Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Ketika Para Da’i Tauhid dan Sunnah Dituduh Antek Kafir

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
2 Desember 2019
di Manhaj
dituduh sebagai antek kafir, dituduh antek yahudi
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Ini Namanya GAGAL PAHAM.
  • Jangan Sedih, Inilah Ujian dalam Berdakwah
  • Allah akan Menolong dan Menjaga Dakwah Ini
  • Sabar dan Istiqamahlah untuk Terus Berdakwah

Aneh bin ajaib ketika para da’i tauhid dan sunnah dituduh antek Yahudi atau antek orang kafir. Atau dituduh tidak pernah membantah orang kafir, diam terhadap mereka dan loyal kepada mereka. Allahul musta’an!

[lwptoc]

Ini Namanya GAGAL PAHAM.

Bukankah fokus dakwah mereka dimana-mana adalah masalah TAUHID dan AKIDAH?! Bukan politik, fiqhul waqi’, dakwah gaul, diet sehat, apalagi poligami!

Ketika mereka mengajarkan tauhid dan membantah kesyirikan, maka objek yang paling jelas sudah masuk dalam bahasan ini adalah orang kuffar. Karena mereka yang paling jauh dari tauhid dan jelas-jelas berbuat syirik.

Dan justru kejahatan orang kuffar yang paling besar itu bukan menghina Nabi atau merebut tanah kaum Muslimin. Kejahatan terbesar mereka adalah SYIRIK KEPADA ALLAH. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Ketika Luqman menasehati anaknya ia berkata: wahai anakku, janganlah engkau berbuat syirik, karena syirik adalah kezaliman yang paling besar” (QS. Luqman: 13).

Ketika para da’i sunnah mengajarkan sunnah Nabi dan membantah bid’ah, maka objek yang paling jelas sudah masuk dalam bahasan ini adalah orang kuffar. Karena mereka yang paling jauh dari sunnah Nabi dan jelas-jelas banyak kebid’ahan dalam agama mereka.

Walhamdulillah semua orang paham, yang paling gencar mendakwahkan untuk tidak tasyabbuh (menyerupai) bil kuffar adalah para da’i sunnah. Mereka tidak mengenal namanya milad, maulid, hari-hari raya yang tidak ada tuntunannya, tahun baru Masehi, ibadah dengan cara nyanyi-nyanyi, dan bahkan demonstrasi. Karena ini semua menyerupai orang kuffar dan menyerupai Yahudi. Menyerupai mereka saja dilarang, apalagi malah jadi jadi anteknya?!?

Namun, biarlah…

Baca Juga: Dakwah Tauhid Memecah Belah Umat?

Jangan Sedih, Inilah Ujian dalam Berdakwah

Syaikh Shalih Al Fauzan menjelaskan, “Ketika para Nabi dan Rasul berusaha mengubah keadaan kaumnya yang melakukan peribadahan kepada selain Allah, maka dilontarkanlah kepada mereka celaan-celaan. (Jika ini terjadi pada para Nabi) maka bagaimana lagi dengan para da’i dan ulama? Maka ini tidak mengherankan.

Dan ini tidak mengurangi derajat mereka di sisi Allah, bahkan menambah kebaikan mereka di sisi-Nya. Bahkan keburukan itu akan kembali kepada para pencela dan para penulis celaan. Sungguh itu akan kembali pada mereka. Adapun para ulama dan orang-orang yang ikhlas dalam berdakwah menyeru kepada Allah, celaan-celaan tidak akan membahayakan mereka sedikit pun. Bahkan akan meninggikan derajat mereka dan kebaikan mereka. Mereka memiliki teladan, yaitu para Nabi ketika dicela oleh kaumnya dengan celaan-celaan. Allah pun berfirman kepada mereka:

مَا يُقَالُ لَكَ إِلَّا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ إِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ وَذُو عِقَابٍ أَلِيمٍ

“Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. Sesungguhnya Rabb-mu benar-benar mempunyai ampunan dan hukuman yang pedih” (QS. Fushilat: 43)” (Syarah Al Ushul As Sittah, 11).

Syaikh Mubarak al Miili mengatakan: “Dan tidaklah kami mengangkat suara kami (dalam dakwah tauhid) kecuali mendapat terpaan angin kencang dari orang-orang yang melakukan berbagai praktek kesyirikan. Dan mereka meracuni pikiran orang-orang awam tentang tujuan-tujuan dakwah kami yang mulia, yang ini kelak akan dibalas di hari pembalasan. Dan tuduhan yang paling gencar yang mereka bisikkan kepada orang-orang awam, dan paling sering disampaikan di keramaian perdebatan, adalah tuduhan bahwa kami memvonis kaum Muslimin sebagai Musyrikin.

Baca Juga: Kebutuhan Umat Terhadap Dakwah Tauhid

Allah akan Menolong dan Menjaga Dakwah Ini

Kemudian mereka memproklamirkan perlawanan dengan memanfaatkan keawaman orang awam yang hanya ikut-ikutan. Namun Allah akan membuka kedok kebatilan mereka dengan para pengikut atsar. Dan merupakan sunnatullah bahwa akan tetap ada orang-orang (ahli tauhid) yang menang para penentang (dakwah tauhid) di kalangan manusia” (Risaalatusy Syirki wa Mazhahiruhu, 1/51).

Demikianlah tantangan yang akan dihadapi para pejuang kebenaran dan pejuang tauhid. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا تزالُ طائفةٌ من أمَّتي علَى الحقِّ ظاهرينَ لا يضرُّهم من خذلُهم حتَّى يأتيَ أمرُ اللَّهِ

“Akan selalu ada suatu kaum dari umatku yang menampakkan kebenaran. Orang-orang yang mencela mereka tidak akan membahayakan mereka, sampai datang perkara Allah (maut)” (HR. Tirmidzi no.2229, dishahihkan  Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

يأتي على النَّاسِ زمانٌ الصَّابرُ فيهم على دينِه كالقابضِ على الجمرِ

“Akan datang suatu masa, orang yang bersabar berpegang pada agamanya, seperti menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi no. 2260, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Baca Juga: Kiat Dakwah Tauhid Kepada Keluarga

Sabar dan Istiqamahlah untuk Terus Berdakwah

Hendaknya para penyeru kebenaran bersabar dan tetap terus menyebarkan kebenaran. Tidak perlu menghiraukan celaan para pencela, karena celaan tersebut sejatinya akan kembali pada diri mereka. 

Dan jika anda masih saja sering gagal paham dalam masalah ini, mulai sekarang mulailah kembali ke majelis ilmu syar’i yang membahas al Qur’an dan sunnah, bukan majelis politik dan berita aktual serta bualan akhir zaman.

Kelak apa yang dituduhkan akan dipertanggung-jawabkan di akhirat.

Baca Juga:

  • Lebih Penting Khilafah ataukah Dakwah Tauhid?
  • Dakwah Tauhid: Dakwah Pengikut Nabi yang Hakiki

Semoga Allah memberi taufik.

Penulis: Yulian Purnama

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
terlambat datang ke masjid

Apabila Terlambat datang ke Masjid dan Shalat Jamaah Sudah Selesai

Komentar 2

  1. aris says:
    7 tahun yang lalu

    Ya…. jalan dakwah memang panjang, terjal, dan penuh dengan tantangan.Begitu beratnya maka kita perlu merapatkan barisan dan bekerja bersama para juru dakwah dari semua kalangan yang mengusung Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Perbedaan cara merupakan sunatullah, semoga tetap bersama dalam satu tujuan.

    Reply
  2. Abu ALFI says:
    3 tahun yang lalu

    Alhamdulillah,sangat bermanfaat untuk bekal berdakwah,minimal dilingkungan keluarga.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah