Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Apakah Akan Sia-Sia Ibadah Tanpa Tauhid?

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
20 April 2019
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Tauhid adalah kunci ibadah
  • Syarat utama diterimanya amalan
  • Kesyirikan menghapus amal dan membuat amal sia-sia

Saudaraku, tentu kita tidak ingin apabila telah berusaha semaksimal mungkin dan mengerahkan semua upaya, tetapi tiba-tiba semua usaha kita tersebut sia-sia dan tidak berbuah hasil sama sekali. Tentu kita sangat kecewa dan putus asa. Demikian juga dengan amal ibadah kita, akan sia-sia dan tidak teranggap tanpa tauhid yang benar.

Baca Juga: Inilah Virus yang Mewabah di Tengah Ummat

Saudaraku, hendaknya kita benar-benar dan serius memperhatikan tauhid kita. Kita wajib belajar dan wajib tahu apa-apa saja yang menegakkan tauhid, apa-apa saja yang bisa membatalkan tauhid kita. Demikian juga kita wajib tahu apa yang bisa menambah tauhid kita dan apa-apa yang bisa mengurangi tauhid kita, karena tauhid sangat berpengaruh dengan amal ibadah yang kita lakukan.

Tauhid adalah kunci ibadah

Tauhid adalah kunci ibadah, tanpa tauhid ibadah akan sia-sia. Syaikh Muhammad At-Tamimi menjelaskan,

اعلم أن العبادة لا تسمى عبادة إلا مع التوحيد، كما أن الصلاة لا تسمى صلاة إلا مع الطهارة، فإذا دخل الشرك في العبادة فسدت

“Ketahuilah, Ibadah tidak bisa disebut ibadah (tidak sah) tanpa tauhid. Sebagaimana shalat tidak bisa disebut shalat (tidak sah) tanpa thaharah (bersuci). Apabila ibadah termasuki oleh syirik maka akan menjadi rusak.” [Matan Qawaidul Arba’]

Baca Juga: Akibat Mendatangi Pelayan Setan

Syarat utama diterimanya amalan

Tauhid adalah syarat utama diterimanya amal. Ini adalah konsekuensi dari syahadat seroang muslim.

1. Asyhadu alla ilaha illallahu (أشهد أن لا إله إلا الله)
Konsekuensinya adalah ibadah kita harus ikhlas kepada Allah saja.
Tidak boleh riya’, sum’ah beribadah karena ingin dipuji dan dilihat manusia. Tidak boleh beribadah untuk yang lain semisal menyembelih kepada jin.

Sebagai konsekuensi Syahadat “Asyhadu alla ilaha illallahu”, kita harus ikhlas, karena amal dan balasan sesuai dengan niat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju”.(HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Jimat, Gaya Hidup Modern?

2. Asyhadu anna Muhammad Rasulullah (أشهد أن محمدا رسول الله)
Konsekuensinya adalah dalam beribadah kita harus mengikuti cara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengikuti sesuai dalil dan tidak boleh beribadah dengan sesuatu yang tidak ada ajaran/tuntunan sebelumnya dari beliau.

Sebagai konsekuensi Syahadat “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah” harus beribadah sesuai cara dan petunjuk yang disampaikan oleh beliau. Jika tidak, maka amalannya tertolak dan tidak diterima,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”[HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718]

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”

Dalam ibadah tidak diperkenankan hanya “berniat baik” saja, akan tetapi caranya juga harus sesuai ajaran dan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, kaidah dalam beribadah:

الأصل في العبادات التحريم

“Hukum asal ibadah adalah haram”

Sampai ada dalil yang membolehkannya.

Misalnya: shalah subuh itu 3 rakaat haram, 4 rakaat haram, sampai ada dalil yang mengatakan 2 rakaat

Baca Juga: Menjadikan Kyai Sebagai Sesembahan Selain Allah

Kesyirikan menghapus amal dan membuat amal sia-sia

Sebaliknya Kesyirikan akan membuat amal sia-sia dan terhapus.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Bahkan Allah tidak akan mengampuni dosa syirik apabila dibawa mati, yaitu melakukan dosa syirik dan tidak bertaubat sampai ia meninggal.

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).

Baca Juga:

  • Upaya Menjaga Kemurnian Islam, Menyoal Tahdzir dan Norma-Normanya
  • Ternyata Kesyirikan di Zaman Kita Lebih Parah

Demikian semoga bermanfaat

@ Lombok, Pulau Seribu Masjid

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslim.or.id

ShareTweetPin59
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Tauhid sebagai Sebab Penggugur Dosa (Bag. 4)

Komentar 1

  1. DAnish Fathurrahman says:
    3 tahun yang lalu

    sehingga kalau melihat sejarah, kita akan dapati Rasulullah berdakwah 13 tahun hanya untuk menanamkan kalimat Lailahailallah dijantung kaum muslimin hari itu. aqidah adalah yang utama.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah