Fatwa Ulama: Berhenti Nifas Sebelum 40 Hari

Fatwa Ulama: Berhenti Nifas Sebelum 40 Hari

Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah

Soal:

Jika seorang wanita suci dari nifas sebelum 40 hari, apakah ia shalat dan puasa?

Jawab:

Wanita tersebut tetap shalat dan puasa, juga berhaji dan umroh, begitu pula suami boleh menyetubuhi istrinya ketika ia suci dalam 40 hari tersebut. Jika muncul kembali darah selama 40 hari (setelah melahirkan), maka yang tepat, darah yang muncul tersebut adalah darah nifas. Adapun puasa dan shalat yang ia lakukan kala suci dahulu, begitu pula hajinya, semuanya dinilai sah. Tidak perlu diulangi karena dahulu ia lakukan dalam keadaan suci.

السؤال:

إذا طهرت النفساء قبل الأربعين هل تصلي وتصوم؟

الجواب:

نعم تصلي وتصوم وتحج وتعتمر ويحل لزوجها وطؤها في الأربعين إذا طهرت,فإن عاد عليها الدم في الأربعين فاالصحيح أنها تعتبر نفساء ولكن صومها حال الطهارة وصلاتها وحجها كله صحيح لا يعاد شيء من ذلك ما دام وقع في الطهارة

[Diambil dari Kumpulan Fatwa yang dikumpulkan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath Thoyar saat pertemuan (liqo’) dengan dua ulama besar, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dan Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dalam kitab ‘Liqo-ati ma’a Asy Syaikhoin‘, 1: 80, cetakan Maktabah Ar Rusyd]

Riyadh, KSA, 28 Rabi’ul Awwal 1434 H

Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Muslim.Or.Id

Print Friendly, PDF & Email
Muslim App
App Muslim.or.id

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »