Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Boleh Mendoakan “Jazakallahu Khairan” Kepada Orang Kafir

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
1 Oktober 2016
di Fatwa Ulama
Share on FacebookShare on Twitter

Dewan fatwa Islamweb dibawah asuhan Syaikh Abdullah Al-Faqih ditanya, “Apakah boleh bagi saya mengucapkan kepada orang kafir doa “Jazakallahu khairan” (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), jika ia telah membantu saya”

Jawaban:

ﻓﺎﻟﺬﻱ ﻳﻈﻬﺮ ـ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ ـ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺣﺮﺝ ﻓﻲ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻟﻠﻜﺎﻓﺮ ﺍﻟﺤﻲ ” ﺟﺰﺍﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮﺍ ” ﻣﻜﺄﻓﺎﺓ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺮﻭﻓﻪ ﺃﺳﺪﺍﻩ ﺇﻟﻴﻪ.
ﻓﺈﻥ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻗﺪ ﻧﺼﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻠﻜﺎﻓﺮ ﺑﺎﻟﻬﺪﺍﻳﺔ ﻟﻺﻳﻤﺎﻥ ﻭﺍﻟﺪﺧﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ، ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻪ ﺑﻤﺼﺎﻟﺢ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﺔ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻭﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﻧﺤﻮ ﺫﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻣﺴﺎﻟﻤﺎ، ﻭﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺠﻮﺯ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻪ ﺑﻪ

Yang nampak lebih tepat menurut kami -wallahu a’lam- adalah tidak mengapa seorang muslim mengucapkan kepada orang kafir yang masih hidup ucapan “Jazakallahu khairan“, Sebagai balasan terhadap perbuatan baik yang ia lakukan padanya.

Para ulama telah menegaskan bahwa boleh berdoa untuk orang kafir berupa hidayah kepada iman dan agar masuk Islam. Demikian juga doa untuk kemashlahatan dunia berupa nikmat harta, anak dan sejenisnya jika mereka termasuk kafir yang tidak memerangi Islam. Ini semua adalah kebaikan dan boleh berdoa untuknya.

Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=136628

***

Penerjemah: dr. Raehanul Bahraen

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya

I‘rab Lā ilāha illallāh dan Pengaruh Maknanya (9)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah