Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bermuamalah Dengan Orang Syi’ah

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK oleh dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK
26 Februari 2014
di Akidah
Share on FacebookShare on Twitter

Masih ada beberapa segelintir kaum muslimin yang belum tahu hakikat agama Syi’ah. Syi’ah adalah agama buatan kaum majusi yang sangat benci terhadap agama Islam Ahlus sunnah. Mereka musuh dalam selimut yang siap menikam, membunuh dan membantai ahlus sunnah, bisa jadi dengan bantuan sekutu mereka Yahudi  sebagaimana yang terjadi di Suriah dan Iraq belakangan ini.

Nah, bagaimana jika orang syiah ada di sekitar kita bahkan menjadi teman kita? Mereka mempunyai aqidah sangat benci terhadap ahlus sunnah, mungkin mereka terlihat baik ataupun biasa saja karena mereka mempunyai aqidah taqiyyah alias berbohong yang dapat pahala menurut mereka.

Oleh karena itu imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

لَمْ أَرَ أَحَدًا أَشْهَدَ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَةِ

“Aku tidak melihat seorangpun yang paling bersaksi dusta lebih dari para (Syi’ah) rafidhah”1

Bukan tidak mungkin jika suatu saat Syi’ah (misalnya di Indonesia) berkembang dan mulai dominan, maka mereka akan menyerang ahlus sunnah dan membantai habis. Karena mereka berkeyakinan bahwa ahlus sunnah itu kafir dan harus dibunuh. Sebagaimana aqidah mereka terhadap kafirnya para Sahabat yang sudah dijamin masuk surga seperi Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma. Aqidah mereka tergambar dalam buku rujukan utama agama Syi’ah. Berikut ini contoh riwayat Syi’ah yang menunjukkan hal itu,

عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ( عليه السلام ) قَالَ كَانَ النَّاسُ أَهْلَ رِدَّةٍ بَعْدَ النَّبِيِّ ( صلى الله عليه وآله ) إِلَّا ثَلَاثَةً فَقُلْتُ وَ مَنِ الثَّلَاثَةُ فَقَالَ الْمِقْدَادُ بْنُ الْأَسْوَدِ وَ أَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِيُّ وَ سَلْمَانُ الْفَارِسِيُّ رَحْمَةُ اللَّهِ وَ بَرَكَاتُهُ عَلَيْهِمْ

Dari Abu Ja’far ‘alaihis-salaam, ia berkata : “Orang-orang (yaitu para shahabat) menjadi murtad sepeninggal Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi kecuali tiga orang”. Aku (perawi) berkata : “Siapakah tiga orang tersebut ?”. Abu Ja’far menjawab : “Al-Miqdaad, Abu Dzarr Al-Ghiffaariy, dan Salmaan Al-Faarisiy rahimahullah wa barakaatuhu ‘alaihim…”2

Yuusuf Al-Bahraaniy berkata,

إن إطلاق المسلم على الناصب وأنه لا يجوز أخذ ماله من حيث الإسلام خلاف ما عليه الطائفة المحقة سلفا وخلفا من الحكم بكفر الناصب ونجاسته وجواز أخذ ماله بل قتله

“Sesungguhnya pemutlakan muslim terhadap Naashib (baca : Ahlus-Sunnah) bahwasannya tidak diperbolehkan mengambil hartanya dengan sebab Islam (telah melarangnya), maka itu telah menyelisihi apa yang dipahami oleh kelompok yang benar (baca : Syi’ah Raafidlah) baik dulu maupun sekarang (salaf dan khalaf) tentang hukum kafirnya Naashib (ahlus sunnah), kenajisannya, dan diperbolehkannya mengambil hartanya, bahkan membunuhnya3

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan cara bermuamalah dengan orang Syi’ah, “hendaknya engkau nasehati dia (temanmu yang syi’ah) dan engkau arahkan kepada kebaikan. Engkau beritahu mereka bahwa rafidhah tidak boleh dan merupakan kewajiban agar mencintai Ali bin Abi Thalib dan ridha akan tetapi tanpa ghuluw (berlebih-lebih menyikapi Ali, ada yang menanggapnya nabi bahkan tuhan, pent). Tidaklah dikatakan bahwa Ali mengetahui hal yang ghaib, dikatakan ma’suum (tidak pernah salah), tidak disembah bersama Allah (syirik) dan tidak dimintai pertolongan. Demikian juga Fatimah, Hasan,Husein, Ja’far As-Shadiq dan lainnya. Engkau ajarkan kepadanya bahwa (aqidah yang benar) ini adalah wajib. Engkau nasehati jika ia terus-menerus berada dalam bid’ah (kesalahan) ini, maka wajib bagi engkau meng-hajr-nya (menjauhinya), walaupun engkau bersamanya dalam sebuah pekerjaan. Engkau hajr ia, jangan engkau membalas salamnya dan jangan memulai salam.

Adapaun jika mereka tidak menampakan bid’ah mereka dan bersesuaian dengan engkau (mereka ber-taqiyyah, pura-pura sama aqidahnya, pent), maka secara dzahir mereka dihukumi dengan orang munafik, bermuamalah dengan mereka sebagaimana bermuamalah dengan orang munafik, hal ini tidak mengapa. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap orang munafik di Madinah yang menampakkan keislaman, tahanlah diri dari menggangu mereka (orang Syi’ah) yang bermuamalah dengan kaum muslimin. Adapun perkara batin mereka kita serahkan kepada Allah”.4

***

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel muslim.or.id

Catatan Kaki:

1 HR. Ibnu Abi Haatim dalam Adab Asy-Syafi’i, Hal. 144

2 Al-Kaafiy, 8/245; Al-Majlisiy berkata : “hasan atau muwatstsaq”, dikutip dari blog ustadz Abul Jauzaa’ hafidzahullah, sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html

3 Al-Hadaaiqun-Naadlirah, 12/323-324 – sumber : shjaffar.jeeran.com, dikutip dari blog ustadz Abul Jauzaa’ hafidzahullah, sumber: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/syiah-itu-sesat-juragan-sebuah-masukan.html

4 Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/4173

Tags: syiah
ShareTweetPin1
dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Kedokteran Umum UGM, dosen di Universitas Mataram, kontributor majalah "Kesehatan Muslim"

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya

Kriteria Iklan Yang Syar'i

Komentar 3

  1. cillalink tri says:
    12 tahun yang lalu

    Trima kasih sangat bermanfaat….

    Reply
  2. Hendrik Hidayah says:
    12 tahun yang lalu

    sudah sangat jelas sekali kaum syiah kaum yang sesat karna sudah mengkafirkan sebagian para sahabat dan kaum syiah adalah musuh islam yang sangat besar karna kaum ini juga yang mengada2kan seperi halnya peringatan maulid yang tidak ada asal-usulnya dari rosululloh, tidak ada contoh dari para sahabat maupun salafusholeh. kaum syiah sudah sepantasnya menjadi anjing2 neraka nauzubillah

    Reply
  3. Nasib says:
    10 bulan yang lalu

    jangan mengikuti ahlul bait karena mereka hanya memanfaatkan Islam untuk berkuasa.
    pengikut ahlul bait adalah syiah
    mereka tidak mengutamakan Al Qur’an dan Sunnah dan membodohi pengikutnya dengan menyatakan mereka Maksum tidak punya dosa.
    mereka membuat dongeng kalau mereka sakti, bisa mengatur malaikat.
    ajaran mereka jelas jahiliah pemuja kuburan.
    mereka selalu menyerang pemerintah sampai pemerintah mereka kuasai.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah