Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 1)

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
29 April 2026
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Mukadimah
  • Keutamaan pertama: Hari Arafah adalah hari terbaik sepanjang tahun

Mukadimah

Ibadah haji merupakan rukun keempat dari lima rukun Islam. Haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim mukallaf yang memiliki kemampuan. Allah berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.“ (QS. Ali ‘Imran: 97)

Mukallaf maksudnya sudah baligh dan berakal. Memiliki kemampuan mencakup kemampuan badan dan juga harta. Kemampuan badan, yaitu badannya sehat serta mampu melakukan perjalanan jauh dan menunaikan rangkaian kegiatan manasik ibadah haji. Kemampuan harta, yaitu memliki harta untuk melakukan perjalanan dan juga biaya selama haji.

Dalam ibadah haji yang agung ini terkandung fadhilah dan keutamaan yang beragam, di antaranya disebutkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Tidak ada balasan yang pantas bagi orang yang hajinya mabrur selain surga.” (HR. Muslim no. 1349)

Dalam hadis yang lain disebutkan,

من حج هذا البيت فلم يرفث، ولم يفسق، رجع كيوم ولدته أمه

“Siapa yang berhaji ke Kakbah, lalu tidak berbuat rafats dan tidak berbuat kefasikan, maka dia kembali  sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1819 dan Muslim no. 1350)

Rafats maksudnya adalah melakukan hubungan suami istri dan segala hal yang mengarah kepada perbuatan tersebut, baik berupa perbuatan seperti mencium dan semisalnya, atau berupa perkataan seperti ucapan yang menggoda dan mengandung syahwat.

Allah telah mengkhususkan kewajiban ini dengan menjadikan hari-hari pelaksanaan ibadah haji ini menjadi hari-hari yang terbaik sepanjang tahun, sebagaimana dijelaskan dalam hadis,

ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak juga amalan saleh di dalamnya yang lebih dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.“ (HR. Ahmad no. 6155, hasan)

Allah juga mengistimewakan hari Arafah di antara sepuluh hari ini dengan beberapa keutamaan, dan menjadikan wukuf di Arafah sebagai bagian penting dari rukun ibadah haji, sebagaimana disebutkan,

الحجُّ عرفة

“Haji adalah Arafah.“ (HR. Abu Dawud no. 1949, shahih)

Karena pentingnya hari Arafah, dan agungnya kedudukannya, maka Syekh ‘Abdurrazzaqq hafidzahullah mengumpulkan sejumlah keutamaan yang ditetapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hari ini, agar orang yang sedang berhaji merasakan betapa besar nikmat ini. Ini merupakan kemuliaan yang besar yang Allah mudahkan ketika bisa bertemu dengan hari ini dan menunaikan ibadah yang agung pula pada hari ini.

Keutamaan pertama: Hari Arafah adalah hari terbaik sepanjang tahun

Hari Arafah adalah hari kesembilan di bulan Zulhijah. Disebutkan dalam hadis Nabi bahwa sepuluh hari awal bulan Zulhijah adalah hari-hari terbaik dalam satu tahun, dan amal saleh di hari-hari tersebut lebih baik dibandingkan amal di hari-hari lainnya. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من أيام أعظم عند الله ولا أحب إليه من العمل فيهن من هذه الأيام العشر

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak juga amalan saleh di dalamnya lebih dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.“ (HR. Ahmad no. 6155)

Allah telah bersumpah dengan sepuluh hari ini di dalam Al-Qur’an, dan Allah tidaklah bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung. Allah Ta’ala berfirman dalam surah Al-Fajr, 

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

“(Demi malam-malam yang sepuluh).”

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Sesungguhnya sepuluh malam yang Allah sebutkan dalam sumpah pada ayat ini adalah sepuluh malam pertama di bulan Zulhijah.“ Demikian pula hal ini dikatakan oleh ‘Abdullah bin Zubair, Mujahid, Masruq, ‘Ikrimah, Qatadah, Adh-Dhahak, dan para ulama salaf yang lainnya. Hal ini juga dikuatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabary, dan disebutkan bahwa ini merupakan ijma’ para ulam ahli tafsir.

Bahkan Allah bersumpah secara khusus dengan hari Arafah dalam surah Al-Buruj yang menunjukkan ada keistimewaan yang lebih dibanding 10 hari lainnya,

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ

“Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.“ (QS. Al-Buruuj: 3)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

واليوم المشهود يوم عرفة ، والشاهد يوم الجمعة

“Hari yang disaksikan adalah hari Arafah. Yang menjadi saksi adalah hari Jumah.” (HR. Tirmizi no. 3339, dihasankan oleh Al-Albani).

Hadis inilah yang menjadi dasar dari tafsir yang dijelaskan oleh khalifah ‘Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum.

[Bersambung]

LANJUT KE BAGIAN 2

***

Penerjemah: Adika Mianoki

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

Diterjemahkan dari kitab Fadhai-lu Yaumi ‘Arafah, karya Syekh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al-Badr hafidzahullah.

ShareTweetPin
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Ketika Rupiah Melemah dan Krisis Ekonomi Melanda

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
9 Juni 2026
0

Belakangan ini, masyarakat kembali dihadapkan dengan berbagai kesulitan ekonomi. Nilai rupiah melemah, harga kebutuhan pokok meningkat, biaya hidup terasa semakin...

Nafsu, Kekayaan, dan Kehancuran Moral Manusia

oleh Fauzan Hidayat
6 Juni 2026
0

Akhir-akhir ini, kita dikejutkan oleh terbongkarnya sebuah dokumen yang dikenal sebagai “Epstein files”. Dokumen itu memperlihatkan sisi gelap manusia ketika...

Wahai Jiwa, Jangan Kembali Kepada Kehinaan Maksiat!

oleh Glenshah Fauzi
5 Juni 2026
0

Jiwa kita ibarat tunggangan berupa hewan ternak yang mudah tunduk pada tuannya. Namun, kehidupan dunia ibarat alam liar yang membuat...

Artikel Selanjutnya

Inilah Tujuh Keutamaan Hari Arafah (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah