Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Besarnya Kasih Sayang Allah (Bag. 9): Bagaimana Kita Membalas Kasih Sayang Allah?

Gazzeta Raka Putra Setyawan oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
29 Mei 2025
di Akidah
Besarnya Kasih Sayang Allah
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Bagaimana cara kita membalas kasih sayang Allah?
    • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    • Bersyukur dengan hati, lisan, dan perbuatan
    • Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya
    • Mencintai Allah lebih dari segalanya
    • Menyebarkan kebaikan kepada sesama
    • Bersabar dalam ujian dan tidak berburuk sangka kepada Allah
  • Tidak akan pernah bisa membalas

Pernahkah kita berhenti sejenak dan merenungkan, seberapa besar kasih sayang Allah kepada kita? Sejak kita lahir, Allah telah melimpahkan nikmat-Nya tanpa kita minta. Dia memberi kita udara untuk bernafas, tubuh yang sehat, dan akal untuk berpikir. Dia menyediakan makanan untuk kita santap, air untuk kita minum, dan tempat tinggal untuk kita berlindung.

Setiap hari, kita hidup dalam limpahan kasih sayang Allah. Sejak terbitnya matahari hingga kita kembali terlelap di malam hari, nikmat-Nya tak pernah berhenti mengalir. Allah menjaga kita, memberi rezeki, mengampuni dosa-dosa kita, bahkan saat kita lalai dan sering lupa kepada-Nya.

Bahkan ketika kita melakukan kesalahan, Allah tidak serta-merta menghukum kita. Dia memberi kita kesempatan untuk bertobat. Dia menutup aib kita, memberi kita waktu untuk memperbaiki diri, dan tetap mencurahkan rezeki-Nya. Allah berfirman,

وَاِن تعُدُّوا نِعمَةَ اللّٰهِ لَا تُحصُوهَا اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [1]

Kasih sayang Allah begitu luas, menyelimuti setiap langkah kita, bahkan ketika kita sering lupa kepada-Nya. Dia memberi kita kehidupan, menjaga kita dalam tidur, dan membukakan pintu tobat setiap kali kita tersandung dalam dosa. Begitu banyak nikmat yang Dia berikan, meski kita sering lalai untuk bersyukur.

Bagaimana cara kita membalas kasih sayang Allah?

Begitu besar kasih sayang Allah, tapi pertanyaannya: bagaimana cara kita membalasnya? Tentu kita tidak mungkin membalas semua kebaikan Allah secara setara, tetapi ada cara agar kita bisa menunjukkan rasa syukur dan cinta kita kepada-Nya.

Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

Cara terbaik membalas kasih sayang Allah adalah dengan beriman dan bertakwa. Allah tidak meminta kita membayar nikmat-Nya dengan harta atau sesuatu yang sulit, tetapi cukup dengan taat kepada-Nya. Allah berfirman,

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِه وَلَا تَمُوتُنَّ اِلَّا وَاَنـتُم مُّسلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” [2]

Bersyukur dengan hati, lisan, dan perbuatan

Bersyukur bukan hanya mengucapkan “Alhamdulillah”; tetapi juga menyadari dalam hati bahwa semua nikmat berasal dari Allah, lalu menggunakannya di jalan yang benar. Allah berfirman,

وَاِذ تَاَذَّنَ رَبُّكُم لَئن شَكَرتُم لَاَزِيدَنَّـكُم​ وَلَئن كَفَرتُم اِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ‏

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” [3]

Syukur yang sejati adalah dengan memanfaatkan nikmat untuk mendekat kepada Allah. Jika diberi kesehatan, gunakan untuk beribadah. Jika diberi ilmu, sebarkan untuk kebaikan. Jika diberi harta, gunakan untuk membantu sesama.

Menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya

Allah tidak meminta banyak dari kita, hanya agar kita taat kepada-Nya. Salat, puasa, zakat, dan amal saleh lainnya adalah cara kita menunjukkan rasa terima kasih atas nikmat-Nya. Allah berfirman,

إنَّ اللّٰهَ يَامُرُ بِالعَدلِ وَالاِحسَانِ وَاِيتَاىِ ذِى القُربٰى وَيَنهٰى عَنِ الفَحشَاءِ وَالمُنكَرِ وَالبَغىِ​ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُونَ‏

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” [4]

Allah juga berfirman,

وَمَاۤ اٰتٰاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوْهُ وَ مَا نَهاكُم عَنهُ فَانْتَهُوا​  وَاتَّقُوا اللّٰهَ ​ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيدُ العِقَابِ​‏

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.” [5]

Mencintai Allah lebih dari segalanya

Kasih sayang Allah kepada kita begitu besar, maka sudah seharusnya kita mencintai-Nya lebih dari apapun. Cinta kepada Allah berarti kita lebih mengutamakan-Nya dalam segala hal. Allah berfirman,

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ  وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ  وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, sangat besar cintanya kepada Allah. Seandainya orang-orang yang zalim itu mengetahui, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu seluruhnya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya.” [6]

Bentuk cinta kepada Allah bisa kita tunjukkan dengan memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, serta mengutamakan perintah-Nya dalam hidup kita.

Menyebarkan kebaikan kepada sesama

Allah menyayangi kita, maka kita pun harus menyebarkan kasih sayang itu kepada orang lain. Membantu sesama, menyantuni anak yatim, dan berbuat baik kepada keluarga serta tetangga adalah cara kita membalas kasih sayang Allah dengan menebarkannya kepada makhluk-Nya. Allah berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى البِرِّ وَالتَّقوٰى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الاِثمِ وَالعُدوَانِ​ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ​ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيدُ العِقَابِ‏

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah; sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.” [7]

Rasulullah ﷺ bersabda,

اللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ

“Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” [8]

Semakin banyak kita berbuat baik kepada orang lain, semakin banyak pula kasih sayang Allah yang akan kita rasakan dalam hidup kita.

Bersabar dalam ujian dan tidak berburuk sangka kepada Allah

Allah menguji hamba-Nya bukan karena benci, tetapi karena kasih sayang-Nya. Terkadang, musibah adalah cara Allah menghapus dosa-dosa kita dan mengangkat derajat kita. Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

“Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan mengujinya.” [9]

Ketika menghadapi ujian, janganlah berburuk sangka kepada Allah. Yakinlah bahwa di balik setiap cobaan, ada hikmah yang belum kita pahami. Jika kita tetap bersabar dan bertawakal, Allah akan mengganti kesulitan dengan kemudahan.

Tidak akan pernah bisa membalas

Kita tidak akan pernah bisa membalas kasih sayang Allah dengan setimpal, tetapi kita bisa menunjukkan rasa terima kasih kita dengan beriman, bertakwa, menjalankan perintah-Nya, mencintai-Nya, dan menyebarkan kebaikan kepada sesama. Mari kita balas dengan mendekatkan diri kepada-Nya dan berusaha menjadi hamba yang lebih baik setiap hari. Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap dalam keimanan, membimbing langkah kita menuju kebaikan, dan mengizinkan kita merasakan indahnya kasih sayang-Nya di dunia dan di akhirat. Aamiin.

[Bersambung]

Kembali ke bagian 8 Lanjut ke bagian 10

***

Ditulis di Jember, 3 Ramadan 1446/2 Maret 2025

Penulis: Gazzeta Raka Putra Setyawan

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] QS. An-Nahl: 18

[2] QS. Ali Imran: 102

[3] QS. Ibrahim: 7

[4] QS. An-Nahl: 90

[5] QS. Al-Hasyr: 7

[6] QS. Al-Baqarah: 165

[7] QS. Al-Ma’idah: 2

[8] HR. Muslim

[9] HR. Bukhari

ShareTweetPin
Gazzeta Raka Putra Setyawan

Gazzeta Raka Putra Setyawan

- Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember (2023-sekarang) - Alumnus Ma'had Aly Al Furqon Magelang - Alumnus I'dad Lughowy STDI Imam Syafi'i Jember - Alumnus Safwa University (Online)

Artikel Terkait

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Tauhid: Kewajiban Pertama Bagi Seorang Hamba

oleh Yulian Purnama, S.Kom.
10 Juni 2026
0

Kewajiban pertama bagi seorang yang baru masuk Islam atau orang yang baru serius beragama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan...

Artikel Selanjutnya
Hewan Kurban Disembelih Sebelum Shahibul Qurban Salat Id

Jika Hewan Kurban Disembelih Sebelum Shahibul Qurban Salat Iduladha karena Perbedaan Zona Waktu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah