Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Mengucapkan Tasbih, Tahmid, Takbir Setelah Shalat Wajib

Muhammad Rezki Hr, ST., M.Eng oleh Muhammad Rezki Hr, ST., M.Eng
7 Juli 2014
di Doa dan Zikir
Bacaan Tasbih
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pertama
  • Kedua
  • Ketiga
  • Keempat
  • Kelima
  • Keenam
  • Yang mana yang lebih afdhol untuk diamalkan?

Di antara aktifitas dzikir yang bisa dilakukan oleh seorang muslim setelah shalat fardhu adalah dengan bacaan tasbih, tahmid, dan takbir. Yang dimaksud dengan bertasbih adalah mengucapkan “subhanallah (سبحان الله)”, dan bertahmid adalah mengucapkan “alhamdulillah (الحمد لله)”, sedangkan bertakbir mengucapkan “Allahu-akbar (الله أكبر)”. Lalu, bagaimana caranya mengucapkan kalimat-kalimat dzikir tersebut? Berapa kali masing-masing harus diucapkan?

Dr. Sa’id Al Qohtoni dalam catatannya untuk kitab Syarh Hishnul Muslim (145-146), menjelaskan bahwa terdapat enam cara yang bisa dilakukan dalam melafalkan dzikir-dzikir tersebut. Keenam cara tersebut merupakan cara yang sah diajarkan oleh Nabi karena berasal dari hadis-hadis yang sahih. Berikut keenam cara tersebut.

Pertama

Cara yang pertama adalah dengan membaca subhanallah sebanyak 33x, alhamdulillah sebanyak 33x, dan allahu-akbar sebanyak 33x, lalu ditutup dengan kalimat

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

/laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir/

Cara pertama ini berdasarkan hadis yang diriwayatkatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.” (HR. Muslim no. 597).

Kedua

Bacaan tasbih, tahmid, takbir yang kedua adalah dengan membaca subhanallah sebanyak 33x, alhamdulillah sebanyak 33x, dan allahu-akbar sebanyak 34x.

Cara ini berdasarakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dimana Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

معقبات لا يخيب قائلهن أو فاعلهن دبر كل صلاة مكتوبة ثلاث وثلاثون تسبيحة وثلاث وثلاثون تحميدة وأربع وثلاثون تكبيرة

“Ada beberapa amalan penyerta yang barangsiapa mengucapkannya atau melakukannya setelah usai shalat wajib maka dirinya tidak akan merugi, yaitu bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 34x.” (HR. Muslim no. 596).

Ketiga

Cara yang ketiga adalah dengan membaca kalimat “subhanallah, walhamdulillah, wallahu-akbar” sekaligus sebanyak 33x.

Cara ketiga ini dilandaskan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang mengisahkan bagaimana Rasulullah menanggapi keluhan orang-orang miskin yang merasa kalah beramal dengan orang-orang kaya karena harta mereka. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أفلا أعلمكم شيئا تدركون به من سبقكم وتسبقون به من بعدكم ولا يكون أحد أفضل منكم إلا من صنع مثل ما صنعتم قالوا بلى يا رسول الله قال تسبحون وتحمدون وتكبرون خلف كل صلاة ثلاثا وثلاثين

“Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?” Mereka (para orang miskin) menjawab: “tentu, ya Rasulullah”. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam kemudian menjelaskan: “kalian bertsabih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.” (HR. Bukhari no. 843 dan HR. Muslim no. 595).

Keempat

Cara yang keempat adalah dengan mengucapkan subhanallah sebanyak 10x, alhamdulillah sebanyak 10x, dan allahu-akbar sebanyak 10x.

Bacaan tasbih, tahmid, takbir yang keempat ini dilandaskan pada hadis yang bercerita tentang kisah yang sama dengan hadis di atas, hanya saja diriwayatakan dengan kandungan dan jalur yang berbeda oleh Imam Bukhari. Dalam hadis ini Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَفَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَمْرٍ تُدْرِكُونَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ وَتَسْبِقُونَ مَنْ جَاءَ بَعْدَكُمْ وَلَا يَأْتِي أَحَدٌ بِمِثْلِ مَا جِئْتُمْ بِهِ إِلَّا مَنْ جَاءَ بِمِثْلِهِ تُسَبِّحُونَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَتَحْمَدُونَ عَشْرًا وَتُكَبِّرُونَ عَشْرًا

“Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan? Yaitu kalian bertasbih sebanyak 10x, bertahmid sebanyak 10x, dan bertakbir sebanyak 10x.” (HR. Bukhari no. 6329).

Kelima

Cara kelima yaitu dengan membaca subhanallah sebanyak 11x, alhamdulillah sebanyak 11x, dan allahu-akbar sebanyak 11x.

Hadis yang menjadi landasan cara kelima ini adalah hadis yang sama dengan hadis Muslim no. 595 di atas. Hanya saja pada akhir riwayat tersebut, terdapat tambahan keterangan dari salah seorang periwayatnya yang bernama Suhail.

وزاد في الحديث يقول سهيل إحدى عشرة إحدى عشرة فجميع ذلك كله ثلاثة وثلاثون

“Terdapat tambahan pada hadis tersebut, dimana Suhail berkata: masing-masing (tasbih, tahmid, dan takbir) berjumlah sebelas kali, sehingga total seluruhnya menjadi 33x.” (HR. Muslim no. 595).

Keenam

Cara keenam adalah dengan membaca kalimat “subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu-akbar” sekaligus sebanyak 25x.

Bacaan tasbih, tahmid, tahlil, takbir yang keenam ini berdasarkan hadis yang mengisahkan tentang seorang sahabat Anshor yang bermimpi mengenai cara berdzikir yang kemudian disetujui oleh Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Dalam mimpi tersebut ada yang berkata,

سبحوا خمسا وعشرين واحمدوا خمسا وعشرين وكبروا خمسا وعشرين وهللوا خمسا وعشرين فتلك مائة

“Bertasbihlah 25x, bertahmidlah 25x, bertakbirlah 25x, dan bertahlillah 25x, maka totalnya menjadi 100x.”

Pada pagi harinya, sahabat tersebut mengabarkan tentang mimpinya kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun bersabda,

افعلوا كما قال الأنصاري

“Lakukanlah sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Anshor ini.” (HR. An Nasa-i no. 1351).

Yang mana yang lebih afdhol untuk diamalkan?

Dikarenakan keenam cara tersebut sah datangnya dari Nabi, maka sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Sa’id Al Qohtoni, yang paling afdhol untuk diamalkan adalah dengan secara bergantian mengamalkan cara yang ada. Terkadang berdzikir dengan cara pertama, terkadang dengan cara kedua, terkadang dengan cara ketiga, dst. Dengan demikian kita akan mengamalkan dan menghidupkan sunnah Nabi dengan lebih komprehensif.

Demikian pembahasan singkat ini. Semoga lisan kita senantiasa dimudahkan untuk berdzikir kepada Allah. Wallahua’lam.

Baca juga: Macam-macam Doa Iftitah

—

Penulis: Muhammad Rezki Hr, ST., M.Eng
Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Muhammad Rezki Hr, ST., M.Eng

Muhammad Rezki Hr, ST., M.Eng

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
Hukum Pemilu Pilpres

Hukum Pemilu / Pilpres (3) : Syubhat dan Sanggahannya

Komentar 21

  1. Dadan Dj says:
    12 tahun yang lalu

    apakah menghitung zikir dengan menggunakan tasbih di perbolehkan ?

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Boleh menurut sebagian ulama.

      Reply
  2. rini says:
    12 tahun yang lalu

    afwan, hadits yang ustadz tulis sebagai contoh: Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu……..(HR. Muslim no. 597). kemudian saya dapati dari referensi hadits online http://id.lidwa.com/app/ dalam HR.Muslim No.597 isinya: … Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyemprotkan air di wajahnya dari sumur mereka- mengabarkan kepadanya bahwa Ubadah bin ash-Shamit mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Ummu Qur’an.” Dan telah menceritakan kepada kami tentangnya Ishaq bin Ibrahim dan Abd bin Humaid keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari az-Zuhri dengan sanad semisalnya, dan menambahkan, “Atau lebih banyak.”
    disini didapati berbeda kalimat haditsnya. dan masih banyak lagi hadits lainnya yang berbeda nomor dari web hadits online ini. apakah sumber dari web lidwa ini bisa dipercaya? atau memang ada beberapa kitab hadits yang berbeda termasuk juga penomorannya.
    Jazakallahu Khairan

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      12 tahun yang lalu

      Lidwa tdk memakai nomor standar untuk penomoran hadits.

      Reply
  3. Enang Sumarna Esakomputersuban says:
    12 tahun yang lalu

    Subhanalloh… Jazakalloh Khairan katsiraa ustadz,,,, oya untuk temen2 silakan main-main ke (klik) BLOG SAYA

    Reply
  4. anggie says:
    12 tahun yang lalu

    asalamualaikum pak ustad, saya mau bertanya ttg wirid2 yg ada di masyarakat, misalnya wirid Al-Ikhlash xxx kali maka akan begin/begitu, atau wirid ayat Al-Kursi sekial kali akan mendapat ini/itu. apakah ini di ajari Nabi atau apa ada dalilnya.

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      12 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam,
      1. Kaidahnya: Hukum asal ibadah itu haram sampai ada dalilnya,jadi seorang muslim tidaklah berani mengerjakan suatu ibadah sampai ada dalilnya.
      Maka sebenarnya yang lebih pas ditanya “Apa ada dalilnya?” adalah yang berani mengerjakan wirid itu.
      2. Banyak wirid-wirid yang semacam itu(dengan jumlah tertentu dan kegunaan/keutamaan tertentu) yang tidak ada dalilnya yg shohih.
      3. Namun ada sebagian dzikir yg semacam itu yg memang ada dalilnya yang shohih (bs diterima scr ilmiyyah),seperti: membaca 3 Surat (Al-Ikhlash,Al-Falaq,An-Nas) sebanyak 3 kali tiap pagi&sore dan keutamaanya.
      Jadi kaedahnya: Selama ada dalilnya yg shohih,maka kita terima

      Reply
  5. Feira says:
    7 tahun yang lalu

    Apakah kalau doa harus menghadap kiblat!!

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Hukumnya sunnah

      Reply
  6. Andika says:
    7 tahun yang lalu

    Ustad doa setelah sholat wajib bagusnya yang mana ustadz

    Reply
  7. Sanuh says:
    7 tahun yang lalu

    Apakah pergi haji menggunakan pesawat buatan orang kafir itu haram ustad?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Tidak

      Reply
  8. tisa says:
    7 tahun yang lalu

    Mohon maaf sebelumnya… Baru baca artikel ini, semoga berkenan membalas komen saya ini. Untuk cara yang pertama, saya kok membaca tulisan arab dan latinnya beda ya? Contohnya : di tulisan arab ada tulisan la hu la hu mulku tapi di latinnya lahul mulku, dan masih ada lagi sih…

    Saya tidak terlalu fasih dalam membaca/mengaji, makanya saya mau tanyakan, jadi yang benar yang mana ya ustad? Tulisan arabnya atau latinnya? Terima kasih

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Yang benar tentu Arabnya

      Reply
  9. Mufti says:
    6 tahun yang lalu

    Bismillah.
    Maaf baru baca jg. Di mn letak salahnya? Nggak ada tuh.
    Di tulisan Arab dan latinnya sama kok.
    … Laa syariika lahu (diwaqofkan/dihentikan) jadi … Laa syariika lah. Lahulmulku walahulhamdu (bukan *walalhulhamdu*, ada kesalahan ketik, kelebihan satu huruf “L”)… dst.
    Nggak ada yg salah tuh selain yg salah ketik kelebihan satu huruf “L” itu doang.
    Wallahu a’lam bishshowaab.

    Reply
  10. yuliana says:
    6 tahun yang lalu

    assalamualikum ustadz…
    mau tnya sy ikut islam NU jika sholat subuh tidak menggunakan qunnut apa boleh?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam, yang diikuti itu bukan tuntunan NU tapi tuntunan Rasulullah.

      Reply
  11. Dwi Bagus says:
    5 tahun yang lalu

    Assalamualaikum..
    Ust mau tanya. Untuk bacaan di sela2 tasbih, tahmid, takbir itu biasanya gimana ya ust.? Biar enak nyambungnya

    Reply
  12. Hamba Allah says:
    4 tahun yang lalu

    Ustadz apakah boleh mengamalkan dzikir setelah sholat (tasbihat) secara rutin?
    Dzikirnya lumayan panjang dan biasa disebut tasbihat

    Jazakumullahu khayran

    Reply
  13. hisnul says:
    10 bulan yang lalu

    assalamualaikum pak ustadz
    saya mau nanya, selama ini saya terbiasa sehabis sholat membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir sekaligus sebanyak 33 x, kira2 yg saya lakukan ini melanggar norma gak? apa mesti dibaca terpisah masing2 33 x (tasbih 33 x, lalu lanjut tahmid 33 x dan seterusnya) atau saya boleh melafalkannya sekaligus sebanyak 33 x?
    Jazakumullahu khayran
    Mohon jawaban dan masukannya

    Reply
    • M. Saifudin Hakim says:
      10 bulan yang lalu

      InsyaAllah tidak apa-apa, ada hadis yang menyebutkan digabungnya bacaan tasbih, tahmid, dan takbir.

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah