga memberitahukan kepadanya bahwa hal itu tidak akan berguna baginya bahkan membahayakan dirinya, dan gelang itu justru akan semakin menambah penyakit yang ingin dia hindari. Dan bahaya yang lebih besar daripada itu adalah jika anda tetap memakainya hingga mati maka keberuntungan di akhirat pun tidak akan anda dapatkan.

Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits ini

  1. Mengenakan gelang dan yang semacamnya dalam rangka menjaga diri dari serangan penyakit termasuk perbuatan syirik
  2. Larangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan
  3. Mengingkari kemungkaran dan mengajari orang yang bodoh
  4. Bahaya syirik bagi kehidupan dunia dan akhirat
  5. Hendaknya pemberi fatwa menanyakan rincian masalah dan mempertimbangkan maksud perbuatan
  6. Syirik kecil merupakan dosa besar yang terbesar
  7. Tidak ada udzur karena bodoh untuk melakukan syirik
  8. Sikap keras dalam mengingkari orang yang melakukan salah satu perbuatan syirik agar dia meninggalkan dan menjauhinya

Diriwayatkan pula oleh Imam Ahmad, dari Uqbah bin Amir secara marfu’, (Nabi bersabda)

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً ، فَلا أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ ، وَمَنْ عَلَّقَ وَدَعَةً ، فَلا وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka Allah tidak akan menyempurnakan urusannya, dan barangsiapa yang menggantungkan wada’ah (kerang) maka Allah tidak akan memberikan ketenangan baginya” (HR. Al Hakim 7582, Ibnu Hibban 6220, sanadnya diperselisihkan, Al Albani mendhaifkannya dalam Silsilah Adh Dha’ifah, 1266)

Dalam riwayat lainnya,

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan jimat maka dia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad, no. 17092. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 492)

Kandungan kedua hadits ini secara global

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keburukan kepada orang yang menggunakan jimat dengan keyakinan bahwa benda itu dapat menolak madharat agar Allah membalikkan apa yang dia maksudkan dan agar Allah tidak menyempurnakan urusan-urusannya. Sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendoakan keburukan bagi orang yang memakai kerang untuk tujuan yang serupa agar Allah tidak membiarkan dia hidup dalam ketenangan, bahkan supaya segala gangguan menggoncangkan dirinya, doa ini dimaksudkan sebagai bentuk peringatan keras terhadap perbuatan itu, sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memberitakan di dalam hadits yang kedua bahwa perbuatan ini termasuk syirik kepada Allah

Pelajaran yang dapat dipetik dari kedua hadits ini

  1. Menggantungkan jimat dan kerang termasuk perbuatan syirik
  2. Barangsiapa yang bersandar kepada selain Allah maka Allah akan membalasnya dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan
  3. Doa keburukan bagi orang yang menggantungkan jimat-jimat dan kerang bahwa dia akan kehilangan apa yang dia harapkan dan justru mendapatkan kebalikan dari keinginannya

Baca juga: Bolehkah Lelaki Memakai Gelang?

—

Sumber : al-Mulakhkhash fi Syarh Kitab at-Tauhid karya Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Ari Wahyudi, S.Si.

Ari Wahyudi, S.Si.

Alumni S1 Biologi UGM, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, penulis kitab "At Tashil Fi Ma'rifati Qawa'id Lughatit Tanzil".

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
syi'ah dan ibadah di kuburan

Ketika Syi'ah Membantah Syi'ah: Syi'ah dan Ibadah di Kuburan

Komentar 8

  1. adityanuril says:
    14 tahun yang lalu

    kalau gelangnya memang terbukti bermanfaat menurut ilmu sains hukum memakainya bgaimana? seperti ‘power balance’?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      14 tahun yang lalu

      @ Adityanuril
      Harus benar2 terbukti secara ilmiah, jangan hanya sekedar klaim.
      Kedua, tdk boleh bersandar pada gelang tsb, namun yang menjadi sandaran adl Allah.

      Reply
  2. ummu fathiya says:
    14 tahun yang lalu

    yang menarik dan perlu dicermati lbh lanjut adalah pd saat ini sempat ngetrend di masyarakat kita adanya gelang kesehatan,cincin kesehatan juga kalung kesehatan.bahkan adanya praktek2 paranormal yg ketika mengobati korban dari jarak jauh, membahasakan tenaga ‘bantuan jin’ dengan bahasa2 ilmiah yakni pemindahan gelombang elektromagnetik dari satu tubuh(paranormal)ke tubuh yg lain dsb dsb.yang pada akhirnya menyamarkan bahkan menutupi hakikat kesyirikan itu sendiri.mohon agar diangkat permasalahan ini dgn gamblang agar tersingkap tabir kebenaran.mengingat paranormal skr tdk spt zaman dulu yg bertampang seram.akan tetapi dia tampil dgn wajah ramah,berkostum ala kyai bahkan berbaju ala dokter,memadukan praktek perdukunannya dgn obat2 herbal.Yang ini sangat mengecohkan kaum muslimin bahkan ikhwan akhwat sekalipun yg kurang bgitu tau jati dirinya,kecuali setelah masuk dan menemui pelakunya.astaghfirullohal adziim….

    Reply
  3. firman says:
    14 tahun yang lalu

    Subhanalloh,Allah Swt Maha penyembuh,Maka Yakin lah Hanya ALLAH Swt maha penyembuh Segala penyakit kalau Kita Mau Berdoa Padanya..

    Reply
  4. abdullah says:
    14 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustd, saya dulu pernah menggunakan benda benda yang disebutkan diatas, sekarang saya mau bertobat, mohon petunjuk bagaimana cara untuk menghancurkan jimat, cincin dan khususnya susuk yang tertanam di tubuh. wasalam

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      14 tahun yang lalu

      @ Abdullah
      Wa’alaikumus salam. Segera dimusnahkan dengan cara apa pun, dibakar atau dibuang, atau ditanam dalam tanah.

      Reply
  5. awan says:
    14 tahun yang lalu

    subhanalloh

    Reply
  6. billy avrian says:
    14 tahun yang lalu

    menarik sekali

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah