Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Islam Adalah As Sunnah

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
25 November 2014
di Manhaj
Islam as sunnah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Hakikat Islam
  • Islam Adalah As Sunnah

Imam Hasan bin Ali bin Khalaf Al Barbahari (wafat 369H) rahimahullah dalam Syarhus Sunnah beliau berkata:

اعلموا أن الإسلام هو السنة والسنة هي الإسلام، ولا يقوم أحدهما إلا بالآخر

“ketahuilah bahwa Islam adalah As Sunnah dan As Sunnah adalah Islam, masing-masing tidak dapat berdiri kecuali dengan yang lainnya”

Hakikat Islam

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan ketika menjelaskan ungkapan di atas, beliau berkata: “Islam adalah agama yang dibawa oleh para Rasul ‘alahis shalatu was salam. Semua Rasul datang dengan membawa ajaran Islam. Setiap Nabi berdakwah mengajak kepada Allah dan datang dengan membawa syariat yang berasal dari Allah, dan itulah Islam. Maka hakikat Islam adalah beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla semata di setiap masa sesuai syariat-Nya. Dan Allah menurunkan syariat kepada para Nabi pada setiap masa, kemudian me-nasakh-nya (menghapusnya). Jika suatu syariat sudah di nasakh dengan syariat yang baru, maka dalam keadaan ini, mengamalkan syariat yang baru itulah yang disebut Islam. Hingga akhirnya Allah me-nasakh semua syariat terdahulu dengan syariat yang di bawa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Allah Ta’ala berfirman:

لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

“Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh)” (QS. Ar Ra’du: 38-39)

Maka Islam adalah ajaran yang dibawa para Rasul, berupa dakwah dan amalan sesuai masanya. Hingga akhirnya diutus Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam. Sehingga jadilah Islam itu adalah ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam, bukan ajaran yang selain beliau. Orang yang tetap berada pada agama-agama sebelumnya dan tidak beriman kepada Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam maka ia bukan Muslim. Karena dengan sikapnya itu berarti ia tidak taat kepada Allah dan tidak patuh kepada Rasul-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam, sedangkan ajaran-ajaran yang terdahulu sudah selesai dan di-nasakh. Tetap berpegang pada ajaran yang sudah mansukh bukanlah ajaran agama Allah ‘Azza wa Jalla” (At Ta’liq ‘Ala Syarhis Sunnah lis Syaikh Shalih Al Fauzan, 14).

Islam Adalah As Sunnah

Yang dimaksud As Sunnah dalam hal ini adalah segala yang datang dari Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam baik berupa perkataan, perbuatan, dan persetujuan beliau. Maka ajaran Islam adalah segala yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.

Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَة

“Wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa rasyidin. Gigitlah ia dengan gigi geraham kalian! Dan jauhilah perkara baru yang diada-adakan dalam agama. Karena setiap perkara yang diada-adakan dalam agama itu adalah bidah, dan setiap bidah itu adalah kesesatan” (HR. Abu Dawud no.4607 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

Syaikh Nashir bin Abdul Karim Al ‘Aql berkata: “As Sunnah tidak bisa tegak kecuali dengan patuh dan pasrah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dan tidak sempurna patuh dan pasrah kepada Allah kecuali dengan beramal sesuai As Sunnah. Ini adalah ungkapan ringkas yang menjelaskan makna Islam dengan padat. Dan ungkapan ini membuat kita berhenti sejenak untuk merunut makna As Sunnah yang merupakan cabang dari makna umum di atas. As Sunnah itu memiliki beberapa makna dan yang paling pertama adalah makna yang dibawakan Al Barbahari tersebut, yaitu bahwa As Sunnah adalah Islam secara mujmal. Yaitu segala ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam baik secara global maupun rinci, itu adalah As Sunnah” (At Ta’liq ‘Ala Syarhis Sunnah lis Syaikh Nashir Al Aql, 1/3).

Syaikh Shalih Al Fauzan menyatakan: “Islam tidak bisa tegak kecuali dengan As Sunnah dan As Sunnah tidak bisa tegak kecuali dengan ber-Islam. Orang yang mengaku Islam tapi tidak mau mengamalkan As Sunnah, yaitu ajaran Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, maka dia bukan Muslim. Dan orang yang mengamalkan As Sunnah namun tidak berserah diri kepada Allah maka juga bukan Muslim walaupun ia mengetahui As Sunnah. Maka wajib menggabungkan keduanya” (At Ta’liq ‘Ala Syarhis Sunnah lis Syaikh Shalih Al Fauzan, 14-15).

Maka jika mendengar slogan “dakwah kepada As Sunnah” atau “dakwah sunnah” maka maknanya adalah dakwah kepada Islam yang shahihah; Islam yang benar sesuai As Sunnah; Islam yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Karena As Sunnah adalah Islam itu sendiri.

Wallahu waliyyut taufiq.

—

Penulis: Yulian Purnama

Artikel Muslim.Or.Id

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Prinsip-Prinsip Manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah (Bag. 1)

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
9 Juli 2026
0

Di tengah banyaknya perpecahan, munculnya banyak kelompok yang menyimpang, dan pemikiran yang saling mengklaim berada di atas kebenaran, seorang muslim...

Benarkah Kaidah: “Semakin Banyak Ilmu, Semakin Sedikit Menyalahkan”?

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
18 Mei 2026
0

Tersebar di tengah masyarakat perkataan: “Semakin banyak ilmu, akan semakin sedikit menyalahkan.” Kaidah tersebut dalam bahasa Arab berbunyi: مَنْ كَثُرَ عِلْمُهُ...

Menjawab Syubhat: “Jika Perkataan Ulama Bukan Dalil, Perkataan Kamu Lebih Bukan Dalil”

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
17 Mei 2026
0

Terkadang ketika kita menasihati seseorang untuk tidak taklid buta kepada pendapat ulama dan kembali kepada dalil Al-Qur'an dan As-Sunah, biasanya...

Artikel Selanjutnya
Terima Kasih Guru

Terima Kasih Guru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah