Nasehat Syaikh Ibnu Baz Kepada Supporter Klub Olahraga

Nasehat Syaikh Ibnu Baz Kepada Supporter Klub Olahraga

Syaikh Abdul Aziz bin Baz

 

Pertanyaan:

Banyak para pemuda (bahkan juga orang-orang tua) bersemangat menjadi supporter klub-klub olahraga dengan semangat yang tinggi. Sehingga memunculkan percekcokan dan perdebatan di antara mereka. Bahkan terkadang terjadi permusuhan dan saling mencela di antara mereka. Bagaimana bimbingan Anda terhadap masalah ini? Jazaakumullah khayran.

 

Jawab:

Tidak diragukan lagi bahwa semangat menjadi supporter klub-klub olahraga seperti ini akan menggiring orang kepada banyak pertengkaran, permusuhan dan saling mencela. Dan tidak diragukan lagi bahwa ini semua merupakan kemungkaran. Karena tujuan dari olahraga adalah menguatkan badan. Dan hendaknya olahraga itu dibangun di atas hal ini, yaitu melatih anggota tubuh, menguatkannya, menguatkan saraf, tahan menghadapi kesulitan, tahan banting, dan semisalnya. Maka tidak layak bagi penggemar dan praktisi olahraga justru malah saling mencela, saling bertengkar, dan saling berfanatik golongan. Ini tidak diperbolehkan.

Wajib bagi mereka untuk saling bersaudara. Inilah yang Allah wajibkan atas mereka. Baik klub mereka menang, ataupun kalah, wajib tetap saling bersaudara. Baik yang menang adalah klub si fulan, atau klub si alan, wajib tetap saling bersaudara. Karena mereka adalah saudara (semuslim) secara mutlak. Wajib bagi mereka untuk tidak berkata-kata kecuali yang baik, dan saling berbincang dengan perkataan yang baik. Dan mencari solusi untuk menyelesaikan kasus-kasus yang ada dengan metode yang hikmah, bukan dengan saling mencela, saling bermusuhan dan saling mencaci dengan kata-kata kotor.

Dan tidak layak juga melakukan perbuatan seperti yang dilakukan orang-orang di pasar sekarang ini, yaitu saling beradu, berteriak-teriak, dan mengganggu orang lain di jalanan, ini adalah bentuk kegilaan dan kebodohan yang tidak mungkin disetujui oleh orang yang berakal.

Yang semestinya dilakukan oleh mereka para supporter klub adalah hendaknya mereka menjadi orang yang berakal. Jika klubnya menang maka hendaknya memuji Allah, dan tidak bersombong kepada saudaranya. Dan tidak meremehkan saudaranya. Juga tidak menganggu saudaranya supporter klub lain ataupun orang yang lain.

Dan masalah menang-kalah klub olahraga ini adalah masalah sepele. Jika klub Anda menang atau kalah apakah musuh-musuh Allah menjadi binasa? Tentara Rusia kalah jika klub anda menang? Apa yang terjadi jika klub anda menang? Apa untungnya jika klub anda menang?

Maka andaikan orang menggunakan akalnya, ia akan menyadari bahwa menang-kalah klub olahraga tidak layak jadi sebab permusuhan dan caci-maki atau mengganggu saudara semuslim. Baik di pasar-pasar maupun di tempat-tempat lain. Mereka mendatangi pasar dengan mobil-mobil mereka untuk melakukan hal semacam ini, seakan-akan mereka orang yang tidak berpendidikan. Ini merupakan kekeliruan yang tidak layak dilakukan oleh orang berakal sama sekali.

Wajib bagi mereka menjadi orang yang berakal ketika berada di mobil, ketika berkata-kata, dan dalam semua tingkah laku mereka. Baik ketika menang atau ketika kalah. Jika klubnya menang, memangnya apa untungnya? Apa yang terjadi setelah itu? Apakah Yahudi keluar dari Palestina? Muslim Afghanistan terbantu dalam mengalahkan Rusia? Apa yang terjadi?

Maka semua ini perkara yang tidak ada nilainya. Namun kita memohon kepada Allah agar memberikan hidayah kepada kita dan kepada mereka. Kita memohon kepada Allah agar memberikan kepada kita dan mereka akal yang baik, cara berpikir yang baik serta hidayah yang sempurna.

Sumber: https://binbaz.org.sa/fatwas/4265

 

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel: www.muslim.or.id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Yulian Purnama

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

View all posts by Yulian Purnama »