Mendakwahi Orang Kafir ataukah Muslim?

Keutamaan Dakwah

Akhil karim, sesungguhnya Allah ta’ala telah memerintahkan untuk berdakwah kepada manusia menuju jalan-Nya. Allah banyak berfirman mengenai hal ini, diantaranya adalah firman-firman-Nya berikut ini,

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٠٨)

Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108).

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ (١٢٥)

Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah. (An Nahl: 125).

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ (٣٣)

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Islam? (Fushshilat: 33).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,

بلغوا عني ولو آية

Sampaikanlah dariku walau satu ayat (HR. Bukhari: 3461).

لأن يهدي الله بك رجلا واحد خير لك من حمر النعم

Allah memberi petunjuk kepada satu orang melalui perantaraanmu (yaitu dengan dakwah), itu lebih baik daripada seekor unta merah (HR. Bukhari: 3701).

Faedah

Terdapat faedah yang dapat dipetik dari uraian di atas, yaitu:

  • Berdakwah wajib dilakukan karena Allah dan bertujuan agar manusia menempuh jalan-Nya. Dengan demikian, seorang da’i berdakwah karena mengharap Wajah-Nya, bukan menyeru manusia kepada dirinya, atau untuk mendukung suatu kelompok dan perhimpunan, tidakpula berdakwah karena ingin meraih kepemimpinan, jabatan, harta, popularitas, atau berbagai tujuan lain yang rendah dan fana.
  • Dakwah yang dilakukan adalah dakwah menuju jalan-Nya, yaitu shirathal mustaqim, jalan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  • Dakwah dilandasi hikmah dan nasihat yang baik, dengan kriteria dakwah yang berlandaskan ilmu, kelembutan, dan kesabaran

sehingga,

Berilmu sebelum memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran

Berlaku lemah lembut selama memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, dan

Bersabar ketika dan sesudah memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran

  • Dakwah memiliki keutamaan yang besar karena tidak seorang pun yang memiliki perkataan, kondisi, dan kesudahan yang terbaik, selain orang yang berdakwah kepada Allah ta’ala.
  • Dakwah dilakukan sesuai dengan kadar kemampuan, meski hanya menyampaikan sebuah ayat Al Qur-an, atau menjelaskan sebuah hukum dari suatu permasalahan, atau menyampaikan sebuah sunnah dari berbagai sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akhil karim, semoga Allah memberikan taufik kepadaku dan dirimu untuk menunaikan kebajikan, apabila anda menginginkan amalan dengan pahala dan ganjaran yang tidak kunjung habis, maka anda harus berdakwah kepada Allah ta’ala, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

إن الدال على الخير كفاعله

Sesungguhnya seorang yang menunjukkan kebaikan seperti orang yang melakukannya (dalam hal pahala) [Shahihul Jami’: 1605] .

Menjaga Modal

Akhil karim, semoga Allah merahmatiku dan dirimu, salah satu sikap hikmah dalam berdakwah kepada Allah adalah lebih memfokuskan perhatian untuk mendakwahi saudara kita, sesama muslim selain berdakwah kepada orang-orang kafir. Karena mendakwahi orang kafir merupakan laba/untung dan merupakan upaya untuk menambah kuantitas kaum muslimin, sedangkan mendakwahi saudarai kita sesama muslim merupakan upaya untuk menjaga modal. Tentu, seorang pedagang yang sukses akan lebih perhatian untuk menjaga modal baru kemudian berusaha mencari untung.

Jika anda telah memahami hal ini, maka anda dapat mengetahui bahwa yang menjadi kewajiban adalah mengerahkan usaha dalam berdakwah sembari memfokuskan perhatian dalam mendakwahi kaum muslimin, memperbaiki akidah, ibadah, dan akhlak mereka, terlebih di saat ini berbagai penyimpangan dan kesesatan dari segi akidah; bid’ah dalam peribadatan telah masuk ke dalam barisan kaum muslimin. Tidak hanya itu, banyak diantara kaum muslimin memiliki penyimpangan akhlak sehingga terjerumus ke dalam berbagai perbuatan keji dan mungkar seperti terjerumus ke dalam penggunaan narkoba, minuman yang memabukkan, zina, perbuatan durhaka, pemboikotan terhadap sanak keluarga, dan yang selainnya.

Apa yang dipaparkan di atas tidak berarti kita mengenyampingkan dakwah kepada orang-orang kafir, memotivasi mereka untuk masuk Islam dan menjelaskan berbagai keindahan Islam kepada mereka. Bukan demikian, karena mendakwahi orang kafir juga merupakan hal yang urgen. Akan tetapi, yang dimaksud adalah mendakwahi kaum muslimin lebih diprioritaskan, yaitu dengan mengerahkan usaha yang lebih untuk mendakwahi mereka ketimbang usaha untuk mendakwahi orang-orang kafir.

Kemudian, akhil karim, semoga Allah memberkatimu, ketahuilah bahwa sesungguhnya keistiqamahan (konsistensi) kaum muslimin dengan kembali menerapkan ajaran Islam yang shahih dan murni, pada hakekatnya merupakan upaya dakwah kepada orang-orang kafir. Dan sebaliknya, penyimpangan yang dilakukan kaum muslimin, pada hakekatnya merupakan penghalang bagi orang lain untuk berjalan di atas jalan-Nya. Betapa banyak orang kafir yang mengurungkan niat untuk masuk ke dalam Islam karena melihat kondisi kaum muslimin yang memprihatinkan. Dan fakta yang tidak diragukan lagi bahwa sebagian kaum muslimin atau mereka yang tercatat dalam data statistik sebagai orang muslim, adalah mereka yang cuek terhadap Islam dan tidak menampakkan ajaran Islam dalam perikehidupannya kecuali hanya menyandang predikat bahwa dia adalah seorang muslim (Islam KTP).

Di antara mereka (muslim KTP) terdapat pula orang-orang yang melakukan praktek kesyirikan, yaitu pemeluk ajaran kebatinan yang mengultuskan para wali dan orang shalih. Merekalah orang-orang yang menampakkan keislaman, namun menyembunyikan kekufuran. Wajib bagi para da’i untuk menerangkan dan memperingatkan umat akan kondisi mereka, sehingga tidak menjadi penghalang bagi manusia untuk memeluk ajaran Islam dan membuat fitnah di dalam agama ini.

Demikian pula, hal yang patut diperhatikan adalah fokus berdakwah untuk memperbaiki keadaan para da’i dan tokoh masyarakat di setiap waktu dan tempat. Mereka inilah yang menjadi publik figur masyarakat. Jika mereka tidak berada di atas rel istiqamah, tidak komitmen dengan ajaran agama, sementara manusia banyak yang mengikutinya, maka mereka akan merusak banyak orang.

Simpulan

Kesimpulannya adalah berdakwah haruslah dilakukan dengan hikmah, dan salah satu hikmah dalam berdakwah adalah:

  • Lebih memfokuskan perhatian untuk mendakwahi kaum muslimin. Berusaha untuk memperbaiki akidah, ibadah, dan akhlak mereka.
  • Memfokuskan perhatian untuk membimbing dan menasehati sesama da’i dan tokoh masyarakat, sehingga mereka tidak menjadi penyebar kebatilan dengan perilaku mereka yang menyimpang dari ajaran agama.
  • Da’i yang sukses lagi penuh hikmah dalam berdakwah janganlah lalai dari memperingatkan umat akan kondisi ahlul ahwa wal bida’, -pelaku bid’ah yang mengedepankan hawa nafsu- dan mereka yang menjadikan Islam hanya sebagai kamuflase belaka. Seorang da’i berkewajiban melakukan hal tersebut sehingga manusia tidak berkeyakinan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang disebarkan oleh mereka.
  • Kemudian, tidak lupa, da’i patut mendakwahi orang-orang kafir dan menjelaskan keindahan Islam kepada mereka agar setiap da’i mengingat bahwa dakwah wajib dilakukan karena Allah dan  hanya kepada-Nya, bukan kepada kelompok-kelompok tertentu.

والحمد لله أولا وآخرا وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Diterjemahkan dengan beberapa perubahan dari artikel Syaikh Salim ath Thawil, Da’watul Kuffar Ribhun wa Da’watul Muslimin Ra-sul Maal.

Penyusun: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Artikel www.muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta,

View all posts by Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST. »

10 Comments

  1. Assalamu`alaikum
    Izin share dari saya. Jazakallah


  2. Da’i yang sukses lagi penuh hikmah dalam berdakwah janganlah lalai dari memperingatkan umat akan kondisi ahlul ahwa wal bida’, -pelaku bid’ah yang mengedepankan hawa nafsu- dan mereka yang menjadikan Islam hanya sebagai kamuflase belaka. Seorang da’i berkewajiban melakukan hal tersebut sehingga manusia tidak berkeyakinan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang disebarkan oleh mereka….

    Yang sering terjadi, dakwah menentang kebid’ahan lebih dikedepankan daripada memperbaiki akidah, bahkan dengan metode yang tidak simpatik, sehingga kesan yang terlihat bagi kebanyakan umat Islam bahwa dakwah salaf memecah belah umat Islam sendiri. Sementara justru dalam bersikap terhadap orang kafir tidak sekeras itu.
    Tidak sedikit pula korban kristenisasi disebabkan sikap simpatik dari orang kafir (meskipun ada udang dibalik batu) yang lebih memperhatikan nasib orang kecil (dan lemah agamanya), sementara para da’i (kesannya?) justru sibuk menyerang saudara mereka sesama umat Islam.

  3. Terima kasih pak atas infonya

  4. Assalamu’alikum,

    Untuk saudara kita Wanto.siapa bilang kalo memberantas bid’ah bukan salah satu memperbaiki akidah. Coba bapak baca Tafsir ibnu katsir Qs 3:31~32. Coba anda cermati hadistnya. Justru melarang bid’ah bentuk ketaatan kita kpd rosul dan Bukti kita cinta kepada alloh. dan inilah salah satu konsekuensi 2 kalimat syahadah yang kita ucapkan setiap hari dalam sholat kita.

    Wassalammu’alaikum

  5. aslm.. terima kasih atas artikelnya..
    semoga kita lebih bisa menjaga diri lagi,, dalam menyampaikan susetau dengan cara yang lembut..

    untuk yang komen di atas nih,,
    mungkin maksudnya mengingatkan kita,,
    tapi,jangan liat secara personal, setiap orang pasti salah.. menjauhkan umat dari kebid’ahan adalah tugas kita juga.. karena tidaklah tegak bid;ah kecuali hilangnya sunnah.

    ya jelas yang ingin menegakkan sunnah sekarang ini, terlihat aneh, kaku, kolot, ga moderat dan sebagainya tuduhan2 kepada da’i ahlussunnah. karena mayoritas yang ada saat ini adalah ahlul bida.

  6. Asslmlkmwrwb. Pernah teman saya (nonmuslim) meminta sy untuk menemaninya belajar islam..bahkan dia terkesan memaksa spya sy mau mndengarkan hapalan solat dan azannya,tp sy menolak. Apakah sy berdosa?? Sy hanya tidak mau,seolah2 sy mjd pahlawan kesiangan,dan sy juga takut semua hanya tipu dayanya. Apakah sy berdosa? Trmksh byk

  7. Dia sudah bs azan dan solat,,sering solat sembunyi2 d kamarnya(katanya),,tp skrg smuanya uda telat,,dia udah nikah (tiba2) dg anak pendeta dan menetap d rumah pendeta itu,, y sudah lah,, Alloh tau siapa yg berhak mndapatkan hidayah,, keluarganya yg islam pun tdk mau berbuat apa2,,mgkn krn takut

Leave a Reply