fbpx

Bacaan Tasyahud yang Paling Minimal dalam Shalat

Bacaan Tasyahud yang Paling Minimal dalam Shalat

Jumhur ulama mengatakan bahwa tasyahud dalam salat itu wajib. Ini adalah pendapat Hanafiyah, Hanabilah, salah satu pendapat Imam Malik, dan juga Imam Asy-Syafi’i, dikuatkan juga oleh Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahumullah.

Beberapa bacaan tasyahud

Dan kita ketahui ada beberapa model bacaan tasyahud yang sahih dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Di antaranya dalam hadis dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ’anhu,

كنا نقولُ: التَّحية في الصلاةِ، ونسمِّي، ويسلِّم بعضُنا على بعض، فسمعه رسول الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فقال: قولوا: التَّحِيَاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Dahulu kami membaca tahiyat dalam salat, menyebut nama Allah, kemudian mengucapkan salam satu sama lain. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun mendengar hal tersebut, lalu beliau mengatakan, ‘Ucapkahlah:

/At tahiyyaatu lillaah was shalawaatu wat thayyibaatu. As salaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warohmatullah wabarokaatuh. As salaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shoolihiin. Asyhadu an laailaaha illalloh, wa asy-hadu anna muhammadan abduhu wa rosuuluh/

(Segala ucapan selamat, salawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan salawat serta salam terlimpahkan kepadamu wahai Engkau wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Mudah-mudahan salawat dan salam terlimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya)’” (HR. Bukhari no. 1202, Muslim no. 402).

Demikian juga dalam hadis dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ’anhu, beliau berkata,

ان رسول الله صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يعلمنا التشهد كما يعلمنا السورة من القرآن فكان يقول: ((اَلتَّحِيَاتُ المُبَارَكَاتُ، الصَلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لله، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَينَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَالِحِين، أَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلّا الله، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله))

“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengajarkan kepada kami bacaan tasyahud sebagaimana mengajarkan bacaan surat dalam Alquran. Beliau mengucapkan,

/At tahiyaatu mubaarokaatu sholawaatu thoyyibaatu lillah, Assalamu ‘alaika ayyuhannabiyyu wa rohmatullahi wabarokaatuh, Assalamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahi shoolihiin, Asyhadu allaa ilaaha illalloh, wa asyhadu anna muhammadan rasuululloh/

(Segala ucapan selamat, shalawat, dan kebaikan hanya milik Allah. Mudah-mudahan shalawat dan salam terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan shalawat dan salam terlimpah pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya)’” (HR. Muslim no. 403).

Dan terdapat beberapa riwayat bacaan tasyahud lainnya yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga: Terlambat Bekerja karena Shalat?

Bagaimana kadar tasyahud yang minimal?

Namun, bagaimana bacaan yang paling minimal dari beberapa bacaan tasyahud tersebut? Yang jika kita membacanya, sudah dianggap menunaikan kewajiban bacaan tasyahud. Dan jika kita tidak memenuhi kadar minimal ini, kita dianggap belum membaca tasyahud.

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Bacaan tasyahud yang paling minimal adalah,

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

/At tahiyyaatu lillaah,  As salaamu ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatulloh, As salaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shoolihiin, Asyhadu an laailaaha illalloh, wa asy-hadu anna muhammadan abduhu warosuuluh/

atau (kalimat terakhir ini) cukup dengan,

أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

/anna muhammadan rasuululloh/ (Al Mughni, 1/385).

Juga dijelaskan oleh Ibnu Muflih rahimahullah, beliau mengatakan, “Bacaan tasyahud yang wajib ada 5 kalimat,

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ

سَلَامٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

سَلَامٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

/At tahiyyaatu lillaah, Salaamun ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatulloh, Salaamun ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shoolihiin, Asyhadu an laailaaha illalloh, wa asy-hadu anna muhammadan abduhu warosuuluh/

atau (kalimat terakhir ini) cukup dengan,

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا وَرَسُولُهُ

/wa asy-hadu anna muhammadan rasuuluh/

Karena 5 kalimat ini sudah mencakup semua makna. Dan 5 kalimat ini disepakati adanya dalam riwayat-riwayat tentang tasyahud” (Al Mubdi’, 1/142).

Demikian juga, An-Nawawi Rahimahullah mengatakan, “Tasyahud yang paling minimal adalah,

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، سَلَامٌ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، سَلَامٌ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

/At tahiyyaatu lillaah, Salaamun ‘alaika ayyuhannabiyyu warahmatullah wabarokatuh, Salaamun ‘alainaa wa ‘ala ibaadillahis shaalihiin, Asyhadu an laailaaha illalloh, wa asy-hadu anna muhammadan rasuululloh/

Sebagian ulama mengatakan: boleh tidak membaca “wa barakaatuhu” dan tidak membaca “ash shoolihiina” (Al Majmu’, 3/445).

Cukup jelas penjelasan para ulama di atas, bahwa tasyahud yang paling minimal ada 5 kalimat. Siapa yang membaca 5 kalimat ini, maka dianggap sudah menunaikan kewajiban tasyahud. Namun membacanya dengan lafadz yang panjang dan lengkap tentu saja lebih utama dan lebih besar pahalanya. Dan lebih sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga bermanfaat. Semoga Allah memberi taufik.

Baca Juga:

Penulis: Yulian Purnama

Artikel: Muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

🔍 Hukum Asuransi, Hadits Tentang Emosi, Bacaan Doa Sebelum Salam, Dalil Istighosah, Al Andalus Jonggol

Print Friendly, PDF & Email

About Author

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

View all posts by Yulian Purnama, S.Kom. »

4 Comments

  1. Danny Marahaly

    Assalaamu’alaykum Ustadz. Benarkah pemahaman saya berdasarkan tulisan Ustadz di atas, apakah kalau saya melafadzkan dengan lafadz tasyahud yang minimal tersebut, kemudian saya salam tanpa membaca shalawat kepada Rasulullaah shallallahu ‘alayhi wa sallam maka shalat saya adalah sah adanya..?

Leave a Reply