Hadits Palsu Tentang Keutamaan Memakai Pakaian Wol

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Memakai Pakaian Wol

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

عليكم بلباس الصوف تجدوا حلاوة الإيمان في قلوبكم وعليكم بلباس الصوف تجدوا قلة الأكل وعليكم بلباس الصوف تعرفون به في الآخرة

Hendaknya kalian memakai (pakaian dari) wol (bulu domba), maka kalian akan merasakan manisnya iman dalam hati. Hendaknya kalian kalian memakai (pakaian dari) wol (bulu domba), maka kalian akan merasakan (keinginan untuk) sedikit makan. Dan Handaknya kalian memakai (pakaian dari) wol (bulu domba), maka kalian akan dikenal dengan (pakaian) itu di Akhirat (nanti)”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Al-Hakim1, Al-Baihaqi2, Ad-Dailami3 dan Ibnul Jauzi4, semuanya dari jalur Muhammad bin Yunus al-Kudaimi, dari ‘Abdullah bin Dawud At-Tammar, dari Isma’il bin ‘Ayyasy, dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma’dan, dari Abu Umamah, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Muhammad bin Yunus al-Kudaimi, dia tertuduh memalsukan hadits. Imam Abu Bakr bin Wahb At-Tammar berkata: “Abu Dawud tidak menampakkan (tuduhan) dusta terhadap seseorang kecuali terhadap Al-Kudaimi dan Gulam Khalil”5. Imam Ibnu ‘Adi berkata: “Dia tertuduh memalsukan dan mencuri hadits, mengaku bertemu orang-orang (para rawi hadits) padahal dia tidak pernah bertemu mereka, serta mengaku meriwayatkan (hadits) dari mereka padahal mereka tidak mengenalnya. Mayoritas guru-guru kami meninggalkan riwayat (hadits) darinya”6. Imam Ibnu Hibban berkata: “Dia memalsukan hadits atas (nama) rawi-rawi hadits yang terpercaya secara jelas, dan barangkali dia telah memalsukan lebih dari seribu hadits”7. Imam Ad-Daraquthni berkata: “Dia tertuduh memalsukan hadits”8.

Hadits ini dihukumi sebagai hadits palsu oleh Imam Ibnul Jauzi9, Imam Asy-Syaukani10, dan Syaikh Al-Albani dalam kitab “Silsilatul ahaadiitsidh dha’iifah wal maudhuu’ah” (1/206, no. 90).

Hadits ini juga diriwayatkan dari jalur lain dari Abu Umamah radhiallahu’anhu, dikeluarkan oleh Imam Ad-Dailami dalam kitab “Musnadul Firdaus” (2/281). Riwayat ini juga palsu, karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Ahamd bin ‘Abdillah al-Jaubari, dia seorang pendusta yang terkenal11.

Hadits yang semakna juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang ingin merasakan manisnya iman maka hendaknya dia memakai (pakaian dari) wol (bulu domba)”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu ‘Adi dalam kitab “Al-Kamil” (3/252), dan dihukumi oleh Imam Ibnul Jauzi dan Imam Asy-Syaukani sebagai hadits yang palsu, karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Arqam, para ulama Ahli hadits meninggalkan riwayat haditsnya (karena kelemahannya yang fatal)12.

Imam Asy-Syaukani berkata: “Hadits ini palsu serta memiliki beberapa jalur periwayatan dan lafazh (yang berbeda-beda), (tapi semuanya) tidak shahih”13.

Juga dari jalur lain dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, dikeluarkan oleh Imam Ibnul Jauzi14, dan jalur inipun dihukumi palsu oleh Imam Ibnul Jauzi, karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Ahamd bin ‘Abdillah al-Jaubari, dia seorang pendusta dan pemalsu hadits.

Kesimpulannya, hadits ini adalah hadits palsu dari semua jalur periwayatannya dengan semua lafazhnya yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, hadits ini tidak boleh dijadikan sandaran untuk menetapkan keutamaan memakai pakaian dari wol (bulu domba), sebagaimana yang diyakini oleh sebagaian orang-orang jahil dari kalangan ahli tasawuf.

Bahkan memakai pakaian dengan ciri tertentu dan meyakini ada keutamaannya tanpa ada landasan argumentasi dari Al-Qur-an dan hadits yang shahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ini adalah termasuk perbuatan bid’ah (mengada-adakan sesuatu yang baru tanpa ada contohnya dari petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam) dalam agama Islam.

Bahkan, pakaian seperti itu sangat dikhawatirkan termasuk dalam ancaman yang disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Barangsiapa yang memakai pakaian (untuk) dikenal (karena berbeda dengan yang lain) maka Allah akan memakaikan padanya pakaian kehinaan kemudian dibakar dengan api Neraka15.

Yang dimaksud ‘pakaian untuk dikenal’ dalam hadits ini mencakup pakaian indah/mewah yang dipakai dengan tujuan untuk menarik perhatian dan membanggakan diri atau pakaian buruk/rendah yang dipakai dengan tujuan untuk membuat orang menilainya memiliki sifat zuhud dan tidak cinta dunia16.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Catatan Kaki

1 Dalam kitab “Al-Mustadrak” (1/81).

2 Dalam kitab “Syu’abul iimaan” (5/151).

3 Dalam kitab “Musnadul Firdaus” (2/281).

4 Dalam kitab “Al-Maudhuu’aat” (3/48).

5 Dinukil oleh Imam Ibnu Hajar dalam “Tahdziibut tahdziib” (9/476).

6 Kitab “Al-Kaamil fi dhu’afaa-ir rijaal” (6/292-293).

7 Kitab “Al-Majruuhiin” (2/313).

8 Kitab “Suaalaatu Hamzah as-Sahmi” (hal. 111, no. 74).

9 Dalam kitab “Al-Maudhuu’aat” (3/48).

10 Dalam kitab “Al-Fawa-idul majmuu’ah” (hal. 192).

11 Lihat kitab “Silsilatul ahaadiitsidh dha’iifah wal maudhuu’ah” (1/208).

12 Lihat kitab “Al-Maudhuu’aat” (3/48).

13 Kitab “Al-Fawa-idul majmuu’ah” (hal. 192).

14 Dalam kitab “Al-Maudhuu’aat” (3/49).

15 HR Abu Dawud (2/441) dan Ibnu Majah (2/1192), dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani.

16 Lihat kitab “Jilbaabul mar-atil muslimah” (hal. 214-215).

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA.

Artikel Muslim.Or.Id

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
iklan
MPD Banner

About Author

Abdullah Taslim, Lc., MA.

Lulusan Fakultas Hadits, Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Beliau adalah penulis aktif di majalah Pengusaha Muslim.

View all posts by Abdullah Taslim, Lc., MA. »

One Comment

  1. wah ini harus berhati-hati, apalagi dengan sanat yang tidak jelas

Leave a Reply