Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Malam Dengan Mendengar, Siang Dengan Melihat

Abu Yazid Nurdin oleh Abu Yazid Nurdin
23 Maret 2014
di Al-Qur'an
Malam Mendengar, Siang Melihat

Malam Dengan Mendengar, Siang Dengan Melihat

Share on FacebookShare on Twitter

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ (71) قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (72)

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Terangkanlah kepadaku jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan bagi kalian sinar yang terang, maka apakah kalian tidak mendengar?

Katakanlah (wahai Muhammad): “Terangkanlah kepadaku jika Allah menjadikan untuk kalian siang itu terus-menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan bagi kalian malam supaya kalian beristirahat di dalamnya, maka apakah kalian tidak melihat?” (QS. Al-Qashash: 71-72)

Ketika saya mendengar imam membaca ayat ini, saya langsung berpikir kenapa الليل , kemudian أفلا تسمعون. Kenapa النهار , kemudian أفلا تبصرون.

Ternyata sungguh Allah telah memudahkan Al-Qur’an untuk dihafalkan, namun siapakah orangnya yang mau mengingat dan mengambil pelajaran?!

Allah berfirman (yang artinya): “…jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus…“. Yang mendengarkan ayat ini, tentunya membayangkan malam yang gelap yang tak pernah tergantikan dengan siang. Lalu diakhiri dengan pertanyaan “Apakah kalian tidak mendengar?“.

Ya Allah, betapa agung kalam-Mu! Sungguh tepat penutup ayat ini, karena di malam hari kekuatan pendengaran lebih dominan daripada kekuatan penglihatan. Kalaulah ditutup dengan “Apakah kalian tidak melihat?“. Mungkin orang-orang kafir akan menertawakan Nabi kita -Muhammad- shallallaahu ‘alaihi wa sallam sambil mengatakan, “Ya jelas kami tidak bisa melihat, karena malam gelap.”

Begitu pula dengan ayat berikutnya, ketika Allah berfirman (yang artinya): “… jika Allah menjadikan untuk kalian siang itu terus-menerus…“.

Coba bayangkan siang terus-menerus tak pernah tergantikan dengan malam, lalu diakhiri dengan pertanyaan “Apakah kalian tidak melihat?”. Sungguh tepat dan pas sekali, karena memang di siang hari kekuatan penglihatan lebih dominan daripada kekuatan pendengaran.

Dengan demikian menjadi mudahlah bagi para penuntut ilmu dalam menghafal Al-Qur’an. Khususnya jika bertepatan dengan membaca ayat ini, maka jika الليل سرمدا maka akhirnya أفلا تسمعون, sedangkan jika النهار سرمدا maka akhirnya أفلا تبصرون.

Mudah, bukan? Ayo menghafal.

 

Referensi: kitab Taisir Karimir Rahman

—

Penulis: Ustadz Abu Yazid Nurdin

Artikel Muslim.Or.Id

Tags: tafsir
ShareTweetPin
Abu Yazid Nurdin

Abu Yazid Nurdin

Alumnus dan mantan pengajar Ma'had Al Ilmy Yogyakarta, pernah bermulazamah dengan Syaikh Abdul Karim bin Sa'ad Asy Syawway di Riyadh, alumnus Fakultas Syari'ah Univ. Islam Muhammad bin Su'ud, Riyadh, staf pengajar PP Tunas Ilmu, Purbalingga, pimpinan PP An Naba', Kalibagor, Banyumas

Artikel Terkait

Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 4): Balasan atas Buruknya Perilaku Orang Kafir Kepada Kaum Muslimin di Dunia

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
2 Oktober 2026
0

Pada tafsir sebelumnya, kita telah membaca bagaimana balasan kebaikan yang Allah janjikan bagi jiwa-jiwa yang taat, serta berbuat kebaikan untuk...

Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 3): Berlombalah, Raih Kenikmatan Surga Allah

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
26 September 2026
0

Pada bagian kedua tadabbur surah ini, kita telah membaca bagaimana akhir kisah dari orang-orang yang durhaka, durhaka kepada Allah dengan...

Tafsir Surah Al-Mutaffifin (Bag. 2): Akhir Kisah Para Fujjar, Orang-orang Durhaka

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
21 September 2026
0

Pada tulisan kedua dari surah Al-Mutaffifin ini, Allah berbicara kepada kita tentang bagaimana akhir hidup para pendosa, orang-orang yang mendurhakai...

Artikel Selanjutnya
tradisi bangsa yahudi

Tanya Jawab Fiqih Muamalah Bersama Ustadz Aris Munandar (2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah