Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Fatwa Ulama: Nasihat Bagi yang Terjerumus ke Dalam Kesyirikan

Fauzan Hidayat oleh Fauzan Hidayat
6 Juni 2025
di Fatwa Ulama
Terjerumus ke Dalam Kesyirikan
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus
    • Pertanyaan:
    • Jawaban:

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus

 

Pertanyaan:

Sebagian saudara kami memiliki masalah dengan keluarga mereka—baik orang tua, paman, bibi, maupun kerabat lainnya—dari sisi mereka terjatuh dalam kesyirikan besar, seperti berdoa kepada selain Allah, meminta pertolongan kepada selain-Nya, bertawakal kepada selain-Nya, mencela Allah dan agama-Nya, dan semisalnya. Mereka juga tidak mau menerima nasihat. Apa nasihat Anda kepada mereka? Perlu diketahui, hal ini telah menimbulkan fitnah besar antara saudara-saudara ini dengan keluarga mereka. Jazakumullahu khairan.

Jawaban:

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, kepada keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga hari kiamat. Amma ba’du.

Seorang musyrik yang melakukan syirik akbar berhak untuk dibenci karena Allah dan kita berlepas diri (bara’) dari mereka secara mutlak tanpa ada rasa cinta atau loyalitas (wala’). Sebab, akidah al-wala’ wal bara’ (loyalitas dan berlepas diri) adalah ikatan iman yang paling kuat, landasan umat muslim, serta konsekuensi dan syarat dari syahadat. Allah Ta’ala berfirman,

لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡ

“Kamu tidak akan menemukan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka adalah bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, atau keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)

Nabi ﷺ juga bersabda,

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” [1]

Allah juga memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk berlepas diri dari perbuatan buruk keluarganya jika mereka menyelisihi perintah-Nya,

وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ , وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ  , فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ  

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu dari kalangan orang-orang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian kerjakan.’” (QS. Asy-Syu’ara: 214-216)

Namun, berlepas diri dari perbuatan buruk mereka tidak berarti boleh menyakiti mereka dengan ucapan atau perbuatan. Seorang muslim tetap wajib berdakwah kepada keluarganya dengan cara yang baik, sebagaimana firman Allah,

فَذَكِّرۡ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ

“Oleh karena itu, berilah peringatan jika peringatan itu bermanfaat.” (QS. Al-A’la: 9)

Ia juga harus tetap berbakti kepada kedua orang tuanya, meskipun mereka musyrik, tidak boleh memutus hubungan, bahkan wajib bergaul dengan mereka secara baik di dunia, berdasarkan firman Allah,

وَإِن جَٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَاۖ وَصَاحِبۡهُمَا فِي ٱلدُّنۡيَا مَعۡرُوفٗا

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Luqman: 15)

Hukum terhadap kerabat lainnya sama seperti orang tua: wajib menyambung silaturahmi, memberi nafkah, dan berbuat baik, berdasarkan keumuman firman Allah,

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, dan orang miskin.” (QS. An-Nisa: 36)

Namun, berbuat baik kepada mereka tidak boleh sampai membantu kekufuran dan pendukungnya, apalagi jika mereka memerangi agama. Ini haram secara syar’i dan bisa menjerumuskan pada kekufuran, sebagaimana firman-Nya,

وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمۡ فَإِنَّهُۥ مِنۡهُمۡ

“Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka sebagai sekutu, maka dia termasuk golongan mereka.” (QS. Al-Maidah: 51)

Dalam berdakwah, hendaknya menggunakan cara yang lembut dan menjauhi kekerasan yang membuat mereka lari, sesuai firman-Nya,

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang terbaik.” (QS. An-Nahl: 125)

Sikap dakwah seperti ini adalah kunci utama agar orang awam bisa menerima nasihat. Nabi ﷺ bersabda,

لَأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

“Jika Allah memberi hidayah melalui dirimu kepada satu orang saja, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta termahal).” [2]

Dan ilmu (yang sebenarnya) hanya ada di sisi Allah Ta’ala. Penutup doa kami adalah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga hari kiamat. [3]

Baca juga: Menyikapi Pergeseran Arti “Syirik” dan “Munafik” di Masyarakat

***

Penulis: Fauzan Hidayat

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Al-Iman, Bab: “Mencintai Rasulullah ﷺ adalah bagian dari iman” (no. 15), dan oleh Muslim dalam Kitab Al-Iman (no. 44), dari hadis Anas radhiyallahu ‘anhu.

[2] Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Kitab Al-Jihad, Bab: “Keutamaan orang yang seseorang masuk Islam melalui perantaraannya” (no. 3009), dan oleh Muslim dalam Kitab Keutamaan para Sahabat (no. 2406), dari hadis Sahl bin Sa‘d radhiyallahu ‘anhuma.

[3] Diterjemahkan dari: https://www.ferkous.app/home/index.php?q=fatwa-19

ShareTweetPin
Fauzan Hidayat

Fauzan Hidayat

- Alumni Mahad Ilmi Yogyakarta (2020) - S2 Universitas Gadjah Mada - D4 Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya
Surah Al-Lahab

Mengenal Surah Al-Lahab dan Bukti Al-Quran bukan Tulisan Nabi Muhammad

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah