Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Syiah Iran: Revolusi yang Tak Diimpikan

Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., MA. oleh Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., MA.
27 Januari 2017
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah kehidupan umat manusia adalah sebaik-baik guru dan cerminan bagi setiap orang berakal dan berfikir.

Kata orang Arab:

لا تعجبن من هالك كيف هوى – بل فاعجبن من سالم كيف نجا

“Jangan kagum melihat orang yang jatuh binasa bagaimana ia terjatuh, tetapi belajarlah kepada orang yang selamat bagaimana ia selamat.”

Sejarah kejatuhan negeri Iran dari negeri Ahlus Sunnah menjadi negeri para Mullah dengan revolusi yang digulirkan “Imam Besar Spiritual Khumaini” adalah bukti sejarah dari kebenaran sabda Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia dalam bersabar terhadap penguasa yang zalim.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui bahwa kelak akan muncul penguasa-penguasa yang zalim atas rakyatnya, merampas hak-hak mereka dan mengebiri kebebasan mereka, agar ummat tidak tergelincir ke dalam jurang kebinasaan.

Beliau ingatkan kita dengan petuah yang tak ternilai harganya. Lebih indah dari “igauan orang-orang” yang tidak puas dengan warisan Nabinya, masih terpukau dengan wasiat warisan kaum yang telah menumpahkan darah Khalifah Ali bin Abu Thalib -Khawarij-dan yang semisalnya.

Dari Alqamah bin Wa’il al-Hadrami dari ayahnya, ia berkata, “Salamah bin Yazid Al-Ju’fi bertanya kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Nabi… bagaimanakah pandangan tuan sekiranya datang pada kami para penguasa yang menuntut hak-haknya kepada kami, tetapi mengabaikan hak-hak kami atasnya, apakah kiranya titah tuan? Pada kali ketiga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab,

اسمعوا وأطيعوا فإنما عليهم ما حملوا وعليكم ما حملتم

“Dengarkan dan patuhi, sesungguhnya mereka akan ditanyakan tentang apa yang mereka emban dan kalian akan pula ditanyakan atas apa yang kalian emban.” (HR. Muslim)

Lebih jelas lagi, Nabi menggambarkan kelak kemunculan para penguasa berhati iblis dan berwajah manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يكون بعدي أئمة لا يهتدون بهداي ولا يستنون بسنتي،وسيقوم فيهم رجال قلوبهم قلوب الشياطين في جثمان إنس

“Akan datang masanya kelak setelahku para penguasa yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnahku, dan akan ada di antara mereka orang-orang yang berhati syetan dalam wujud manusia.”

Maka Hudzaifah bertanya, “Apa yang harus ku lakukan dikala itu wahai Rasulullah sekiranya aku ada di masa itu?”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

تسمع وتطيع للأمير وإن ضرب ظهرك وأخذ مالك فاسمع وأطع

“Dengar dan patuhi pemimpinmu sekalipun ia mempecut punggungmu dan mengambil hartamu, dengarkan dan patuhi.” (HR. Muslim)

Dengan meninggalkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti seruan musuh-musuh Islam, maka lenyaplah kekuasaan Ahlus Sunnah di Iran, dan hilang menara-menara yang menyerukan “hayya ‘alal falah” berganti dengan seruan “hayya ala khairil amal” (lafadz adzan ala syi’ah, ed).

Puji-pujian kepada para sahabat berganti dengan celaan dan sumpah serapah bahkan cacian dan makian.

Negeri yang pernah mengeluarkan generasi terbaik umat semisal Salman Al-Farisi dari generasi sahabat, dan para ulama-ulama besar semisal Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, Abu Hatim Ar-Razi, Abu Daud, Ibnu Majah, Abu Ja’far At-Thabari, Al-Baihaqi, maupun Imam Al-Bukhari, dan lain-lain, berganti menjadi negeri yang mengeluarkan kaum Munafikun -Rafidhah- menjadi detonator pemicu pemberontakan di berbagai negeri Islam.

Semua bermula dari sepak terjang penguasa tirani Syah Muhamad Reza Fahlevi yang menyengsarakan rakyatnya.

Hal tersebut menginspirasi rakyat untuk memberontak. Seluruh elemen dan kelompok-kelompok di masyarakat, apapun idiologi dan kecenderungannya, lintas mazhab, baik yang Syiah, Ahlus Sunnah, bahkan komunis bersatu padu menghadapi musuh bersama, diktator besar Syah Muhammad Reza Fahlevi.

Untuk mewujudkan mimpi mereka, harus dinobatkan orang yang paling berpengaruh dan paling membenci Syah Iran kala itu. Kesepakatan tegak untuk menobatkan Khomeini sebagai Imam Besar mereka, sebagai simbol perlawanan terhadap penguasa.

Khomeini disanjung setinggi langit sebagai tokoh agama yang zuhud, wara’ , taqwa, tak butuh kekuasaan maupun gemerlap dunia. Seluruh media massa tak kalah menyiarkan berita kehebatannya dapat menyatukan berbagai garda para pejuang yang beraneka ragam.

Janji-janji pun diumbar bahwa ia akan menerapkan syariat Islam bila revolusinya berhasil.

Khomeini menang, Syah tumbang dan dalam waktu singkat berubahlah haluan negeri Ahlus Sunnah itu menjadi negeri yang paling zalim terhadap Ahlus Sunnah. Semua masjid, sekolah, dan madrasah Ahlus Sunnah dihilangkan. Para alim ulama mereka diteror dan dibunuh. Tinggalah negeri Salman Al-Farisi itu kenangan pahit yang tak terlupakan, menjadi tangisan sepanjang zaman atas kecerobohan mempercayai kaum Rafidhah sebagai pimpinan, dan buah dari pemberontakan yang menjadi mimpi buruk para mujahidin yang tertipu.

Sejarah seperti di ataskah yang akan ditiru anak bangsa ini…?

Pemimpin spiritual yang seperti itukah yang menjadi impian anak bangsa ini?

Tak layak seorang muslim terperosok ke dalam lubang yang sama dua kali.

***

Solo, 28 Rabiul Akhir 1438/ 26 Januari 2017

Penulis: Ust. Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc.

Artikel Muslim.or.id

Tags: syiah
ShareTweetPin1
Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., MA.

Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc., MA.

Alumni S1 dari Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia dan S2 dari MEDIU (Medina International University)

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
cara membersihkan najis

Cara Membersihkan Najis

Komentar 4

  1. Musri indra says:
    7 tahun yang lalu

    Bararti pada masa reza shah itu ahlus sunnah masih ada di iran ya tadz.. Tapi dihapuskan ketika pasca revolusi iran oleh syiah rafidhah.

    Reply
  2. Ikhsan Abu Disa says:
    7 tahun yang lalu

    Subhanallah

    Reply
  3. Abdullah Abu Tsabit says:
    1 tahun yang lalu

    Barakallahu fiikum ustadz.

    Reply
  4. Abdullah Abu Tsabit says:
    1 tahun yang lalu

    Barakallahu fiikum ustadz. Semoga Allah beri petunjuk kepada penguasa dan rakyak negeri ini

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah