Hadits Tentang Haji 04: Wanita yang Berhaji Tanpa Mahram, Sah Namun Berdosa – Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Hadits Tentang Haji 04: Wanita yang Berhaji Tanpa Mahram, Sah Namun Berdosa

Bagaimana hukum wanita yang berhaji tanpa mahram? Sahkah? Berdosakah? Apakah dibolehkan seorang istri berangkat haji sendiri tanpa ditemani oleh suami?

7614 0
safar_haji_mahram

Mahram Haji Hukum Haji Tanpa Mahram Hukum Wanita Haji Tanpa Mahram Hukum Haji Bagi Perempuan Hukum Wanita Berhaji Tanpa Muhrim

Bagaimana hukum wanita yang berhaji tanpa mahram? Sahkah? Berdosakah? Apakah dibolehkan seorang istri berangkat haji sendiri tanpa ditemani oleh suami?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا حُرْمَةٌ

Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar) sejauh perjalanan sehari semalam kecuali dengan mahramnya.” (HR. Bukhari no. 1088 dan Muslim no. 1339)

Dalam lafazh Muslim disebutkan,

لاَ يَحِلُّ لاِمْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيرَةَ يَوْمٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh melakukan perjalanan jauh (safar) sejauh perjalanan sehari kecuali jika bersama mahramnya.” (HR. Muslim no. 1339).

Hadits di atas mengandung faedah, hukumnya haram jika wanita bersafar (menempuh perjalanan jauh) tanpa adanya mahram. Itu berarti siapa yang tidak mendapatkan mahramnya, maka ia haram melakukan safar, apa pun safarnya termasuk safar ibadah.

Dipersyaratkan wanita harus memiliki mahram untuk melakukan safar haji. Jika wanita tidak memiliki mahram yang menemaninya, maka gugur kewajiban haji untuknya (walau wanita tersebut mampu secara finansial dan fisik, -pen). Inilah pendapat mayoritas ulama yang menyelisihi pendapat sebagian ulama Malikiyah dan pendapat Syafi’iyah. Mereka berpendapat bahwa cukup bersafar dengan orang yang dapat memberikan rasa aman. Namun syarat ini bertentangan dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Kecuali bersama mahramnya.” Demikian penjelasan guru kami, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri dalam Syarh Umdatil Fiqh, hal. 471.

Dipersyaratkan mahram haruslah: (1) baligh, (2) berakal, (3) wanita terus dalam pengawasan mahram. Sehingga tidak boleh mahram ini digantikan dengan yang bukan mahram.

Siapa yang jadi mahram di sini? Yaitu suami, yang menjadi mahram selamanya (ta’bid), mahram karena nasab atau mahram karena sebab persusuan.

Apakah haji dari wanita yang berhaji tanpa mahram itu sah?

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Menurut Syaikh As Sa’di, pendapat yang lebih kuat adalah hajinya sah, namun ia melakukan dosa besar.

Semoga bermanfaat. Semoga Allah menganugerahkan ketakwaan pada kita sekalian.

 

Referensi:

Syarh ‘Umdatil Ahkam, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Darut Tauhid, cetakan pertama, tahun 1431 H, hal. 400-401.

Syarh ‘Umdatil Ahkam, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri, terbitan Kunuz Isybiliya, cetakan pertama, tahun 1429 H.

Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, di pagi hari penuh berkah, 14 Dzulqo’dah 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id


Dukung pendidikan Islam yang berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus shalih dengan mendukung pembangunan SDIT YaaBunayya Yogyakarta http://bit.ly/YaaBunayya  

Berhaji Tanpa Mahram Mahram Haji Bagi Perempuan Batasan Safar Bagi Wanita Hadits Nabi Tentang Wanita Yang Berhaji Haji Bagi Wanita

In this article

Join the Conversation

Shares