Penjelasan Hadits Istikharah (Bag. 5)

Penjelasan Hadits Istikharah (Bag. 5)

Baca pembahasan sebelumnya Penjelasan Hadits Istikharah (Bag. 4)

Petikan Hadits

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu”

Penjelasan

Petikan Hadits:

اللَّهُمَّ

“Ya Allah”,

Ini adalah kalimat yang seorang yang memulai istikharah. Yaitu ia memohon kepada Allah dengan Uluhiyyah-Nya yang mengandung tuntutan bagi para hamba untuk mengesakan-Nya dalam peribadahan, seolah-olah ia mengatakan: “Ya Allah, Engkau satu-satunya Sesembahan-ku Yang Haq, dan aku adalah penyembah-Mu serta hamba-Mu”, maka menyebutkan nama Allah dalam berdoa di sini adalah bentuk tawassul dalam berdoa yang sesuai dengan Syar’iat, dan ini juga sebab yang sangat besar terkabulnya doa, apalagi kandungan yang terdapat dalam nama “Allah” itu mencakup kandungan seluruh nama-nama Allah yang lainnya.

Petikan Hadits :

إِنِّي

“Sesungguhnya aku”, di dalamnya terdapat pengkhususan dan penegasan bahwa yang benar-benar membutuhkan petunjuk Allah adalah diri orang yang beristikharah sendiri yang lemah dan tak berdaya jika tidak mendapatkan pertolongan Allah.

 

Petikan Hadits:

أَسْتَخِيرُكَ

“Saya memohon pilihan yang tepat kepada-Mu”

 

Alif, sin,dan ta’ pada “astakhiru” secara lafal menunjukkan permohonan kepada Allah, ditambah lagi keadaan diri orang yang beristikharah ketika itu juga menunjukkan bahwa dirinya membutuhkan petunjuk Allah, sehingga ada kesesuaian antara lafal dan keadaan, keduanya menunjukkan rasa butuh yang sangat kepada Allah. Sedangkan “ka” pada “astakhiruka” yang berarti: “Engkau” ini selain menunjukkan tujuan permohonan, yaitu kepada Allah, juga menunjukkan pengkhususan, bahwa hanya kepada Allah-lah permohonan itu ditujukan. Seolah-olah orang yang beristikharah mengatakan:

“Saya memohon pilihan yang tepat kepada-Mu, dan tidak kepada selain-Mu”

 

Petikan Hadits :

بِعِلْمِكَ

“(Saya memohon pilihan yang tepat kepada-Mu) dengan ilmu-Mu”, huruf “بdi sini mengandung dua kemungkinan makna :

  1. Ba` litta’liili, yaitu huruf ba` yang menunjukkan alasan, dengan demikian pengartiannya: “saya memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan sebab ilmu-Mu”, maksudnya saya memohon pilihan yang tepat kepada-Mu, karena Engkau Maha Mengetahui.
  2. Ba` lilisti’anah, yaitu: huruf ba` yang menunjukkan permohonan pertolongan dengan sesuatu. Dengan demikian pengartiannya: “saya memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu”

Hakikatnya seorang yang beristikharah bertawassul dengan sifat Allah (yaitu: ilmu) agar Allah memilihkan pilihan yang terbaik untuknya, dan ilmu Allah yang disebutkan dalam doa ini sesuai dengan keadaan orang yang sedang beristikharah tersebut, karena konteksnya ia sedang memohon petunjuk/ilmu.

 

Faedah pendahuluan penyebutan ilmu Allah sebelum kekuasaan Allah

Dalam doa ini, setelah kalimat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu”, lalu disebutkan :

وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ

“dan aku memohon kekuatan kepada-Mu (untuk memutuskan urusanku dan mengatasinya) dengan Kemahakuasaan-Mu”, karena seorang yang beristikharah memerlukan ilmu untuk bisa menentukan pilihan terbaik, baru setelah itu ia membutuhkan kekuatan/kemampuan agar mudah melaksanakan pilihan tersebut. Jadi, ia membutuhkan dua perkara yang diharapkan dalam istikharahnya, yaitu: ilmu, dan kekuatan/kemampuan dalam memperoleh kebaikan serta dalam menghindari keburukan pada pilihannya.

 

(Bersambung, in sya Allah)

Penulis : Ustadz Sa’id Abu Ukasyah
Artikel. Muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

View all posts by Sa'id Abu Ukkasyah »