Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bagaimana Akal Menunjukan Keberadaan Allah Ta’ala? (Bag. 2)

Muhammad Singgih Pamungkas oleh Muhammad Singgih Pamungkas
2 Desember 2015
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Ilmu pengetahuan pun membuktikan!
  • Hanya Allah yang layak menciptakan alam semesta
  • Al Qur’an menjelaskan

Ilmu pengetahuan pun membuktikan!

Selain hal tersebut, keberadaan alam semesta dari ketiadaan juga dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Diantara ilmu pengetahuan modern yang menunjukan bahwa alam semesta ini bersifat baru, berasal dari ketiadaan dan akan kembali tiada adalah teori Hukum Termodinamika 2 dan teori Big Bang.

Hukum termodinamika 2 menyatakan bahwa energi panas hanya akan berpindah dari zat yang memiliki suhu temperatur panas menuju ke zat yang memiliki suhu temperatur lebih rendah. Artinya energi kalor hanya bergerak menuju satu arah. Sebagai contoh ketika seekor beruang kutub berada di lautan es, maka kalor dari tubuh beruang kutub tersebut akan berpindah ke es yang berada di bawahnya, dan tidak akan terjadi kalor yang berada dari kutub es berpindah ke tubuh beruang tersebut.

Dengan demikian, suhu kalor di dunia ini akan semakin menurun, dan akan ada satu waktu dimana alam semesta ini kehilangan energi kalor dengan totalitas. Suhu dingin akan mencapai titik beku, yaitu nol derajat. Pada saat itu tidak akan ada lagi energi, sehingga mustahil akan adanya kehidupan. Hal ini menunjukan bahwa alam semesta ini berkaitan dengan waktu. Artinya ada permulaan dan ada akhir dari keberadaan alam semesta ini.

Adapun teori Big Bang menyebutkan bahwasanya keberadaan alam semesta ini berasal dari ledakan yang super dahsyat yang terjadi lebih dari lima belas ribu juta tahun yang lalu. Meskipun hal ini masih bersifat zhan (praduga), belum bisa dipastikan kebenarannya, namun para ilmuan sudah menjadikannya sebagai salah satu bukti ilmiah bahwasanya alam semesta ini bersifat baru. Dan mereka para ilmuan telah memberikan bukti bukti yang sangat banyak yang menunjukan kebenaran teori ini, yang setiap bukti bisa juga di jadikan dalil tersendiri bahwasanya alam semesta ini bersifat baru, berasal dari ketiadaan.

Hanya Allah yang layak menciptakan alam semesta

Setalah kita mengetahui, bahwasanya alam semesta ini bersifat baru. Dan kemudian yang baru pasti ada yang menciptakan. Maka pertanyaan, siapakah yang telah menciptakan alam semesta dari yang tadinya tidak ada menjadi ada?

Jawaban dari pertanyaan ini hanya ada dua kemungkinan; alam semesta sendiri yang telah menciptakan dirinya sendiri, atau Zat lain di luar dari alam semesta yang menciptakannya. Secara logika tidak mungkin alam semesta menciptakan dirinya sendiri. Karena proses penciptaan menghajatkan adanya perbuatan. Sementara jika alam semestanya belum ada, bagaimana dia akan berbuat? Maka tinggal kemungkinan kedua yang berlaku, bahwasanya alam semesta ini telah diciptakan oleh Zat diluar dari alam semesta.

Kemudian Zat yang di luar dari alam semesta juga ada dua kemungkian; bersifat baru juga dan berasal dari ketiadaan, atau Zat yang bersifat azali tanpa permulaan. Jika hal tersebut bersifat baru, maka akan menghajatkan pencipta yang lain karena dia bersifat baru, jika pencipta lain yang menciptakannya juga bersifat baru, akan menghajatkan pencipta yang lain juga, dan begitu seterusnya. Tentu hal ini tidak mungkin, karena akan terjadi tasalsulul hawadits, yaitu kejadian terus menerus yang tidak ada ujungnya. Dan jika seperti ini, maka hasilnya tidak akan ada penciptaan sama sekali. Tidak akan ada alam semesta ini.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Untuk memperjelas hal ini kita umpamakan dengan seorang narapidana yang telah diputuskan hukuman mati. Namun algojo yang bertugas mengeksekusinya tidak bisa melaksanakan tugasnya hingga turun perintah dari atasannya, begitu juga dengan atasannya, tidak bisa memberikan perintah hingga turun perintah dari atasan yang lebih senior darinya, dan begitu seterusnya, setiap atasan tidak bisa memberikan perintah kecuali telah turun perintah dari atasannya yang lebih senior. Maka jika hal ini berlanjut tanpa ada ujungnya maka yang terjadi tidak akan ada eksekusi.

Namun jika ternyata kita mendapatkan narapidana tersebut telah di eksekusi, kita pun mengetahui bahwasanya ada perintah dari atasan tertinggi yang tidak lagi memiliki atasan, sehingga untuk menurunkan perintah, tidak perlu lagi menunggu perintah dari atasannya yang lain.

Begitu juga dengan keberadaan alam semesta ini, menunjukan disana ada Zat yang telah menciptakan. Yaitu mana Zat tersebut bersifat Azali, tanpa permulaan, dan tanpa diciptakan. Dialah Allah ta’ala, Rabb segala makhluk Nya.

Al Qur’an menjelaskan

Meskipun dalil diatas bersifat akal, namun hal tersebut telah termaktub di dalam Al Qur’an. Allah ta’ala dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an mengajak manusia untuk berfikir akan penciptaan manusia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

“Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, sedang ia tidak ada sama sekali?”1

Juga dalam firman Nya (yang artinya),

“dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali.”2

Artinya keberadaan manusia setelah sebelumnya tiada menunjukan keberadaan Allah yang telah menciptakannya.

Begitu juga dengan firman Allah ta’ala (yang artinya),

“Apakah mereka tidak ada yang menciptakan atau apakah mereka menciptakan diri mereka sendiri?!”3

Dalam ayat di atas, Allah ta’ala mengingatkan kita untuk berfikir dengan akal sehat kita, bersandarkan kepada hal yang kita ketahui secara naluri. Bahwasanya penciptaan manusia tidak terlepas dari tiga hal; yang pertama, manusia tidak ada yang menciptakan, dia ada dengan sendirinya. Yang kedua manusia ada karena diciptakan, dan manusia sendirilah yang menciptakannya. Sedangkan yang ketiga, manusia ada karena diciptakan, dan yang menciptakannya adalah Zat selain manusia.

Tidak diragukan lagi, bahwa kemungkinan pertama dan kedua adalah sesuatu yang mustahil. Dan kemustahilannya adalah sesuatu yang sudah terpatri dalam pikiran manusia, tidak lagi memerlukan dalil. Maka yang tersisa hanya kemungkinan yang ketiga; bahwa manusia diciptakan oleh Allah ta’ala. Zat Yang Maha Hidup, Maha Kuasa atas segala sesuatunya, yang telah menciptakan mereka, sehingga layak untuk diibadahi oleh mereka.4

[selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 1

***

Penulis: Muhammad Singgih Pamungkas

Artikel Muslim.or.id

Catatak Kaki:

1 Qs. Maryam : 37

2 Qs. Maryam : 9

3 Qs. At Thur : 35

4 Adhwa’ul Bayan, Muhammad Amin Syinqithi (3/494) dengan sedikit perubahan.

ShareTweetPin
Muhammad Singgih Pamungkas

Muhammad Singgih Pamungkas

Mahasiswa Fakultas Dakwah wa Ushuluddin, Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Bolehkah Memanggil Nama "Abdul Rahman" Dengan “Rahman” Saja?

Komentar 1

  1. fuhah says:
    6 tahun yang lalu

    penciptaan alam semesta, diutuskannya para rosul, diturunkannya kitab cukup sbg bukti adanya Allah swt. sedangkan akal manusia sangatlah terbatas. smg kita termasuk orang2 yg mendapat hidayahNya, Amiin

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah