Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Sikap Islami Ketika Menghadapi Hari Ulang Tahun

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
25 Juni 2010
di Manhaj
Ulang Tahun
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah
  • Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.

Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?

Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya, maka kita bagi dalam dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah

Misalnya, dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan zikir-zikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa, namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian, maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, zikir, istigfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadis,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di al-haudh (telaga). Ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al-haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’“ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat, atau mungkin sekedar have fun. Apabila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Idul Fitri, Idul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Sehingga Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah shallallahu ’alaihi sasallam bersabda,

إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا

“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Idul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, Ied milik kaum Muslimin yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada tiga saja, yaitu Idul Fitri, Idul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam tiga macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum Muslimin.

Padahal, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban)

Orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin, maka seolah-olah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun, hadis ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan salah satu ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) adalah,

والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما

“Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan az-zuur; dan apabila melewatinya, ia berjalan dengan wibawa.” (QS. Al-Furqan: 72)

Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan az-zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan az-zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.

Jika ada yang berkata, “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya.” Jawabannya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka. Hal ini tercakup dalam ayat,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (QS. Al-Mujadalah: 22)

Kemudian, Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin –rahimahullah– menjelaskan, “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridaan Allah dan ketaatan-Nya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai doa agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan, “Semoga Allah memanjangkan umurmu”, kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatan-Nya”; atau “Dalam kebaikan”; atau kalimat yang serupa. Alasannya, umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka.” (Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam, 1: 43; di almanhaj.or.id)

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.

Wallahu a’lam.

Baca juga: Hukum Mengistimewakan Hari Lahir dengan Perayaan Ulang Tahun

***

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

 

Rujukan:

  • Artikel http://www.almanhaj.or.id/content/1584/slash/0
  • Artikel http://www.saaid.net/Doat/alarbi/6.htm
ShareTweetPin24
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 3)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
8 Agustus 2026
0

Berikut adalah beberapa prinsip atau karakteristik manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang sangat nampak dalam kehidupan mereka: Pertama, sangat perhatian...

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 2)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
30 Juli 2026
0

Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum....

Sejarah Kemunculan Asy’ariyyah (Bag. 2): Tokoh-Tokoh, Pergeseran Corak, dan Penyebarannya di Dunia Islam

oleh Muhammad Insan Fathin
26 Juli 2026
0

Asy'ariyyah tidak berhenti pada sosok Abu al-Hasan al-Asy'ari semata. Setelah muncul sebagai salah satu arus teologi dalam Islam, aliran ini...

Artikel Selanjutnya
Perdukunan Perusak Tauhid

Sihir dan Perdukunan Perusak Tauhid

Komentar 169

  1. Bagus says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    ana mau tnya kLou mryakan hari ulang ulang tahun/kelahiran dengan berpuasa pa boleh , karena ana prnah bc suatu hadits yg kalau tdk salah bunyinya bhwa nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berpuasa pd hari senin karena hari kelahiran beliau dan juga hari beliau diangkat sebgai Rasul . .

    Mhon djawab agar ana tdk dlm keragu-raguan .

    Wassalam

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Bagus
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,
      Pertama, analogi yang anda sampaikan tidak tepat. Misal anda dilahirkan pada hari Selasa, jika anda konsisten dengan analogi tersebut seharusnya anda berpuasa setiap hari Selasa, bukan di tanggal kelahiran anda setiap tahunnya.
      Kedua, tidak ada para sahabat Nabi yang memahami hadits ini dengan pemahaman bahwa puasa itu dianjurkan di hari lahir. Tidak ada sahabat Nabi yang berpuasa dihari lahirnya. Padahal mereka yang paling memahami perkataan Nabi.
      Oleh karena itu tidak diperbolehkan mengkhususkan hari ulang tahun untuk berpuasa.

      Reply
      • 3171061a210600abu faza says:
        3 tahun yang lalu

        Di grup wa ana diucapin selamat ulang tahun, ana ga pernah jawab krn bingung. Apa boleh ucapkan terima kasih padahal yg ucapkan selamat ada yg non muslim.

        Reply
    • Siti says:
      6 tahun yang lalu

      Afwan ustadz klo misalnya kita ingin memberikan hadiah untuk teman di hari ultahnya dgn niat karna kita kangen krn saat ini tidak bisa bertemu krn pandemi bagaimana ustadz..?
      Syukron..

      Reply
  2. Ari says:
    16 tahun yang lalu

    Ana mau tanya, jika ada temen2 yang mungucapkan selamat ulang tahun kpd kita, bagaimana menyikapinya sekalian cara terbaik menasehatinya gimana

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Ari
      Sikap terbaik adalah diam, tidak membahasnya, menganggapnya seperti hari-hari biasa. Cara terbaik dalam menasehati teman anda, saya kira anda yang lebih memahami. Prinsipnya, nasehat disampaikan dengan hikmah.

      Reply
  3. Bagus says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Terima kasih atas penjelasannya , semoga kita selalu mendapat Taufik dan Hidayah Allah Subhanallahu Wa Ta’ala

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Reply
  4. ummu najm says:
    16 tahun yang lalu

    berarti, jika seandainya ada teman kita yang masih menulis sesuatu di blog nya tentang tanggal ulang tahunnya, boleh lah kita mendoakannya dengan mengatakan “Semoga Allaah memanjangkan umurnya dalam ketaatan kepada Allaah”

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Ummu Najm
      Hendaknya tidak perlu. Mendiamkan, tidak perlu membahasnya, inilah sikap ‘wibawa’ dalam menyikapi hari ulang tahun sendiri atau orang lain. Adapun mendoakan teman, kapanpun dapat dilakukan.

      Reply
  5. Dani says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    ana mau tanya, berarti jika terjadi semacam melempari telor atau terigu kepada org yg ultah. apakah ini termasuk ritual????

    mohon dijwb agar ana jauh dr syubhat…

    Jazakumullah khoiron…

    wassalam..

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Dani
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh.
      Yang demikian termasuk tasyabbuh, karena merupakan perayaan ultah dalam bentuk lain, yang sekedar have-fun, senang-senang. Bahkan lebih parah lagi, termasuk tabdzir, menyia-nyiakan harta. Telur, terigu, air dibuang-buang sia-sia. Ingat, tabdzir itu perilaku syaithan. Silakan direnungkan.

      Reply
  6. Marisa says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.. Klw hanya mkn2 aj tanpa doa dan tiup li2n gmn?mhon penjelasannya. Jazaakallahu khaer..

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Marisa
      Wa’alaikumussalam. Kami sarankan tidak perlu mengkhususkan hari ultah untuk mentraktir teman. Jika memang ingin mentraktir makan, niatkan dalam rangka saling memberi hadiah, mengamalkan hadits Nabi:
      تهادوا تحابوا
      “Dengan saling memberi hadiah, kalian akan saling mencintai”
      Bukan mentraktir dengan niat dalam rangka merayakan ulang tahun.
      Wallahu’alam.

      Reply
  7. dewi says:
    16 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum..
    maaf mau tanya jg..
    kalau alasannya sbg momen penyambung tali silaturahim dan mempererat persaudaraan bagaimana? salah satunya karena dengan memberikan ucapan ultah pd teman/saudara,teman/saudara tersebut jd merasa bhwa qt masih ingat dan perhatian dengan mereka…

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Dewi
      Wa’alaikumussalam,
      Solusi jika anda sebagai teman: Tingkatkan kebagusan akhlak anda kepada teman anda tersebut di setiap muamalah anda terhadapnya. Bila anda mampu, berilah nasehat kepada teman anda untuk tidak merayakan hari ultah dalam bentuk apapun, sebagaimana teladan dari Rasul kita dan para sahabat.
      Solusi jika anda sebagai orang yang ultah: Pada hemat saya, tidak mengapa anda mengucapkan terima kasih jika ada yang mengucapkan, atas perhatian yang besar terhadap anda. Semoga termasuk pengamalan ayat:
      وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوه
      “Jika engkau diberi tahiyyah, maka balaslah dengan yang lebih baik atau semisal” (QS. An Nisa: 86)
      Jika teman anda mendoakan anda, balas pula dengan doa. Namun tidak perlu membuat perayaan.

      Reply
  8. Rochman says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuhu.
    Jazakallah,, atas artikelnya. sangat bermanfaat bagi kita semua, karena banyak diantara kita yang masih belum mengetahui hakikat merayakan ulang tahun dalam Islam. Bertafakkur mungkin lebih baik, karena bisa kapan saja kita akan meninggalkan dunia ini.. Wassalam

    Reply
  9. zaenal says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum, wr,wb.

    Pak Ustadz, saya ingin bertanya tentang bagaimanakah tata cara menikah secara islam. mulai bagaimana memilih calon istri, hingga walimah nikahnya.
    terimakasih atas penjelasannya, semoga Alloh senantiasa membimbing kita semua kepada petunjuknya, aamiinn…

    wassalamu’alaikum wr,wb.

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Zaenal
      Wa’alaikmus salam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Silakan simak di sini:
      http://buletin.muslim.or.id/at-tauhid-tahun-v/kiat-kiat-menuju-pelaminan.

      Semoga Allah mudahkan untuk mendapat jodoh yg terbaik. Barakallahu fiikum.

      Reply
    • Dede says:
      7 tahun yang lalu

      Assalamualaikum anak sy mau ultah pengen banget mau dirayain sekedar ajak temannya kerumah soalnya sering sakali temannya merayakan hal tersebut sedangkan saya menolak Karena itu kurang baik mohon kasih petunjuk bagaimana menyikapinya

      Reply
      • Yulian Purnama, S.Kom. says:
        6 tahun yang lalu

        Wa’alaikumussalam, sikap anda sudah tepat. Jika sayang anak, ajarkan yang baik, larang yang buruk

        Reply
  10. umi shofi says:
    16 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum
    Ustadz, akalu kita diundang ultah apakah kita boleh hadir atau tidak
    jazakallahu khairon katsir

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #umi shofi
      Wa’alaikumussalam. Tidak boleh.

      Reply
  11. Hanafi says:
    16 tahun yang lalu

    sya sll mengajarkan kpd anak2 untuk berdo’a dan beribadah setiap hari, dihari ul mereka biasanya saya ajak mereka untuk introspeksi dan evaluasi apa yg terjadi di tahun lalu, merencanakan apa yang akan dikerjakan di tahun yad. Senantiasa mohon kepada sanak saudaranya untuk saling mendo’akan pada kebaikan… soal makan2 kalu ada ya makan bersama dengan sanak saudara.. kalau lagi ga ada ya ga usah di ada-adakan…

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Hanafi
      Alhamdulillah,, kebiasaan anda adalah kebiasaan yang baik, semoga dapat terus dilanjutkan. Namun kami sarankan untuk tidak perlu mengkhususkan hari ultah untuk mengevaluasi diri, yang terbaik adalah evaluasi diri setiap saat. Jika ada rezeki, dan makan-makan sebaiknya diniatkan untuk saling memberi hadiah dan menyambung silaturahim, tanpa sedikitpun tujuan memperingati hari ultah.

      Reply
      • Hanifah says:
        6 tahun yang lalu

        Walaupun dengan ucapan baarakallahu fii umrik tidak boleh?

        Lalu bagaimana menasehati teman yang masih saja ngeyel merayakan dan mengucapkan ucapan2 selamat ulang tahun?

        Reply
        • Yulian Purnama, S.Kom. says:
          6 tahun yang lalu

          Walaupun ucapannya adalah “baarakallahu fii umrik” tetap saja namanya merayakan ulang tahun. Itu tidak mengubah hakekat perbuatannya.

          Reply
  12. Bayu says:
    16 tahun yang lalu

    Pak Ustadz… gimana klo yg ultah kantor, merayakannya dengan pergi ke suatu tempat sekalian tamasya trus mengadakan acara outbond segala. itu gimana karyawan harus bersikap terhadap ultah perusahaannya sendiri? Mohon jawabannya karena bentar lagi perusahaan saya ultah, dan saya gak mau kena syubhat.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #Bayu
      Kalau tidak menimbulkan mudharat, misal: sanksi dari kantor, potong gaji, dll, sebaiknya tidak perlu diikuti.

      Reply
  13. Zuwita says:
    16 tahun yang lalu

    aslm,,,yups stuju akhi…jgn smpe umat muslim berkiblat ke negara kafir..ala kbrat2an yg hdup nya smua mlupakan asalnya…berlebihan itu tdk baik..mending kita sedakahkn aj biaya2 ultah yg bgitu Megah…yg tak brtujuan..

    Reply
  14. Ayu says:
    16 tahun yang lalu

    Asslamau’alaikum
    kalau kita mengucapkan selamat ulang tahun dan mendoakan, bagaimana Ustadz?

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Ayu
      Wa’alaikumus salam.
      Spt itu tdk boleh sbgmn penjelasan di atas.

      Reply
  15. ochie says:
    16 tahun yang lalu

    ass.. bagaimana jika kita “merayakan” ultah tsb dg cara mengundang saudara2 untuk berdo’a bersama? tidak ada acara2 yg “wah” bgt??
    mis dg mengundang saudara untuk buka bersama saat ramadhan yg bertepatan dg hari lahir, kemudian meminta do’a dari saudara agar si anak (yg ultah) tsb lebih beriman dll,,
    bgmn??
    mohon jawaban dikirim pula ke almt email sya.
    jazakumullah khairu jaza’

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #ochie
      Sikap yang Islami dalam menghadapi ulang tahun adalah tidak mengadakan apa-apa, biasa-biasa saja, dianggap seperti hari biasa saja. Sebagaimana ciri hamba Allah yang imannya sejati dalam surat Al Furqan ayat 71 yang saya kutip di atas: “Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa”. Maka, dari ayat ini mengadakan acara ultah yang demikian tidak menambah iman namun malah menunjukkan kurangnya iman.

      Jika anda punya niatan baik ingin mentraktir, memberi hadiah pada teman-teman sebaiknya jangan di-pas kan dengan hari ultah, cari waktu lain yang agak jauh dari hari ultah. Wallahu’alam.

      Reply
  16. Saifudin says:
    16 tahun yang lalu

    Ustad, gimana hukum mengucapkan selamat milad kepada orang lain?… apakah boleh boleh saja?..
    jazakallah..

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      16 tahun yang lalu

      @ Saifuddin
      Milad apa yg dimaksudkan di sini? Jk selamat ulang tahun, tentu sj harus dijauhi.

      Reply
  17. Sastra says:
    16 tahun yang lalu

    Tks Pak Ustadz selama ini fb penuh dengan ucapan Ultah g’ usya dilakukan lagi ???? Gimana ya Ustadz ?? Alhamdulillah semoga dapat mengurangi kebiasaan membawa Ke – Mudharataan.

    Reply
  18. abinya hanin says:
    16 tahun yang lalu

    Pak Ustadz Gimana memakan makanan dari ulang tahun yang diberikan teman sekantor?

    Syukran atas jawabannya.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      16 tahun yang lalu

      #abinya hanin
      Halal jika memang makanannya halal.

      Reply
  19. ibnu marzuq says:
    16 tahun yang lalu

    izin share…
    barokallohu fiykum

    Reply
  20. mefi says:
    15 tahun yang lalu

    Bagaimana kalo memberikan kado/hadiah di hari ulang tahun kawan/saudara?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #mefi
      Tidak diperbolehkan.

      Reply
  21. arfan sani says:
    15 tahun yang lalu

    Maaf ustad..
    Sebaiknya seperti apa kita mengapresiasikan rasa bersyukur kita menurut syara..
    Allah SWT terlah berfirman : Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”(QS.Yunus:58)
    mohon penjelasan.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #arfan sani
      Silakan simak:
      http://buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/bersyukur-kepada-allah

      Reply
  22. Abu Salman says:
    15 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum.
    Ustadz, kantor tempat saya kerja melaksanakan HUT di kantor dengan berbagai acara ( penyampaikan kemajuan kantor, kadang ada musik, potong tumpeng, doorprize, do’a, dll ). Terakhir kita makan siang bersama. Makan siang terbagi 2 tempat di lantai 14 dan 13. Lantai 13 hanya untuk makan bersama.

    Bolehkah saya mengikuti makan siang bersama tersebut di lantai 13. Artinya kita hanya hadir di acara tersebut saat makan siang bersama saja.

    Syukron atas jawaban ustadz.

    Jazakallah khairan.

    Wassalamu’alaikum.

    Abu Salman.

    Reply
    • abu shofi says:
      13 tahun yang lalu

      Maaf ustadz, mohon pertanyaan akhi abu salman di jawab, karena ini penting untuk saudara2 kita kaum muslimin yg bekerja di kantoran.

      Jazakumullahu khoir.

      Reply
  23. mazruiah says:
    15 tahun yang lalu

    masyaallah , ya ustad ana mohon kalau bisa keluarkan artikel tentang bagaimana hukumnya seorang wanita muslim berjilbab yang memasang foto di facebook dengan terang2an yang lagi marak2nya sekarang ini , makasih .

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      15 tahun yang lalu

      @ Mazruiah
      Silakan simak artikel berikut: http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/2642-kisah-istri-kecanduan-chating.html
      Semoga bisa diambil ibroh.

      Reply
  24. akhwat ndra says:
    15 tahun yang lalu

    apkh pryaan ultah ini merusak aqidah ustad ???

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #akhwat ndra
      Setiap maksiat itu mengurangi kesempurnaan iman dan aqidah seseorang.

      Reply
  25. amiq says:
    15 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum ustadz, ge mana kalo kita ucapkan selamat ulang thn dan mendo’akan kebaikan untk tman kita yg berulng tahun, apakah di bolehkan??

    Reply
    • Abduh Tuasikal says:
      15 tahun yang lalu

      @ Wa’alaikumus salam
      Kami rasa sdh jelas dalam tulisan saudara kami di atas bhw itu tdk boleh. Doakan kebaikan baginya di setiap waktu, bukan hanya ketika ulang tahun sj. Wallahu waliyyut taufiq.

      Reply
  26. ridwan says:
    15 tahun yang lalu

    sebagai umat muslim sebaiknya tidak melakukan atau merayakan hari ulang tahun karena itu merupakan perbuatan kaum yahudi dan orang kapir

    Reply
  27. santy says:
    15 tahun yang lalu

    asslamlakum….? ustd mau nanya nie ge mana kalau ultah orang yang yang sudah meninggal…. misal hari ke 40 kan harus di peringati, giman hukumnya

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      15 tahun yang lalu

      @ Santy
      Seperti itu tdk diajarkan oleh Islam. Ajaran tersebut hanya warisan Hindu.

      Reply
      • Sri says:
        7 tahun yang lalu

        Bismillah,afwan klo seandainya sya memberikan nasihat kpda tmn saya agar tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya.apakah itu cara yg bnr atau tidak?.

        Reply
        • Yulian Purnama says:
          7 tahun yang lalu

          Benar

          Reply
  28. wiro says:
    15 tahun yang lalu

    AAWW, pak Ustadz, bagaimana hukumnya kalau hanya sekedar mengucapkan selamat ulang tahun kepada kerabat dan handai tolan sesama muslim dan bagaimana kepada yang non muslim.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #wiro
      Mengucapkan selamat juga merupakan bentuk memperingati ulang tahun, hal tersebut tidak diperbolehkan.

      Reply
  29. IAN says:
    15 tahun yang lalu

    ASS WW TAD GIMANA KALAU ULTAH RI ATAU ORMAS YANG SLALU MENGGEMBAR GEBORKAN ULTAH ITU BIDAH

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #IAN
      silakan simak:
      http://kangaswad.wordpress.com/2009/08/11/mengapa-dilarang-merayakan-17-an-khan-bukan-hari-raya-agama/

      Reply
  30. Misbah says:
    15 tahun yang lalu

    assalaamu’alaikum
    barokallahu fiik ustadz..
    ana mohon nasihatnya, terutama buat ana dan mungkin juga saudara2 yang lain mengenai MAKANAN DARI ACARA ULANG TAHUN DAN PERAYAAN BID’AH LAINNYA (mulid, nisfu sya’ban,rojaban dll) bolehkah kita terima +makan. atau terima di buang, atau bagaimana selayaknya? bagaimana sikap yang tepat terhadap makanan tersebut, kalo ga kita terima khawatir mengecewakan orang yg ulang tahun & kemungkinan jelek lainnya.
    syukron jazakallah khair..

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Misbah
      wa’alaikumussalam. Makanannya halal. Namun menerimanya perlu menimbang banyak hal, misalnya jika makanan tersebut diterima lalu akan timbul gunjingan “maulidnya dibid’ahkan, berkatnya dimakan“, sebaiknya ditolak.

      Reply
  31. Gilangmp says:
    15 tahun yang lalu

    makasih p ustad, jd tau sekarang

    Reply
  32. esaindo says:
    15 tahun yang lalu

    ustadz, ana mau tanya, bagaimana sikap seseorang yang mendapatkan ucapan slmt ultah dari teman nya ? Diam atau gimana ? mohon bimbingannya ustadz. Jazaakallahu khoiron.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #esaindo
      Ada baiknya menasehati temannya agar tidak merayakan ultah, atau diam saja.

      Reply
  33. Arama says:
    14 tahun yang lalu

    1.Bagaimana kalau mengadakan syukuran dengan maksud bersyukur kepada Alloh karena masih dikarunia umur panjang tanpa ada bacaan2 do’a atau dzikir tertentu? Selain itu juga mempererat tali silaturahim dengan tetangga?
    2.Bagaimana juga jika seseorang memperoleh nikmat misalnya diterima kerja terus mengadakan acara syukuran sebagai ungkapan syukur kepada Alloh, apakah ini juga tidak diperbolehkan?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Arama
      1. Syukuran setiap tanggal kelahiran = merayakan ulang tahun
      2. Bersyukur kepada Allah dengan cara beramal shalih dan meninggalkan maksiat. Mengadakan syukuran ketika mendapat nikmat yang besar, dengan cara memberi makan tetangga atau orang-orang yang membutuhkan insya Allah tidak mengapa.

      Reply
  34. amy says:
    14 tahun yang lalu

    aq hari sabtu akan ulang tahun,doa apa yang benar yang harus aq ucapkan?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #amy
      Anggap saja seperti hari-hari biasa, tidak ada sikap khusus ataupun doa khusus.

      Reply
  35. Abuhaikal says:
    14 tahun yang lalu

    Assalaamu’alaykum. Ustadz, ana dapat artikel lain mengenai hal senada, apakah hal tersebut dapat dijadikan sandaran pengetahuan pula? Syukron.

    http://hijrahdarisyirikdanbidah.blogspot.com/2010/06/ternyata-ulang-tahun-ada-dalam-injil.html

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Abuhaikal
      Tentu itu jadi bukti bahwa acara ulang tahun adalah kebiasaan orang kafir

      Reply
  36. tira says:
    14 tahun yang lalu

    Acara tahlilan saat ada kematian jg mrpkn bid’ah kan?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #tira
      Iya benar, bahkan kumpul-kumpul dalam rangka memperingati kematian termasuk nihayah yang terlarang

      Reply
  37. intan hartati says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustad, saya mau tanya mengucapkan selamat ulang tahun kan tidak diperbolehkan kalau hanya mendoakann seperti “semoga selalu dilindungi Allah SWT di dunia dan akhirat” dihari ulang tahun itu apakah boleh?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #intan hartati
      Wa’alaikumussalam, mendoakan sesama muslim itu bagus, namun mengkhususkannya di hari ulang tahun itu bentuk perayaan ulang tahun.

      Reply
  38. intan hartati says:
    14 tahun yang lalu

    oh begitu terimakasih pak ustad hehe

    Reply
  39. abu saffa says:
    14 tahun yang lalu

    Ulang tahun adalah kebiasaan orang Nasrani (kafir) diikuti,maulid adalah kebiasaan orang Nasrani (kelahiran yesus) diikuti ,isra mi’raj pun di rayakan dengan meriah padahal itu sama (kenaikan yesus),lonceng pemanggil ibadahnya pun diikuti (bedug) padahal Rasulullah memerintahkan kita BERBEDALAH DENGAN MEREKA (YAHUDI DAN NASRANI).Apa lagi yang mau diikuti ya ?

    Reply
  40. inianti says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaykum,
    Sekarang banyak kaum ibu muslim yang menjadi pengusaha kue, yang menerima pesanan kue ulang tahun. Sangat khusus utk perayaan ulang tahun karena dekorasi kuenya sangat special dan aneka rupa model. Sementara yang saya tahu ulang tahun beserta acara tiup lilin itu ada sejarahnya. Apakah profesi pengusaha atau sbg penghias kue pesanan ulang tahun ini dibolehkan dalam Islam? Terimakasih.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #iniati
      Wa’alaikumussalam, solusinya mudah. Hanya terima pesanan kue selain kue ulang tahun.

      Reply
  41. Tyo says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamaualaikm..
    ustadz, klo mengadakan pengajian tiap bulan atau tiap mgu itu termasuk merayakan id tdk?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Tyo
      Silakan baca: http://ustadzaris.com/acara-rutin-setiap-senin-haram

      Reply
  42. Andriyatna says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulilah menemukan artikel yang menarik. Pak Ustad, hari adalah hari kelahiran saya. Tadinya saya mau berdoa khusus soal kehidupan dan sebagai bentuk rasa syukur terhada ALLAH SWT atas nikmat sehat dan panjang. Tapi saya batalkan saja kali ya karna mungkin hal yang ingin saya lakukan itu termasuk perayaan ulang tahun takut jatuhnya dosa. Tapi saya selalu bersyukur atas apapun yang ada di hidup saya. Subhanalloh walhamdullilah maha besar ALLAH SWT. ALLAHU AKBAR.

    Reply
  43. yusuf says:
    14 tahun yang lalu

    ibadah kan dibagi 2, ada khosoh (mahdoh) atau amah(goermahdoh) bukannya yang bid’ah itu hanya melebih-lebihkan perkara ibadah khosoh aja pa ustad,,karena kan mausia disuruh berinovasi oleh Allah untuk kemaslahatan dunianya? mohon di jawab

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #yusuf
      Perbuatan yang asalnya bukan ibadah menjadi bid’ah jika diyakini sebagai jalan untuk taqarrub kepada Allah. Misal memakai baju wol itu mubah, bukan ibadah. Tatkala ada yang meyakini bahwa dengan memakai baju wol itu akan mendapat pahala dan dicintai Allah, itu menjadi perbuatan yang bid’ah.

      Dalam Islam, masalah hari perayaan itu masalah agama. Sebagaimana Nabi melarang orang Madinah merayakan hari raya yang sudah jadi tradisi mereka, padahal isi hari raya itu hanya suka-ria.

      Selain itu, perayaan hari lahir itu kebiasaan orang kafir sejak dahulu. Sedangkan Nabi dan para sahabat serta para ulama Islam tidak ada yang melakukannya.

      Reply
  44. Mustofa says:
    14 tahun yang lalu

    Ust….katakan si fulan bernama Shepty. Dahulu ia prnah menolak menghadiri acara Ultah temennya karna ia mengetahui hukum dilarangnya hal tsb. dan beliau pun sdh menjelaskan kpda temannya alasan ktidak hadirannya tsb.
    setelah selang beberapa waktu setelah acara perayaan tsb dilakukan, temannya tsb memutuskan hubungan dirinya dgn Shepty krna kecewa dgn ketdk mau hadirnya Shepty dlm acaranya yg lalu.
    sngkt cerita ……kejadian kembali terulang dgn teman yg lainnya.
    .
    ada teman berikutnya yg mengundang Shepty pada acara yg serupa,,,dngn sangat memohon akan kehadirannya tsb. Shepty sdh berusaha menjelaskan dilarangnya perayaan tsbt kpd temannya yg kedua ini, namun temannya bersihkeras ttp akan melakukannya dan memohon2 agar Shepty brkenan menghadiri acaranya tsb.
    beliau adalah teman baik Shepty juga, dan Shepty tdk ingin hubungan antarmereka putus sbgimana dgn teman yg sebelumnya.

    bgmn Ustd,,,????
    sedangkan terputusnya hubungan antar muslim adalah dilarang,dan Shepty tdk menginginkannya. sedangkan teman2nya belum mampu menerima da’wah Shepty.
    Apakah Shepty dlm hal ini mndapat keringanan untuk tetap menghadiri acara tsb….????
    Karna demi terjaganya hubungannya dgn temannya, sementara Temannya sdh diberikannya penjelasan namun belum bisa menerima da’wah yg disampaikan.

    bagaimana Ust,,, apakah cukup mengingkari didalam hati, saat diri dlm kondisi seperti demikian….?????

    Contoh Kedua,,,, apabila ayah meninggal dunia dan keluarga besar ibu, saudara, bibi,paman,kakek, bude,dan tokoh agama setempat,dll ingin melakukan acara tahlilan hari ke-1,2,3,,,,7,,,,40,,,100,,dst.
    sedangkan saya, anak dari ayah hanya seorang diri yg sudah mengenal islam dgn benar, sdngkn saudara2 saya dan keluarga/family masih beragama islam tradisi ikut2tan tanpa tau ilmunya,,, sedangkan mereka belum bisa menerima da’wah yg saya sampaikan….
    saya tdk ingin dicap sbg anak durhaka oleh ibu dan Pakde saya yg beliau tokoh masyarakat/agama di t4 tggl saya.
    mereka bersikeras ingin mengadakannya, dan apabila saya tdk ikut,, wah…bisa dihapus dari hubungan keluarga besar.

    lingkungn t4 tinggal saya masih kental dgn khurofat,syirik dan bid’ah.
    mereka juga jauh dari sunnah dan ilmu agama yg benar. hanya beragama ikut-ikutan orangtuanya dahulu saja.
    ada ulama juga, mereka berda’wah hanya dgn pendapatnya, jauh dari dalil.

    Bagaimana ustd,,, apa yg harus saya lakukan APABILA SAYA DLM KONDISI DEMIKIAN……..????
    APAKAH cukup mengingkari dalam hati,, sampai da’wah trsbt perlahan -lahan diterima.

    bismillah saya mohon pencerahan dari Ustadz sblum hal itu terjadi.
    jazakallaahukhoiron katsiiro.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Mustofa
      Tetap tidak datang dan berakhlak dengan baik dengan orang-orang yang belum paham dan bersabar dengan segala cibiran dan gangguan yang ada.

      Reply
  45. Mustofa says:
    14 tahun yang lalu

    Bagaimana hubungan dengan teman dan keluarga td ustadz abila terjadi persenjangan hubungan selamanya, tidak lagi mau berhubungan dgn qita ??

    bagaimn bila teman tdi tdk mau menjalin hubungan, melebihi batas 3 hari dgn qita, atau bahkan selama2nya.?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Mustofa
      Jangan terlalu berandai-andai. Apakah ada orang yang tidak mau berhubungan (melakukan hajr) seumur hidup gara-gara tidak datang ulang tahun dan yasinan? Belum terbayang oleh saya. Padahal hidup itu tidak hanya yasinan dan ulang tahun saja, tiap hari kita berinteraksi dengan orang dalam berbagai aktifitas dan kesempatan.
      Andaikan itu terjadi pun, maka orang tersebut telah melakukan hajr yang haram dan ganjarannya antara dia dengan Allah.
      Andai itu terjadi pun, dan jika memang ia sudah dinasehati, maka pasti dia orang yang sangat fanatik parah terhadap acara ulang tahun dan yasinan, maka carilah teman bergaul yang lebih baik.

      Reply
  46. anan says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum yaa Ustadz
    Bagaimana kalau masalah ini terjadi dengan Orang Tua kita sendiri?
    Orang Tua kami marah besar kepada kami karena tidak mengucap selamat ulang tahun.
    Bagaimana nasihat antum untuk kami yaa ustadz?
    jazakalloh

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #anan
      Wa’alaikumussalam, jelaskan kepada orang tua dengan baik dan lemah lembut. Tingkatkan bakti kepada mereka.

      Reply
  47. lalan says:
    13 tahun yang lalu

    assalaamu’alaikum
    ustadz, bagaimana dengan peringatan hari ulang tahun gedung(sekolah, dsb)?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #lalan
      wa’alaikumussalam, sama saja, tidak diperbolehkan.

      Reply
  48. lalan says:
    13 tahun yang lalu

    kalau beralasan untuk ‘kebaikan’, seperti menghayati dan meneladani semangat membangun gedung itu, atau yang lain, seperti semangat perjuangan proklamasi, banyak orang menganggap hal itu untuk ‘kebaikan’ dan bermanfaat untuk masyarakat. apakah hal itu boleh seperti usbu’al murur(pekan lalu lintas) di arab saudi?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #lalan
      Id ada 2 macam, [1] Id yang intinya adalah waktunya, acaranya bisa apa saja [2] Id yang intinya adalah acaranya, waktunya bisa apa saja.
      Id yang terlarang adalah jenis pertama, contohnya ulang tahun, apapun acaranya waktunya harus pada tanggal ulang tahunnya.
      Sedangkan Id jenis kedua hukumnya mubah, misalnya rapat rutin di kantor, piket kelas tiap jum’at pagi, tiap senin siang, pengajian tiap ahad pagi, termasuk juga di sini usbu’ al murur, dan usbu’-usbu’ yang lain.

      Reply
  49. lalan says:
    13 tahun yang lalu

    oh begitu..
    syukron ustadz
    jazakallahukhoiron

    Reply
  50. dany says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamualaikum
    Kalau Hut Muhammadiyah, Hut NU, Hut Hut lainnya jg ga boleh ya?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #dany
      Wa’alaikumussalam, tidak boleh.

      Reply
  51. Ari says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustadz…
    Terimakasih atas tauziyah nya,
    Apakah bisa untuk tauziyah2 di web site ini secara otomatis dapat ter up-date via email (id saya)?…kalau bisa saya mohon terus bimbingan nya melalui auto up date di email saya tersebut. Karna saya jarang ada waktu untuk browsing.
    Terimakasih.
    Wassalam.

    Reply
  52. intan says:
    13 tahun yang lalu

    Subhanallah, terimakasih penjelasannya ustad, ternyata masih banyak hal yang terlarang tapi sering dan umum dilakukan dilingkungan kita.

    Reply
  53. yuli says:
    13 tahun yang lalu

    Asslamualaikum Wr.Wb.
    uztadz afwan mau tanya jikalau kita tidak tahu tapi mengucap kan selamat ulang tahun buat teman itu gmna,,,?
    tapi masalah merayakannya sadah tahu kalu tidak boleh,,,
    itu gmn pak ustazd?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #yuli
      Orang beriman itu ketika mendengar ajaran agama mereka mengatakan sami’an wa atha’na (saya sudah dengar dan saya akan ta’at), sedangkan orang-orang yang celaka mengatakan sami’na wa ‘ashaina (saya sudah dengar dan saya akan langgar).

      Reply
  54. rina says:
    13 tahun yang lalu

    ‎​​​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
    Ustad, apabila saya diberikan kejutan oleh teman2 lalu disaat bersamaan mereka sdh menyusun acara2 yg semua itu tanpa sy ketahui,bagaimana saya harus bersikap dengan banyaknya orang yg berpatisipasi ԃɑ̈n bagaimana menyikapi teman yg tiba2 juga mengucapkan selamat ulang tahun lalu kemudian meminta untuk di traktir makan2, bolehkah saya hanya menyauti bahwa saya akan mentraktir mereka dihari yg lain dengan mengatakan hanya berniat untuk memberikan hadiah makan :), bolehkah ? *niat dalam hati bukan untuk merayakan tapi hanya untuk memenuhi permintaan*. Atau sama saja dengan merayakan?.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #rina
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh
      Tidak boleh merayakannya karena ini maksiat dan pelanggaran dalam agama. Maka kita tidak boleh ridha dan mendukung perbuatan maksiat. Kita juga wajib mengingkari kemungkaran, baik dengan tangan, lisan atau minimal dengan hati.

      Reply
  55. eko says:
    13 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,
    Mau tanya, kalau misalkan di hari kelahiran kita hanya berdo’a sekeluarga dengan maksud mensyukuri nikmat, lalu membagikan makanan ke tetangga sekitar rumah, bagaimana pa ustad?? Karena bulan ini anak saya berulang tahun,tadinya berniat untuk mengadakan syukuran keluarga saja, mohon jawabannya pa.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      Eko
      Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh, yang demikian sama saja merayakan ulang tahun. Anggaplah hari lahir itu sebagaimana hari-hari biasa.

      Reply
  56. Hanifah Nurusyifa says:
    13 tahun yang lalu

    Subhanallah :)

    Reply
  57. Luthfi Assholam says:
    12 tahun yang lalu

    semoga senantiasa bersyukur dan berwibawa dalam menghadapi hari ulang tahun nanti :)

    Reply
  58. Weka Chan says:
    12 tahun yang lalu

    Klo semisal ad shbt dan krbt yg memberikan surprise ulang tahun kpd seseorg, sikap sprti apa yg diambil? Krna tdk mgkn kan menolak kebaikan mrka mski kebaikan tsb bertentangan dgn Islam. Klo mnrma surprise berarti mengiyakan bid’ah, tp klo mnolak mski scra halus psti as segelintir org yg tdk paham dan malah memandang buruk Islam. Mohon penjelsannya

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      12 tahun yang lalu

      ucapkan terima kasih lalu nasehati selanjutnya jangan dilakukan karena tidak diperbolehkan syariat

      Reply
    • Charisse Evanna says:
      12 tahun yang lalu

      menolak dg menjelasknn dg baik n pelan2.. kl perlu mbak rangkai dlu kalimat2nya spy saat mnjelaskn ga bingung.. n kl dia msh menolak atas alasan ‘perhatian’, maka katakanlah bhwa perhatian yg sebenarnya adlh saat qt berani menegur n mengingatkn tman2 qt yg akivitasnya ga islami, spy mreka ga dimurkai Allah di hari Akhir kelak.. spt perhatian n kasih sayang Rasulullah ma sluruh manusia, shg rela dicela, dihina, untuk tetap mendakwahkan jalan kebenaran n cara hidup yang diridhai Allah kpd smua orang.. spy selamat dunia akhirat.. semangat mbak.. :D

      Reply
  59. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    banyak sekali ajaran-ajaran Islam yang sudah tidak diindahkan atau tidak diketahui umat Islam, kalau ditempel di mading desa tidak akan cukup.

    maka berdakwah itu secara perlahan bertahap dan penuh kesabaran

    Reply
  60. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    itu sama saja merayakan ulang tahun

    Reply
  61. Habibi says:
    12 tahun yang lalu

    Kalo mendoakan yg ulang tahun sih gimana?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      12 tahun yang lalu

      Mendoakan sesama Muslim itu baik, namun jangan dipas-paskan dengan hari ulang tahun-nya. Karena itu bentuk lain dari merayakan hari ulang tahun.

      Reply
  62. Ummu Salsabila says:
    12 tahun yang lalu

    assalamu’alaykum warhmatullahi wabarakaatuhu.. afwan, ana ijin share.. dah dicoba bbrp x g bs y share k fb.. jazaakumullaahu khoyroon

    Reply
  63. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    Kita bersyukur Indonesia mereka. namun tidak boleh ikut merayakannya karena acara perayaan yang demikian meniru kebiasaan orang kafir.

    Reply
    • Chelsea says:
      12 tahun yang lalu

      Kalau upacara bendera 17 agustus meniru orang kafir ndak/boleh ndak pak Ustad ???

      Reply
      • Yulian Purnama says:
        12 tahun yang lalu

        Mengenai upacara hukumnya perlu dirinci. Dan upacara memiliki tujuan yang berbeda-beda. Jika upacaranya dalam rangka memperingati ulang tahun, maka ini terlarang.

        Reply
  64. caesar kridha says:
    12 tahun yang lalu

    ijin share :)

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Silakan, Barakallahu fiikum.

      Reply
      • Pamungkas Ady says:
        11 tahun yang lalu

        Assalamualaikum pak ustad..
        Ada seseorang yg pesan baju ke saya, tapi bajunya akan digunakan sebagai hadiah ulang tahun murid les nya.. bagaimana ustad apakah saya boleh menerima pesanan dan membuatkan baju tersebut, atau saya harus menolaknya? Mohon jawaban secepatnya

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          11 tahun yang lalu

          Wa’alaikumussalam.
          Baiknya menolak, moga Allah ganti dg yg lebih baik.

          Reply
  65. mustika says:
    12 tahun yang lalu

    assalamuallaikum ustadz…
    bagaimana kalo membuat kue ulang tahun? apa hukunya ustadz?
    karena terkadang saya mendapat pesanan kue ulang tahun,
    wasalamuallaikum…

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam. Pesanan tersebut tdk diterima.

      Reply
      • mustika says:
        12 tahun yang lalu

        Mohon maaf ustadz, bagaimana jika pesanan untuk kue pernikahan. Dibolehkan atau tidak?
        Pada 10 Nov 2014 11:18, “Disqus” menulis:

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          12 tahun yang lalu

          Pernikahan siapa? Muslim?

          Sent from my iPad Air

          Reply
  66. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    Tidak perlu datang, dan berakhlak baik dengannya di kehidupan sehari-hari.

    Reply
  67. Yulian Purnama says:
    12 tahun yang lalu

    Sama hukumnya

    Reply
  68. Semut Ireng says:
    12 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustadz, agak bingung nih, anak saya msh balita, sekolah di SD IT.
    ada undangan dari teman 1 sekolahnya utk acara ultah.
    apakah hal tersebut dibolehkan mengingat anak saya masih balita dan belum waktunya untuk diajari islam lebih dalam.
    karena setau saya perintah sholat untuk anak stlh umur 7 tahun.
    karena ketika saya ngomong sm istri jg bilangnya “yg penting kn niatnya, lgian dia jg msh kecil”
    Mohon penjelasannya ustadz, jazakallah khoiron.

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam.

      Tetap tdk dibolehkan menghadirinya. Krn jika sjak kecil sdh diajarkan spt itu, ketika besar pun demikian. Juga ia akan ikut2an ingin merayakan ulang tahun sama spt temannya yg ia lihat.
      Jika ia ingin rayakan ulang tahun pula, gimana tanggapan bapak dan ibu?

      Reply
  69. el.sa says:
    12 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustadz,
    1. saya pernah terlanjur makan kue karena yang ngasih tidak mengaku kalo saat itu dia sedang ulang tahun? saya baru tahu stelah beberapa hari setelahnya, hukumnya gimana?
    2. lalu hukumnya syukuran gimana ustad misalnya kita baru dapat kesenangan ( dapat rejeki, naik kelas, juara, dll) lalu kita bagi2 makanan/ kue?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      12 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam,

      1. Kue tersebut halal, terlebih lagi anda tidak tahu itu kue ulang tahun
      2. Syukuran ketika mendapat nikmat yang besar yang sifatnya insidental seperti itu hukumnya boleh, bahkan itu baik.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  70. Agrippin says:
    12 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum warrahamatullaahi wa barakaatuh, Ustadz. Bagaimana jika kita mengucapkan “Barakallahu fii umrik” pada teman kita di hari ulang tahunnya? Apa itu termasuk perayaan? Saya dapat informasi bahwa ucapan tersebut ucapan yg islami. Kemudian, ada ulama yg mengatakan itu tidak boleh diucapkan pada hari ulang tahun, melainkan boleh pada hari lain karena itu merupakan do’a kepada sahabat atas keberkahan umurnya, tidak boleh dikhususkan pada hari ulang tahun. Mohon penjelasannya, Ustadz. Terima kasih, barakallahu fiik. Wassalamu’alaikum warrahmatullaahi wa barakaatuh.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      12 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, benar sekali yang dijelaskan ulama tersebut

      Reply
  71. Siti Hartina says:
    11 tahun yang lalu

    Afwan ustadz, bagaimana menanggapinya klo ada yg mngucapkan ulang tahun kpd kita? Dan bagaimana kata2 yg baik utk mnjlaskannya? Syukron

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      11 tahun yang lalu

      Ucapkan terima kasih dan nasehati untuk lain kali tidak perlu merayakan ulang tahun

      Reply
      • Abu lu'lu' says:
        11 tahun yang lalu

        Afwan.. bagaimana jika ana Ucapkan terima kasih dan mohon maaf karena kita tidak mendoakan kebaikan padanya hanya setahun sekali, namun kita menyayangi dan mencintainya karena Allah maka kita mendoakan kebaikan setiap hari..

        Reply
        • Yulian Purnama says:
          11 tahun yang lalu

          Dalam kasus anda ini yang ulang tahun anda atau teman anda?

          Jika anda yang ulang tahun, cukup ucapkan terima kasih saja jika belum belum bisa menasehatinya.

          Jika yang ulang tahun adalah teman anda, maka tidak perlu melakukan apa-apa, bersikap seperti biasa saja sebagaimana hari biasa. Dan senantiasa tingkatkan akhlak mulia kepadanya dalam bermuamalah.

          Reply
  72. Suharyadi Arif Pujianto says:
    11 tahun yang lalu

    hari ini ulang tahun saya…alhamdulillah saya menemukan artikel ini..ijin share yaa….

    Reply
  73. I Nyoman Bayu says:
    11 tahun yang lalu

    Ustad.. internet, hp, komputer, mobil dulu ga ada lhoo.. hehehe.. yg bikin jg non muslim.. tapi pd pake tuh.. gimana hukumnya..

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      11 tahun yang lalu

      Maaf, siapa yang mengatakan bahwa sesuatu yang dulu tidak ada maka tidak boleh?

      Reply
      • I Nyoman Bayu says:
        11 tahun yang lalu

        Kan Ustadz masukan Hadist ini..
        “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban].. Gimana hadist ini menurut Ustadz.. Tks

        Reply
        • Yulian Purnama says:
          11 tahun yang lalu

          Maaf, hadits yang anda tanyakan itu terkait masalah meniru-niru orang non-Muslim. Sedangkan yang anda tanyakan sebelumnya mengenai hal-hal yang tidak ada di zaman dulu. Jadi ini tidak ada korelasinya.

          Mohon diperjelas dahulu pertanyaan anda, atau baca kembali artikel di atas dengan hati yang jernih dan pikiran yang dingin.

          Reply
          • I Nyoman Bayu says:
            11 tahun yang lalu

            Sy rasa cukup jelas pertanyaan sy. Tp sy coba perjelas lg. Kan dlm Hadist tersebut ditegaskan kata meniru. Maka anda memakai Hadist tersebut agar umat Islam tidak meniru apa2 yg dilakukan oleh non muslim. Nah sementara fasilitas yg sy sebutkan diatas itu dibuat dan jg dipakai oleh non muslim. Pertanyaan sy bagaimana hukumnya? Tks

      • I Nyoman Bayu says:
        11 tahun yang lalu

        Kan Ustadz masukan Hadist ini..
        “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]
        Bagaimana menurut Ustad..?

        Reply
        • Sa'id Abu Ukkasyah says:
          11 tahun yang lalu

          Maksud meniru orang kafir disini adalah meniru dalam hal-hal yang menjadi kekhususan mereka.
          Sedangkan internet, hp, komputer, mobil bukan ciri khas mereka.

          Reply
          • I Nyoman Bayu says:
            11 tahun yang lalu

            Contohnya yg menjadi ciri khas mereka apa? Kan Rasullulah tidak melakukan itu..

          • Sa'id Abu Ukkasyah says:
            11 tahun yang lalu

            1. misalnya: mencontoh mereka memakai kalung salib. Jika seorang muslim yg benar aqidahnya melihat kalung salib akan mengatakan itu ciri khas orang kristen.
            2. “Kan Rasullulah tidak melakukan itu.. “—-? apa maksud kata ” itu”?

          • I Nyoman Bayu says:
            11 tahun yang lalu

            1.Ya kalo kalung salib pastinya umat Islam ga akan pake laah..
            2. Kan anda berpendapat apa2 yg tdk dilakukan Rasulullah ga boleh dilakukan oleh umat Muslim. Dan dipukul rata semuanya. Makanya sy bilang bagaimana dgn fasilitas elektronik yg dibuat oleh orang non muslim. Yg pastinya jaman dl tdk dilakukan oleh Rasulullah..

          • Sa'id Abu Ukkasyah says:
            11 tahun yang lalu

            Mana buktinya kami mengatakan bahwa: ” Kan anda berpendapat apa2 yg tdk dilakukan Rasulullah ga boleh dilakukan oleh umat Muslim. “??
            Saran: membaca sebuah pernyataan perlu kehati-hatian dan ketelitian, jangan tergesa-gesa menyimpulkan. Anda salah paham.

          • I Nyoman Bayu says:
            11 tahun yang lalu

            Jadi yg mejadi kekhususan mereka itu contohnya apa?

          • Sa'id Abu Ukkasyah says:
            11 tahun yang lalu

            Lihat koment sebelumnya

  74. yudi jendra Wibowo says:
    11 tahun yang lalu

    ASSALLAMU’ALAIKUM saudaraku Ya

    Reply
  75. yudi jendra Wibowo says:
    11 tahun yang lalu

    Ringkasnya pengertian bid’ah secara istilah adalah suatu hal yang baru dalam masalah agama setelah agama tersebut sempurna. (Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Al Fairuz Abadiy dalam Basho’iru Dzawit Tamyiz, 2/231, yang dinukil dari Ilmu Ushul Bida’, hal. 26, Dar Ar Royah)

    ## Mobil, HP dan Komputer termasuk Bid’ah?

    Setelah kita mengetahui definisi bid’ah dan mengetahui bahwa setiap bid’ah adalah tercela dan amalannya tertolak, masih ada suatu kerancuan di tengah-tengah masyarakat bahwa berbagai kemajuan teknologi saat ini seperti mobil, komputer, HP dan pesawat dianggap sebagai bid’ah yang tercela. Di antara mereka mengatakan, “Kalau memang bid’ah itu terlarang, kita seharusnya memakai unta saja sebagaimana di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

    Menurut saya perkataan ini muncul karena tidak memahami bid’ah dengan benar. Perlu sekali ditegaskan bahwa yang dimaksudkan dengan bid’ah yang tercela sehingga membuat amalannya tertolak adalah bid’ah dalam agama dan bukanlah perkara baru dalam urusan dunia yang tidak ada contoh sebelumnya seperti komputer dan pesawat.

    Suatu kaedah yang perlu diketahui bahwa untuk perkara non ibadah (’adat), hukum asalnya adalah tidak terlarang (mubah) sampai terdapat larangan. Hal inilah yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (sebagaimana dalam Iqtidho’ Shirotil Mustaqim, 2/86) dan ulama lainnya.

    Asy Syatibi juga mengatakan, “Perkara non ibadah (’adat) yang murni tidak ada unsur ibadah, maka dia bukanlah bid’ah. Namun jika perkara non ibadah tersebut dijadikan ibadah atau diposisikan sebagai ibadah, maka dia bisa termasuk dalam bid’ah.” (Al I’tishom, 1/348)

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Apabila itu adalah perkara dunia kalian, kalian tentu lebih mengetahuinya. Namun, apabila itu adalah perkara agama kalian, kembalikanlah padaku.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengomentari bahwa sanad hadits ini hasan)

    Kesimpulannya: Komputer, HP, pesawat, pabrik-pabrik kimia, berbagai macam kendaraan, dan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, itu semua adalah perkara yang dibolehkan dan tidak termasuk dalam bid’ah yang tercela. Kalau mau kita katakan bid’ah, itu hanyalah bid’ah secara bahasa yaitu perkara baru yang belum ada contoh sebelumn

    Reply
  76. Ummu uwais says:
    7 tahun yang lalu

    Bismillah. Assalamu’alaikum ustadz. Jika kondisinya teman” memberi kejutan kepada kita saat hari ulang tahun kita tapi kita sendiri berkeyakinan untuk tidak merayakan ulang tahun bagaimana sikap kita ustadz. Dan apakah kita juga kena dosanya ustadz?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam, ini menunjukkan anda masih kurang dalam berdakwah kepada teman-teman anda.

      Reply
  77. Fafa says:
    6 tahun yang lalu

    Ustad, saya anggota sebuah ormas Islam M. setiap tahun pasti ada kegiatan “…dalam rangka Milad M ke xx’. Jadi, bagaimana harus disikapi?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Tidak boleh mengikuti

      Reply
  78. Abu Muhammad says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamualaikum warahmatullah…Ustadz Ana Mau bertanya…Bagaimana Dengan Ucapan “Barakallahu fii Umrik”…Apakah ini termasuk bid’ah? Atau Bagaimana? Mohon Penjelasannya Ustadz… Jazakallah Khair

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam warahmatullah, ucapannya tidak bid’ah. Namun jika diucapkan di hari ulang tahun, maka sama saja itu termasuk merayakan ulang tahun.

      Reply
      • Risha says:
        6 tahun yang lalu

        Bismillah, Ustadz, bagaimana jika seorang ibu meminta bantuan anak utk menyiapkan makanan2 snack bingkisan utk dibagi2kan saat adek ultah (dan anak ini baru tahu kalau ultah itu tdk boleh dirayakan). Kalau Ibunya memaksa dan beranggapan ini acara syukuran apa yg harus anak ini lakukan? Jazaakumullaahu khairaa.

        Reply
      • Rahmada says:
        6 tahun yang lalu

        Pa ustadz tolong balas cepat, saya di grup kantor di ucapkan selamat ultah dan terkandung mendoakan yg baik2 apa yang harus saya jawab

        Reply
  79. Renny says:
    6 tahun yang lalu

    Salam Ustadz, saya ada 2 pertanyaa :
    1. kalau mengucapkan selamat mensyukuri usia baru di hari ulang tahun seseorang apakah boleh?
    2.Tujuan sy mengucapkan selamat ulang tahun itu hanya utk mempererat silaturahim, yg sjujurnya sy sndiri kdng lupa mndoakan sodara2 muslim yg lain klo bukan di hari ulang tahun. Sementara Ustadz blg qta bs mndoakan stiap hari/kapanpun. Tujuannya jg cth di grup wa alumni/skolah/sodara klo qta mngucapkan ulang tahun, di satu sisi jd bs lbh mengenal jdnya bs lbh akrab lg

    Mohon pnjelasannya Ustadz

    Jazakallaahu khayran

    Reply
  80. Zayda says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum ustadz, afwan, bagaimanakah hukum menerima kado ulang tahun, yang kado tersebut adalah baik seperti gamis, walaupun teman saya tidak merayakan ulang tahun beliau tetap mendapatkan kado ulang tahun ustadz, mohon penjelasan nya ustadz, syukron jazaakallahu khairon.

    Reply
  81. abu maryam says:
    5 tahun yang lalu

    bismillah
    assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
    mau bertanya ustadz,
    setiap tahun di tempatk saya bekerja di rayakan hari jadi perusahaan atau ultah perusahaan, di hari itu semua karyawan di libur tugaskan tapi tetap hadir ke perusahaan untuk merayakan,
    di acara tersebut, dari pagi sampai sore di bagikan makanan kepada karyawan, dan di akhir acara di bagikan voucher belanja kepada semua karyawan
    pertanyaan saya, apa boleh makan makanan yg ada pada acara tersebut?
    apakah voucher yg di bagikan boleh di gunakan untuj keperluan pribadi?
    jazakumullahu khayran ustadz atas jawabannya

    Reply
  82. Puput says:
    4 tahun yang lalu

    Assalamualaikum. Jika memang ultah itu tidak diperbolehkan namun keluarga tetap mengingatnya, sebaiknya bagiamana yang tepat?. Melakukan di hari yang tidak bertepatan, melakukan di bulan lain, atau melakukannya/mencari saat yang sesuai dengan hari besar agama Islam seperti mengambil acara pada saat hari Jum’at pada bulan tersebut?. Jadi kesannya kita tidak merayakan ultah, namun perayaan islami (Jum’at berkah). Lalu, acara seperti apa yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan?. Karena tidak nyaman jika membuat teguran langsung ultah itu haram karena saya pun sadar diri merupakan junior di keluarga. minimal saya membuat peringatan ini untuk evaluasi semakin tua saya dan tempat berbagi lebih untuk kerabat. Setidaknya bagaimana cara agar tidak nampak menyalahi aturan agama, bukankah sebagai agama Islam memiliki peraturan yang “perlahan-lahan namun pasti” . Saya ingin menerapkan seperti itu, perlahan saya menjauhi Acara yang dilarang saat mengadakan perayaan.

    Reply
    • Donny Abu Nadhif says:
      3 tahun yang lalu

      klo hanya mendoakan supaya sisa umurmu diberkahi Allah dan di beri hidayah supaya lebih giat melakukan ibadah hanya selain Allah gmn usatdz ?

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah