fbpx

Resep Manjur untuk Sembuh dari Penyakit Was-Was (Bag. 4)

Resep Manjur untuk Sembuh dari Penyakit Was-Was (Bag. 4)

Baca pembahasan sebelumnya Resep Manjur untuk Sembuh dari Penyakit waswas (Bag. 3)

Bismillah wal hamdulillah, wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du.

Hadis Keenam

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله تجاوز لي عن أمتي ما وسوست به صدورها ما لم تعمل أو تكلّم

“Sesungguhnya, karena aku-lah Allah memaafkan umatku dari waswas (bisikan) dalam hati mereka, selama mereka tidak melakukan atau mengucapkannya” (HR. Al-Bukhari).

Penjelasan

Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan bahwa waswasah (waswas) adalah kebimbangan dalam hati yang tidak menetap dan tidak bersemayam dalam hati.

Dalam hadis ini dijelaskan bahwa waswas atau bisikan hati seseorang yang tidak menetap di hati dan justru hatinya membencinya dan menolaknya, maka waswas seperti itu tidak akan menyebabkan orang tersebut disiksa. Hal ini karena Allah Ta’ala memaafkannya selama dia tidak mengucapkannya (seperti dengan membicarakan aib orang tanpa alasan yang dibenarkan, ucapan adu domba, dusta, menuduh dan penyakit lisan lainnya), atau selama tidak melakukannya dengan melakukan bisikan buruk dalam hatinya (seperti dengan mencuri, zina, membunuh, minum-minuman yang memabukkan, dan amalan maksiat lainnya).

Ini adalah karunia Allah Ta’ala yang luas dan untuk meringankan hamba-hamba-Nya.

Oleh karena itu, hendaklah orang yang mendapatkan bisikan tersebut tidak menghiraukannya, tidak condong kepadanya, tidak memikirkannya, dan hendaklah segera mengusir dari dalam hatinya.

Janganlah dia meyakini bahwa dengan waswas yang terdapat dalam hatinya itu, maka dia menjadi berdosa. Bahkan hendaklah dia membencinya dan berusaha keras untuk menghilangkannya dengan berhenti dari memikirkannya serta bertaubat, berdoa, berzikir, istigfar, dan banyak membaca Alquran Alkarim serta kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Penutup: “Penyakit waswas adalah ujian keimanan”

Syaikhul Islam Rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa berkata,

“Seorang yang beriman diuji dengan waswas setan dan waswas orang kafir yang menyempitkan dadanya. Oleh karena itulah, waswas dan syubhat itu didapatkan pada diri para penuntut ilmu syar’i dan para ahli ibadah, yang justru hal ini tidak didapatkan pada selain mereka. Karena selain mereka tidak meniti jalan Allah dan manhaj-Nya (dengan baik), bahkan dia menyambut hawa nafsunya dan (banyak) lalai dari dzikrullah. Tentu saja, hal ini yang dikehendaki oleh setan (sehingga di sini target setan telah tercapai, pent.), berbeda keadaannya dengan orang-orang yang perhatian besar terhadap ilmu syar’i dan ibadah, maka musuh mereka (setan) mengincarnya untuk memalingkan mereka dari Allah Ta’ala.”

Beliau Rahimahullah juga mengatakan,

“Tatkala waswas itu diiringi dengan kebencian dan ketidaksukaan, maka ini hakikatnya adalah sharihul iman,  yaitu keimanan yang murni dan bersih. Karena seorang munafik dan kafir tidak mendapatkan (di diri mereka) kebencian dan ketidaksukaan saat ada waswas (pada diri mereka).”

Oleh karena itu, pernah disampaikan kepada sebagian salaf ash-shalih,

إن اليهود والنصارى يقولون: لا نوسوَس، فقال: صدقوا، وما يصنع الشيطان بالبيت الخراب

“Sesungguhnya Yahudi dan Nashara mengatakan, ‘Kami tidak merasakan waswas!’  Lalu salaf ash-shalih itu pun menjawab, ‘Apa yang bisa diperbuat oleh setan terhadap rumah yang sudah hancur!’”

Dan upaya seorang mukmin yang menderita waswas ketika memerangi waswas itu dengan kesabaran, ikhlas karena Allah dengan cara sesuai ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia akan memperoleh pahala berjihad melawan setan -bahkan ini adalah jihad yang besar-, dan dia akan mendapatkan pahala sabar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas(QS. Az-Zumar: 10).

Dan orang yang bersungguh-sungguh berjihad melawan waswas setan, pasti Allah akan beri petunjuk kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik(QS. Al-‘Ankabut: 69).

Doa

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala segera menyembuhkan saudara-saudaraku yang menderita penyakit waswas dan memberikan mereka pahala dengan pahala jihad dan sabar, serta mengampuni segala kesalahan mereka dan kita, serta menerima segala amal ibadah mereka dan kita semua. Aamiin. Wallahu a’lam.

[Selesai]

Baca Juga:

 

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

Artikel: Muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Mencuri, Abu Bakr As Siddiq, Mengejar Dunia, Shalat Ied Di Rumah, Membaca Al Quran Tanpa Tahu Artinya

Print Friendly, PDF & Email

About Author

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

View all posts by Sa'id Abu Ukkasyah »

Leave a Reply