Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Fatwa Ulama: Bolehkah Puasa ‘Asyura Satu Hari Saja?

Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom.
2 November 2013
di Fatwa Ulama
Bolehkah Puasa 'Asyura Satu Hari
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta Saudi Arabia
    • Soal:
    • Jawab:

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhuts Wal Ifta Saudi Arabia

Soal:

Bolehkah puasa ‘Asyura hanya sehari saja (yaitu tanggal 10 Muharram) ?

Jawab:

Boleh puasa ‘Asyura hanya sehari saja namun yang lebih afdhal ditambah dengan puasa sehari sebelumnya (tanggal 9) atau sehari setelahnya (tanggal 11). Karena hal tersebut adalah sunnah yang shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, berdasarkan sabda beliau,

لئن بقيت إلى قابل لأصومن التاسع

“andaikan tahun depan aku masih ada, aku akan berpuasa pada hari ke sembilan”

Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma menjelaskan:

يعني مع العاشر

“maksudnya beliau, bersama dengan hari kesepuluh”

wabillahit taufiq wa shallallahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa aalihi wa shahbihi wa sallam

Baca Juga: Keutamaan Puasa Asyura dan Sejarahnya

—

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

Sumber: http://goo.gl/2U83Fl

ShareTweetPin
Yulian Purnama, S.Kom.

Yulian Purnama, S.Kom.

Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Memakai Pakaian Wol

Komentar 8

  1. Aris says:
    13 tahun yang lalu

    Saudara telah mnjelaskn dasar sunnah puasa tgl 9 & 10 muharram. Yg jd pertanyaan, apa dasar saudara mengatakan tgl 11 juga boleh berpuasa spt pendapat saudara pd artikel ini. Atas infonya jazakallah.

    Reply
  2. Ahmad says:
    13 tahun yang lalu

    Mungkin maksud dlm kalimat jawaban adalah ‘boleh’ bukan bolehkah

    Reply
  3. Andre habibi says:
    13 tahun yang lalu

    Bolehkah Puasa asyura tp masih ada hutang puasa Ramadhan?

    Reply
  4. Eko rambi says:
    13 tahun yang lalu

    Makasih infonya…

    Reply
  5. iwan says:
    13 tahun yang lalu

    afwan untuk hari yang kesebelas belum ada dalil shohih,Ibnu Hajar mengatakan untuk kehati-hatian berhubungan dg penentuan hilal awal bulan juga ada perawi yang diperbincangkan dalam musnad Imam Ahmad.Yang ada sandaran dalil yang shahih tanggal 9 dan 10 Muharram.Walohu A’lam.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      #iwan
      Hadits tentang puasa 11 Muharram,

      صوموا يوم عاشوراء، وخالفوا فيه اليهود، صوموا قبله يوماً، أو بعده يوماً

      “puasalah pada hari Asyura, dan selisihilah orang Yahudi. Maka puasalah sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya”

      adalah hadits yang lemah karena terdapat perawi Ibnu Abi Layla yang statusnya lemah, dikatakan oleh imam Ahmad : “sayyi-ul hifzhi, mutharibul hadits”

      namun sebagian salaf membolehkan dan mempraktekkan puasa 11 Muharram bersama dengan puasa ‘Asyura karena:
      1. Qiyas dengan puasa tgl 9 Muharram, karena illah-nya sama yaitu dalam rangka menyelisihi orang Yahudi yang hanya puasa 10 Muharram. Sehingga lebih sempurna penyelisihannya
      2. Dalam rangka ihtiyath (berhati-hati) ketika terjadi perbedaan ru’yah hilal Muharram, supaya tertangkap semua hari yang dimungkinkan jatuhnya 10 Muharram
      3. Masih dalam keumuman anjuran memperbanyak puasa di bulan Muharram

      namun para ulama mengatakan makruh jika bersengaja puasa tanggal 11 Muharram saja.

      Wallahu’alam

      Reply
  6. khadijah says:
    13 tahun yang lalu

    Ada yg bertanya, jd gmna kalo kt berbuat dosa dlu baru berpuasa?
    Gmna jawabx?

    Reply
  7. aditia darma says:
    13 tahun yang lalu

    alhamdulillah

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 5   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah