Sampaikanlah Dariku, Walaupun Satu Ayat

Sampaikanlah Dariku, Walaupun Satu Ayat

Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala

Pertanyaan:
Bagaimanakah pemahaman yang benar terhadap hadits,

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461)

Karena di sana terdapat masyarakat yang menjadikan hadits ini sebagai landasan dalam dakwah.

Baca Juga: Perkembangan Dakwah Sunnah Di Belanda

Jawaban:
Yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

بَلِّغُوا عَنِّي

“Sampaikanlah dariku.”

Maknanya, Sampaikanlah Dariku, Walaupun Satu AyatSampaikanlah Dariku, Walaupun Satu Ayataqrir) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena beliau mengatakan,

بَلِّغُوا عَنِّي

“Sampaikanlah dariku.”

Yaitu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sendiri (bukan dari selain beliau, pent.).

Baca Juga: 6 Pilar Dakwah Ahlussunnah

Adapun sesuatu yang tidak diketahui oleh seseorang, kemudian sesuatu itu diklaim berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidaklah dia menyampaikan sesuatu yang berasal dari Nabi, akan tetapi berasal dari ide dan kreasinya sendiri.

Dengan demikian, hadits ini adalah dalil bahwa tidak boleh atas seseorang untuk menyampaikan suatu perkataan yang tidak valid berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian mengklaimnya sebagai perkataan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga:

[Selesai]

***
@Rumah Lendah, 10 Rajab 1440/17 Maret 2019

Penerjemah: M. Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.Or.Id

Catatan kaki:
Diterjemahkan dari Ash-Shahwah Al-Islamiyyah: Dhawabith wa Taujihaat, hal. 63; karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala, cetakan ke dua tahun 1436, penerbit Muassasah Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Al-Khairiyyah.

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Muhammad Saifudin Hakim

Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta (2003-2005). Pendidikan Dokter FK UGM (2003-2009). S2 (MSc) dan S3 (PhD) Erasmus University Medical Center Rotterdam dalam bidang Virologi dan Imunologi (2011-2013 dan 2014-2018).

View all posts by Muhammad Saifudin Hakim »

Leave a Reply