Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 4): Agar Tidak Menjadi Pemimpin Otoriter

Glenshah Fauzi oleh Glenshah Fauzi
11 September 2026
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bagian emas dari wasiat Thahir
    • Menjaga keadilan dan mengontrol hawa nafsu sebagai pondasi kepemimpinan
    • Obat agar tidak otoriter dalam memimpin
    • Tabungan terbaik adalah amal jariyah, bukan gudang harta
    • Penuhi hak para pejabat, perhatian kepadanya, dan berikan apresiasi
    • Jangan terlalaikan dari akhirat karena dunia dan jangan lupa bersyukur

Bagian emas dari wasiat Thahir

Paragraf yang mengalir di bawah ini adalah bagian paling istimewa menurut penulis. Kekuasaan cenderung menghadirkan rasa tamak pada pribadi. Sementara kenikmatan dunia selalu menuntut saudarinya. Sebagaimana yang diisyaratkan oleh Nabi ﷺ, apabila sudah mendapatkan satu gunung emas, jiwa manusia ingin mendapatkan dua atau lebih gunung lainnya. Lantas, bagaimana mencegah hasrat ini? Simak wasiat Thahir berikut.

Menjaga keadilan dan mengontrol hawa nafsu sebagai pondasi kepemimpinan

Hindarilah keburukan hawa nafsu dan ketidakadilan. Jauhkan panjimu dari keduanya. Tunjukkan kepada rakyatmu bahwa engkau bebas dari hal itu. Anugerahkan nikmat keadilan dalam mengatur mereka. Perlakukan mereka dengan kebaikan dan dengan pengetahuan yang akan membawamu mencapai jalan petunjuk.

Wasiat ini meliputi perintah memimpin dengan adil dan mengedepankan ilmu pengetahuan dibandingkan perasaan. Hal ini terlihat dalam lanjutan wasiatnya:

1) Kendalikan dirimu ketika marah;

2) Utamakan kebijaksanaan dan kelembutan;

3) Waspadalah terhadap sikap kasar, sembrono, dan tipu daya dalam perkara yang engkau terlibat di dalamnya.

Contoh dari perbuatan yang tidak terkontrol akal adalah ketika seseorang mengatakan, “Aku diberi kekuasaan, maka aku akan melakukan apa yang aku inginkan!” Perkataan ini menunjukkan kurangnya pertimbangan rasional dan sedikitnya keyakinan kepada Allah ﷻ.

Obat agar tidak otoriter dalam memimpin

Thahir mengingatkan diri seorang pemimpin yang berhasrat untuk semena-mena dengan wasiat takwa:

Ikhlaskan niatmu untuk Allah dan keyakinanmu kepada-Nya. Ketahuilah, kekuasaan itu milik Allah. Dia memberikannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan mengambilnya dari siapa saja yang Dia kehendaki.

ولن تجد تغير النعمة وحلول النقمة إلى أحد أسرع منه إلى حملة النعمة من أصحاب السلطان والمبسوط لهم في الدولة

“Engkau sama sekali tidak akan menemukan perubahan dari nikmat menjadi siksa dan dari siksa menjadi nikmat, yang terjadi atas seseorang, lebih cepat dari yang terjadi kepada para penguasa dan orang-orang yang menikmati posisi baik dalam pemerintahan.”

Tabungan terbaik adalah amal jariyah, bukan gudang harta

Ini adalah salah satu potongan emas dari wasiat Thahir bin Al-Husain, semoga menjadi pengingat bagi kita semua yang mengurus hajat orang banyak.

ولتكن ذخائرك وكنوزك التي تدخر وتكنز البر والتقوى والمعدلة واستصلاح الرعية وعمارة بلادهم والتفقد لأمورهم والحفظ لدهمائهم والإغاثة لملهوفهم

“Hendaklah yang menjadi harta simpanan dan kekayaanmu yang engkau kumpulkan dan timbun adalah kebajikan, ketakwaan, perbaikan rakyat, pembangunan negeri mereka, pengawasan urusan mereka, perlindungan darah mereka, dan bantuan atas orang-orang lemah di antara mereka.”

واعلم أن الأموال إذا كثرت وذخرت في الخزائن لا تثمر وإذا كانت في إصلاح الرعية وإعطاء حقوقهم وكف المئونة عنهم نمت وربت وصلحت به العامة

“Ketahuilah bahwa harta benda, apabila hanya dikumpulkan dan disimpan di dalam perbendaharaan, maka ia tidak akan menghasilkan manfaat. Namun, apabila diinvestasikan untuk kesejahteraan rakyat, memberikan hak-hak mereka, mencegah kesulitan dan meringankan beban mereka, maka harta itu akan berkembang dan bertambah. Lantas rakyat pun menjadi baik keadaannya.”

وتزينت به الولاة وطاب به الزمان واعتقد فيه العز والمنعة

“Dengan itu, para penguasa akan memperoleh kemuliaan dan keindahan nama, masa kehidupan akan menjadi baik dan tenteram, serta kemuliaan dan kekuatan akan tertanam dan mengakar.”

فَلْيَكُنْ كَنْزُ خَزَائِنِكَ تَفْرِيقَ الْأَمْوَالِ فِي عِمَارَةِ الْإِسْلَامِ وَأَهْلِهِ

“Maka hendaklah gudang hartamu sesungguhnya ialah harta yang disalurkan untuk memakmurkan Islam dan kaum Muslimin.”

Susunan wasiat ini menjadi pengingat bagi para pemimpin bahwa harta terbaik yang dimilikinya adalah apa yang menjadi legacy atau warisan bermanfaat bagi masyarakatnya. Tidaklah motivasi seorang pemimpin itu untuk memperkaya dirinya sendiri, tetapi untuk memakmurkan rakyatnya. Bahkan, sebaik-baik harta pemimpin adalah yang disalurkan untuk kemakmuran Islam dan kaum muslimin. Allahu Akbar.

Dalam penggalan wasiat lainnya, Thahir mengingatkan,

فإنما يبقى من المال ما أنفق في سبيل حقه

“Di antara semua hartamu, yang akan tetap tersisa hanyalah apa yang benar-benar dikeluarkan di jalan Allah.”

Baca juga: Inilah 7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

Penuhi hak para pejabat, perhatian kepadanya, dan berikan apresiasi

Salah satu bentuk mewujudkan investasi pahala adalah dengan memenuhi hak para pejabat yang membantu seorang pemimpin. Karena mereka ini adalah orang yang sangat berjasa dalam kepemimpinan seorang pemimpin formal. Para pemimpin sangat membutuhkan bantuan jajaran pejabat profesional. Hak tersebut meliputi:

1) Penuhilah hak-hak pejabat pemerintahannya, sebelum hak-hakmu sendiri.

2) Perhatikan hal-hal yang mungkin dapat memperbaiki kondisi dan mata pencaharian mereka. Jika engkau melakukan hal itu, nikmat Allah akan selalu bersamamu. Engkau berhak wajib mendapatkan tambahan nikmat dari Allah ﷻ.

3) Akuilah rasa terima kasih dari orang-orang yang mengungkapkan terima kasih mereka; dan untuk itu, berilah balasan kepada mereka.

Dengan langkah dari Thahir ini, seorang pekerja akan merasa diperhatikan oleh pimpinannya. Ia pun akan bekerja lebih baik dan maksimal dalam memenuhi kebutuhan pemimpinnya. Karena ia merasa tenang, sebab kebutuhannya serasa ditanggung pula oleh sang pimpinan.

Perhatian pada kebutuhan seseorang itu merupakan bentuk afeksi dan juga apresiasi. Orang yang diapresiasi akan selalu memberi lebih dari apa yang diekspektasikan. Hal ini pula yang disampaikan Thahir,

وكان الجمع لما شملهم من عدلك وإحسانك أساس لطاعتهم وأطيب نفسا لكل ما أردت

“Karena yang merasakan keadilan dan kebaikanmu, hatinya akan bersatu, sehingga mereka akan lebih gampang mematuhimu dan jiwa mereka lebih tenang menerima segala yang engkau inginkan.”

Jangan terlalaikan dari akhirat karena dunia dan jangan lupa bersyukur

Hati-hatilah terhadap dunia dan godaannya yang akan membuatmu melalaikan hebatnya perkara akhirat, lalu membuatmu menyepelekan apa yang bakal menimpamu. Bersikap sepele akan menyebabkan keteledoran, dan keteledoran akan menyebabkan kehancuran.

Hendaklah amalmu hanya untuk Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaagung, dan berharaplah mendapatkan pahala. Allah Yang Mahasuci telah mencurahkan nikmat-Nya bagimu. Oleh karena itu, berpeganglah pada dan atas rasa syukur, serta bersandarlah atasnya, niscaya Allah akan menambahkan lebih banyak kebaikan dan perbuatan baik bagimu. Allah memberikan pahala sesuai dengan kadar rasa syukur para pelakunya dan sesuai dengan kadar perbuatan baik orang yang melakukannya.

Hal ini sejalan dengan firman Allah ﷻ,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 3 LANJUT KE BAGIAN 5

***

Penulis: Glenshah Fauzi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Glenshah Fauzi

Glenshah Fauzi

- Alumnus Ma'had Al Ilmi 2023-2024 - Alumni Kimia UGM '20

Artikel Terkait

Belajar Mencari Rezeki Ala Para Sahabat Nabi

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Oktober 2026
0

Kalau kita bayangkan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang muncul di kepala kebanyakan orang mungkin sosok yang sepanjang hari...

Muslim dan Kebiasaan Membaca

oleh Fauzan Hidayat
4 Oktober 2026
1

Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang telah mengajarkan...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 6): Karakter Pejabat Publik Ideal dan Supremasi Hukum

oleh Glenshah Fauzi
3 Oktober 2026
0

Kepemimpinan itu memiliki banyak aspek dengan kompleksitas tinggi. Salah satu pondasi penting dalam kepemimpinan ialah kuatnya hukum dan kepercayaan pada...

Artikel Selanjutnya

Jika Diberi Hadiah, Apakah Wajib Membalasnya?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah