Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Aqidah Pertengahan Ahlus Sunnah di antara Berbagai Kelompok yang Menyimpang (Bag. 5)

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
30 Mei 2019
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Baca pembahasan sebelumnya Aqidah Pertengahan Ahlus Sunnah di antara Berbagai Kelompok yang Menyimpang (Bag. 4)

Pokok ke lima: dalam masalah sikap terhadap para sahabat radhiyallahu ‘anhum

Ahlus sunnah dalam masalah aqidah terhadap para sahabat, mereka berada di tengah-tengah antara syi’ah rafidhah dan khawarij.

Syi’ah rafidhah bersikap berlebih-lebihan (ghuluw) terhadap ahlu bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Mereka menganggap bahwa ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu itu ma’shum (terjaga dari dosa), mengetahui ilmu ghaib, atau beliau radhiyallahu ‘anhu itu lebih utama daripada sahabat Abu Bakr Ash-Shiddiq dan ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma. Kelompok syi’ah ekstrim bahkan mengklaim bahwa sahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu memiliki sifat uluhiyyah (berhak untuk disembah).

Adapun kelompok khawarij, mereka bersikap dzalim terhadap hak ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Khawarij telah memvonis kafir sahabat ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, juga memvonis kafir sahabat Mu’awiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhu. Juga memvonis kafir siapa saja yang tidak mengikuti jalan mereka [1].

Baca Juga: Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia

Demikian juga rafidhah pun bersikap dzalim terhadap para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [2]. Mereka mencela para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memvonis kafir mereka, dan menilai bahwa mereka semua telah murtad (keluar dari Islam) sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Termasuk dua sahabat yang mulia, Abu Bakr Ash-Shiddiq dan ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhuma yang mereka vonis sebagai kafir dan thaghut. Tidaklah mereka kecualikan dari vonis kafir tersebut kecuali ahlu bait dan sejumlah kecil sahabat saja. Mereka juga mencela dan merendahkan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengeluarkan mereka dari bagian ahlu bait. Akan tetapi, terkadang orang-orang rafidhah tampakkan sikap ridha terhadap para sahabat, dan menunjukkan loyalitas terhadap para sahabat, dalam rangka mendekati ahlus sunnah dan berbuat tipu daya kepada ahlus sunnah. Karena di antara aqidah syi’ah rafidhah adalah aqidah taqiyyah, yaitu menampakkan sikap yang secara lahiriyyah berbeda dengan keyakinan hati yang mereka sembunyikan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu Ta’ala berkata,

وَالرَّافِضَةُ كَفَّرَتْ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَامَّةَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارَ وَاَلَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانِ الَّذِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَكَفَّرُوا جَمَاهِيرَ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمُتَقَدِّمِينَ والمتأخرين

“Rafidhah memvonis kafir Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan mayoritas sahabat Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, yaitu orang-orang yang Allah Ta’ala ridhai, dan mereka pun ridha dengannya. Mereka pun memvonis kafir mayoritas umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dari kalangan terdahulu maupun belakangan.“ (Majmu’ Al-Fataawa, 28: 477)

Baca Juga: Para Ulama Sepakat Menolak Pemahaman Syiah Imamiyyah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu Ta’ala berkata,

فَهُمْ أَشَدُّ ضَرَرًا عَلَى الدِّينِ وَأَهْلِهِ وَأَبْعَدُ عَنْ شَرَائِعِ الْإِسْلَامِ مِنْ الْخَوَارِجِ الحرورية وَلِهَذَا كَانُوا أَكْذَبَ فِرَقِ الْأُمَّةِ

“Mereka itu paling menimbulkan bahaya bagi agama dan umat Islam, juga yang paling jauh dari syari’at Islam, melebihi khawarij. Oleh karena itu, mereka adalah sekte dalam umat Islam yang paling pendusta.” (Majmu’ Al-Fataawa, 28: 479)

Adapun aqidah ahlus sunnah, mereka mencintau seluruh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ridha kepada mereka semuanya. Ahlus sunnah meyakini bahwa para sahabat adalah manusia terbaik umat ini setelah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala telah memilih mereka untuk menemani Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ahlus sunnah menahan lisan-lisan mereka dari membicarakan perselisihan dan pertentangan yang terjadi di antara para sahabat radhiyallahu ‘anhum, dan meyakini bahwa para sahabat telah berijtihad dalam perselisihan tersebut sehingga mendapatkan pahala karena ijtihad tersebut. Ahlus sunnah meyakini bahwa sahabat yang paling utama adalah Abu Bakr, kemudian ‘Umar bin Khaththab, kemudian ‘Utsman bin ‘Affan, kemudian ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhum. Ahlus sunnah juga mencintai ahlu bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan meyakini bahwa ahlu bait Nabi memiliki dua hak: hak sebagai kaum muslimin dan hak sebagai kerabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga ahlus sunnah pun loyal kepada mereka, dan ridha terhadap mereka semuanya.

Baca Juga:

  • Kekejian Syiah Terhadap Ahlus Sunnah di Wilayahnya
  • Awas Hoaks: Bersikap Hati-Hati dalam Menyebarkan (Share) Berita

[Selesai]

***

@Jogjakarta, 28 Rajab 1440/4 April 2019

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] Pokok-pokok aqidah kaum khawarij dapat dibaca di sini:

https://muslim.or.id/39883-mengenal-pokok-pokok-aqidah-kaum-khawarij-bag-2.html

[2] Pembaca dapat pula merujuk ke tulisan singkat kami tentang aqidah syi’ah:

https://muslim.or.id/187-syiah-mencela-sahabat-nabi.html

 

Referensi:

Tahdziib Tashiil Al-‘Aqidah Al-Islamiyyah, hal. 20-21; karya Syaikh ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz Al-Jibrin hafidzahullahu Ta’ala (cetakan Maktabah Makkah tahun 1425 H).

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Waktu Sahur Bukan Untuk Ngobrol dan Nonton, Tapi Doa dan istigfar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah