Fatwa Ramadhan: Orang Yang Batal Puasa Karena Keluar Mani, Apakah Boleh Makan?

Fatwa Ramadhan: Orang Yang Batal Puasa Karena Keluar Mani, Apakah Boleh Makan?

Fatwa Syaikh Abdul Aziz Bin Baz

Soal:

Orang yang batal puasanya karena keluar mani atau semacamnya apakah boleh makan?

Jawab:

Baiklah, wajib baginya untuk menyempurnakan puasanya walaupun ia sudah batal karena keluar mani. Orang yang terdapat pada dirinya sesuatu yang membatalkan puasa tidak boleh dalam keadaan ifthar terus (hingga sore). Bahkan wajib baginya untuk tetap berpuasa untuk menghormati masa-masa puasa. Masa yang wajib dihormati adalah masa-masa puasa. Maka barangsiapa yang terdapat pada dirinya sesuatu yang membatalkan puasa tidak boleh dalam keadaan ifthar terus, bahkan ia wajib untuk tetap berpuasa hingga matahari terbenam, namun ia tetap wajib untuk meng-qadha puasa yang batal di hari itu.

Maka jika keluar mani karena melakukan foreplay dengan istri, atau mencium istri, atau karena melakukan hal yang haram (misalnya, zina, masturbasi, jima’ dengan istri, pent.), na’udzubillah, maka ia wajib meng-qadha puasa hari itu (di hari lain). Namun ia tetap harus berpuasa dan menyempurnakannnya. Ia tidak boleh berkata “saya khan sudah batal, jadi saya boleh makan dan minum“, ini tidak boleh. Wajib baginya untuk menyempurnakan puasanya, namun dengan itu tetap wajib qadha.

 

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/13435

Penerjemah: Yulian Purnama
Artikel Muslim.Or.Id

Print Friendly, PDF & Email
Travel Haji dan Umrah
App Muslim.or.id

About Author

Yulian Purnama

Alumni Ma’had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id

View all posts by Yulian Purnama »
  • Hasyim Maulana

    Assalamu’alaikum. Mau bertanya ustadz, bagaimana dengan Istimna’ ketika seseorang berpuasa ? Apakah hal tersebut membatalkan puasanya ?

    • #Hasyim Maulana
      Wa’alaikumussalam, jika sampai keluar mani maka batal

  • Rosyid

    afwan, setau ana kalau keluar mani saat kita berpuasa itu tidak batal, dengan catatan keluarnya itu bukan karena adanya unsur kesengajaan, seperti mimpi. namun jika sengaja mengeluarkan mani, seperti masturbasi, jima’ dll, maka inilah yang membatalkan puasa.
    tadi antum menjelaskan keluar mani ketika berpuasa itu membatalkan puasa, meskipun sebaiknya ia tidak makan itu mana dasar pijakannya???
    atas jawabannya syukran.

  • Pingback: Kumpulan Artikel Ramadhan 1437 H / 2016 | BEKAL DAI()