Mengapa istimewa? Karena ada siang hari Jumat di bulan Zulhijah ini terkumpul dua keutamaan, yaitu keutamaan hari Jumat dan keutamaan siang hari 10 awal bulan Zulhijah. Mengenai keutamaan bulan hari Jumat, umumnya mayoritas kaum muslimin sudah mengetahuinya. Akan tetapi, bisa jadi banyak kaum muslimin yang belum mengetahui keutamaan 10 hari awal bulan Zulhijah, sehingga mereka menjalani hari-hari tersebut seperti biasa tanpa mengetahui keutamaannya.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan istimewanya hari Jumat pada bulan 10 awal bulan Zulhijah. Beliau berkata,
ويوم الجمعة في عشر ذي الحجة أفضل من الجمعة في غيره؛ لاجتماع الفضلين فيه
“Hari Jumat pada 10 hari di (awal) Zulhijah lebih afdhal dibandingkan hari Jumat pada waktu yang lainnya, karena berkumpulnya dua keutamaan padanya.” (Fathul Bari, 3: 391)
Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafidzahullah menjelaskan bahwa 10 awal bulan Zulhijah memiliki keistimewaan sebagaimana 10 hari akhir bulan Ramadan,
أنّ العشر الأيام الأوّل من شهر ذي الحجة هي خير أيام السنة على الإطلاق ، والعشر الليالي الأخيرة من شهر رمضان هي خير ليالي السنة على الإطلاق
“Sepuluh siang hari pertama bulan Zulhijah lebih baik dari hari-hari setahun secara mutlak dan sepuluh malam akhir bulan Ramadan lebih baik dari malam setahun secara mutlak.” [http://al-badr.net/detail/zVFpX7gDBA2K ]
Terlebih hari Jumat tersebut berada pada 10 awal bulan Zulhijah, maka keutamaannya akan berlipat. Perhatikan keutamaan hari Jumat berikut ini:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ
“Sebaik-baik hari di mana matahari terbit di saat itu adalah hari Jumat. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukan ke dalam surga, dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“أَضَلَّ اللهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الأَحَدِ فَجَاءَ اللهُ بِنَا فَهَدَانَا اللهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ”
“Allah memalingkan kaum sebelum kita dari hari Jumat. Untuk kaum Yahudi adalah hari Sabtu; sedangkan untuk orang-orang Nasrani adalah hari Ahad; lalu Allah membawa kita dan menunjukan kita kepada hari Jumat.” (HR. Muslim)
Apa saja amalan yang dilakukan selama 10 awal bulan Zulhijah, terutama di hari Jumatnya? Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
وَالْأَفْضَلُ فِي أَيَّامِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ الْإِكْثَارُ مِنَ التَّعَبُّدِ ، لَاسِيَّمَا التَّكْبِيرُ وَالْتَهْلِيلُ وَالْتَحْمِيدُ
“Yang utama pada 10 awal bulan Zulhijah adalah memperbanyak ibadah, terutama takbir, tahlil, dan tahmid.” (Madarijus Salikin, 1: 110)
Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan juga,
فهذه العشر مستحب فيها الذكر، والتكبير، والقراءة، والصدقات، منها العاشر
أما الصوم لا، ليس العاشر منها، الصوم يختص بعرفة
“Di 10 awal bulan Zulhijah ini disunahkan untuk berzikir, bertakbir, membaca Al-Quran, bersedekah, termasuk pada hari kesepuluhnya. Adapun berpuasa, maka tidak dilakukan pada hari kesepuluh (boleh puasa pada 1-9 Zulhijah). Puasa sampai (khusus) pada hari Arafah saja.”
Demikian, semoga bermanfaat.
Baca juga: Orang Cerdas Tidak Melewatkan Kesempatan Emas di Bulan Zulhijah
***
@Lombok, Pulau Seribu Masjid
Penulis: Raehanul Bahraen
Artikel Muslim.or.id




Good article
Jazakallah khairan