Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Penjelasan Doa “Rabbana Taqabbal Minna Innaka Antas Sami’ul ‘Alim”

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST. oleh Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.
5 November 2014
di Doa dan Zikir
pondok pesantren madinatul quran
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam Al Qur’an diceritakan, Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimas salam ketika membangun Ka’bah mereka berdoa,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang“. (QS. Al-Baqarah: 127-128).

Dalam do’a ini terdapat beberapa faidah di antaranya:

Pertama, diterimanya amal shalih merupakan fokus perhatian seorang hamba yang shalih. Perhatikan bagaimana nabi Allah, Ibrahim ‘alaihi as-salam, pribadi yang disifati Allah sebagai seorang teladan, tunduk kepada Allah lagi hanif, tetap meminta kepada Allah agar amalnya dapat diterima. Dan amal shalih dapat diterima ketika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas dan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan syari’at.

Kedua, Ayat ini menunjukkan seorang hamba hendaknya senantiasa memohon kepada Allah agar menerima amal ibadah selepas dia mengerjakannya. Rasul pun selepas shalat senantiasa beristighfar sebanyak tiga kali. Demikian pula, selepas mengerjakan shalat Subuh beliau sering mengucapkan do’a,

اللّهمَّ إنّي أسألك علماً نافعاً، ‏ورزقاً طيباً، وعملاً مُتقبّلاً

“Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal ibadah yang (Engkau) terima.” (HR. Ibnu Majah)

Ketiga, kebaliknya, hal ini menunjukkan agar kita juga memohon perlindungan kepada Allah dari segala bentuk amal ibadah yang tidak diterima oleh-Nya, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengucapkan do’a,

اللّهمّ إنّي أعوذ بك من علم لا ينفع، ومن عمل لا يُرفع

“Ya Allah sesugguhnya saya berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan amal ibadah yang tidak diterima.” (HR. An-Nasaai, Ahmad, al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Ketiga, seorang hamba ketika beribadah kepada Rabb-nya hendaknya menyeimbangkan antara rasa khauf (takut akan siksa) dan rajaa (mengharap akan pahala). Jangan sampai rasa khauf mendominasi sehingga berujung pada keputusasaan, tidak pula didominasi rasa rajaa karena akan menghantarkan pada sikap ghurur, tertipu akan amal ibadah yang telah dilakukan, sehingga merasa yakin amal ibadahnya telah diterima oleh Allah ta’ala dan merasa aman dari makar Allah terhadap dirinya.

Keempat, bertawassul kepada Allah dengan nama dan sifat-Nya hendaknya disesuaikan dengan tuntutan dan permintaan hamba. Dalam do’a nabi Ibrahim ‘alaihi as-salam di atas, terdapat beberapa nama Allah ta’ala, yaitu:

السَّمِيعُ dan الْعَلِيمُ menunjukkan bahwa Allah memiliki pendengaran dan ilmu sesuai keagungan-Nya. Dia-lah zat yang Maha Mendengar seluruh perkataan hamba, termasuk do’a yang mereka panjatkan dan begitu pula Dia-lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang terkandung dalam hati hamba-Nya, seberapa besar kadar ketundukan dan ketaatan kepada-Nya, dalam perkataan dan perbuatan. Dia-lah Yang Maha Mengetahui motivasi setiap hamba dalam mengerjakan suatu amal ibadah. Tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi dari-Nya;

التَّوَّابُ dan الرَّحِيم selaras dengan kondisi hamba yang menunjukkan betapa hebatnya amal ibadah yang dikerjakan, seorang hamba tentu tidak akan terlepas dari sifat lalai sehingga dirinya membutuhkan pengampunan dan kasih sayang dari Rabb-nya agar sudi menerima amal ibadah yang dia kerjakan. Oleh karenanya, nabi Ibrahim ‘alaihi as-salam menutup do’anya dengan memohon ampunan kepada Allah ta’ala, التَّوَّابُ, Yang Maha Mengampuni segala dosa hamba yang bertaubat kepada-Nya. Demikian pula Dia-lah الرَّحِيم, Yang Maha Menyayangi setiap hamba yang beriman kepada-Nya;

Kelima, senantiasa bersikap tawadlu’ (rendah hati) ketika mengerjakan suatu amal ibadah, betapa pun agungnya amal ibadah yang tengah dikerjakan. Dapat kita lihat, nabi Ibrahim ‘alaihi as-salam adalah seorang nabi, begitu pula amal ibadah yang beliau kerjakan merupakan ibadah yang diperintahkan langsung oleh Allah ta’ala, meski demikian beliau tetap memohon agar ibadah beliau diterima dan tetap memohon ampunan kepada-Nya. Ketika Wuhaib ibn a-Ward membaca ayat ini, beliau menangis dan berujar,

يا خليل الرحمن، ترفع قوائم بيت الرحمن وأنت مشفق أن لا يتقبل منك؟

“Wahai kekasih ar-Rahman, engkau telah membangun pondasi Baitullah, namun engkau masih saja takut amalan tersebut tidak diterima.” (Tafsir Ibn Katsir 1/254)

Bandingkan dengan kondisi kita?

Keenam, do’a merupakan “pelarian” dan tujuan para Nabi dan Rasul. Di setiap kondisi, seorang hamba tidak akan mungkin terlepas darinya;

Ketujuh, berbangga atas amal yang dikerjakan mampu mengurangi atau bahkan membatalkan pahala seorang hamba;

Kedelapan, pentingnya memohon kepada Allah agar diteguhkan di atas agama Islam, baik secara zahir maupun batin;

Kesembilan, hendaknya menyertakan keturunan kita dalam do’a yang dipanjatkan agar mereka juga turut memperoleh kebaikan;

Kesepuluh, diulang-ulangnya lafadz ربنا menunjukkan betapa butuhnya seorang hamba kepada Rabb-nya. Kata Rabb digunakan karena pengabulan doa termasuk ke dalam kekhususan rububiyah Allah, di dalamnya terkandung makna tarbiyah (pemeliharaan), ishlah (perbaikan) dan tadbir (pengaturan). (Tafsir Surat al-Baqarah 2/58)

Demikian pula, penggunaan kata Rabb karena sang hamba tengah membutuhkan sifat rububiyah Allah yang sesuai dengan bentuk ‘inayah (pertolongan) yang diinginkan. (Tafsir Surat al-Baqarah 2/58)

***

11 Muharram 1436 H

Penulis: M. Ichwan Nur Muslim

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta,

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya

Berdakwah Dengan Cara Luqmaniy

Komentar 5

  1. Dhea says:
    5 tahun yang lalu

    Terimakasih Ya kk M.ichwan saya yg sakit sudah lumayan lama setelah baca ini artikel jadi merasa kembali sehat Alhamdulillah semoga amin yaAllah

    Reply
  2. Aunur says:
    5 tahun yang lalu

    Masyaallah, ijin save min. Barakallah… :)

    Reply
  3. Muhammad Raihan Adhika says:
    4 tahun yang lalu

    Barakallahu Fiikum

    Reply
  4. Abba says:
    4 tahun yang lalu

    Kenapa susah nak dapat bahasa melayu.selalu nya dapat english saja walaupun taip malay dan lagi selalu bahgian melayu dah lah sedikit tapi semua kabus(blurr).harap maklum dan trm ksh

    Reply
  5. Yahya Kusuma says:
    10 bulan yang lalu

    Terimakasih Ustadz atas ilmunya, Sehat selalu hingga dapat memberikan kemudahan untuk berbuat lebih baik dimuka bumi buat kendaraan akhirat.. aamiin Ya Robb

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah