Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Fatwa Ulama: Mengobati Sifat Pengecut

Prasetyo Abu Ka'ab oleh Prasetyo Abu Ka'ab
20 Mei 2013
di Fatwa Ulama
Mengobati Sifat Pengecut
Share on FacebookShare on Twitter

Fatwa Syekh Muhammad Al-Imam

 

Soal:

Bagaimana mengobati sifat pengecut?

 

Jawab:

Bagi yang terkena penyakit pengecut, hendaknya dia membaca tulisan-tulisan yang berkaitan dengan keberanian, keutamaan-keutamaannya, dan manfaat-manfaatnya; sehingga dia terdorong kepada sifat tersebut. Selain itu, hendaknya dia juga membaca tentang dampak-dampak buruk dari pengecut, kerusakan-kerusakannya, kejelekan-kejelekannya; sehingga hatinya berpaling darinya (pengecut).

Demikian juga, hendaknya dia berusaha membaca kisah-kisah (siroh) tentang para pemberani dan pahlawan. Serta hendaknya dia juga mempererat hubungannya dengan Allah, dengan cara bertawakal kepada-Nya, dan percaya kepada-Nya, berbaik sangka kepada-Nya, serta merasa rida untuk berpegang teguh di atas agama Islam. Dengan perkara-perkara tersebut, -dengan izin Allah- penyakit tersebut dapat disembuhkan.

Demikian juga, (hendaknya dia berdoa sebagaimana -pent) telah datang hadis-hadis dari Anas dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, dan selain keduanya:

أن الرسول عليه الصلاة والسلا م كان يستعيذ بالله من الجبن والبخل، ومن ال عجز والكسل، ومن المأثم والمغرم، ومن غلبة الدين وقهر الرجال.

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari sifat pengecut dan bakhil, dan dari ketidakmampuan dan kemalasan, dan dari kemaksiatan dan dosa, dan dari beban hutang, dan penindasan oleh orang-orang”

Dan selainnya dari doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga: Rasullullah Shallallahu ’alaihi Wa sallam Pernah Disihir Dan Diracun?

—

Sumber: http://www.sh-emam.com/show_fatawa.php?id=760

Penerjemah: Abu Kaab Prasetyo

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Prasetyo Abu Ka'ab

Prasetyo Abu Ka'ab

- Alumni Ma'had Ilmi Yogyakarta 2008, - Alumni S1 Ilmu Komputer UGM 2008, - Alumni S2 Ilmu Al-Quran IUM (Minnessota) 2024, - Pengajar di Ponpes Ibnu Abbas Assalafy SragenSelengkapnya : http://abukaab.blogspot.co.id/p/tentang-kami.html

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya

Fatwa Ulama: Keturunan Nabi Harus Menikah Dengan Keturunan Nabi?

Komentar 3

  1. Jimi Roy says:
    11 tahun yang lalu

    Memang benar apa yang dikatakan pada artikel diatas, sperti yang paling utama, dikatakan dalam do`a Nabi saw, dalam menghilangkan rasa takut yaitu berlindunglah terlebih dahulu kepada Allah, karena Allah yang memberikan rasa berani dalam menghadapi sesuatu, karena jika bersandar kepada Allah seutuhnya, rasa takut akan hilang, karena rasa takut adalah merupakan ujian,”Walanabluannakum bisyai in minalkhoufi, waljuu`,artinya;kami akan menguji rasa takut terhadap sesuatu, disinilah pegangangannya hanya kepada Allah seutuhnya, hingga rasa takut lapar, rasa takut tidak punya duit, rasa takut mati, rasa takut kepada sesuatu apapun akan berani dihadapinya, kendatipun syetan Jin dan syetan manusia akan dihadapinya, karena Allah akan menolongnya, dan dilakukannya dengan syarat penuh kesabaran menghadapinya,
    Dan perlu diingat karena rasa takut ini akan membuka jalan syetan mudah masuk kedalam hati dan fikiran kita, maka hanya keyaqinan kepada Allah segala macam syetan apapun akan ditakuti oleh syetan, karena orang yang memiliki rasa takut hatinya selalu was-was(goncang dan gundah gulana) maka bertaqwalah rasa takutmu akan hilang.

    Reply
  2. Ali Soegiharto says:
    11 tahun yang lalu

    assalamu’alaykum yaa Ustadz,

    sebenarnya, apakah makna الجبن dalam konteks doa Rasulullah Shalallahu’alayhi wa Sallam tersebut?

    syukran.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah