Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Berbuka Puasa Bersama Menumbuhkan Empati

Glenshah Fauzi oleh Glenshah Fauzi
27 Maret 2025
di Ramadan
Berbuka Puasa Bersama
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Berbuka bersama sebagai latihan empati dan solidaritas
  • Dampak sosial berbuka puasa bersama
  • Berbuka bersama dan kebahagiaan orang berpuasa
  • Jadikan Ramadan sebagai bulan empati

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, di mana berbagai amal ibadah mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Salah satu bentuk amal yang sangat dianjurkan di bulan suci ini adalah memberi makanan kepada orang yang berpuasa. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ,

من فطَّر صائمًا كان له مثلُ أجره، غير أنه لا ينقصُ من أجر الصائمِ شيئًا

“Barangsiapa memberikan menu buka puasa kepada saudaranya, ia akan mendapatkan pahala puasa tanpa mengurangi puasa orang tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 807, dinilai hasan sahih)

Hadis ini sering dijadikan motivasi bagi kaum muslimin untuk berbagi makanan berbuka. Namun, ulama besar seperti Ibnu Rajab memberikan perspektif yang lebih luas. Menurutnya, bukan hanya sekadar memberikan menu berbuka, orang yang memberi menu buka juga dianjurkan untuk ikut berbuka bersama dengan menu yang sama. Sebab dengan perbuatan tersebut, akan memasukkan lebih banyak lagi kebahagiaan kepada kaum muslimin yang menikmati menu berbuka tersebut. Dan agar dia termasuk dalam golongan orang-orang yang menyedekahkan harta yang disukainya. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an,

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Ayat ini menegaskan bahwa berbagi dari sesuatu yang kita cintai adalah bukti kesempurnaan iman dan bentuk tertinggi dari kebajikan. Dengan ikut berbuka bersama orang-orang yang kita beri makanan, kita tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga memberikan perhatian, kebersamaan, dan cinta kepada sesama muslim.

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah kalian beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45)

Ibnu Rajab menekankan pentingnya tidak hanya berbagi, tetapi juga merasakan langsung apa yang dirasakan oleh saudara seiman. Jika kita menyukai makanan yang enak dan lezat untuk diri kita, maka hendaknya kita juga memberikan makanan terbaik kepada saudara kita. Tidak cukup hanya memberi, tetapi kita dianjurkan untuk berbagi kebahagiaan dan merasakan langsung kebersamaan itu.

Berbuka bersama sebagai latihan empati dan solidaritas

Bulan Ramadan bukan hanya bulan ibadah personal, tetapi juga bulan tarbiyah sosial. Salah satu pelajaran penting dalam Ramadan adalah menumbuhkan empati, yaitu kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain.

Ketika seseorang berpuasa, ia merasakan langsung bagaimana rasanya menahan lapar dan dahaga. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga karena membantu kita memahami kesulitan yang dialami oleh saudara-saudara kita yang kurang mampu. Namun, empati ini tidak cukup hanya dirasakan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan berbuka bersama dan berbagi makanan dengan mereka yang membutuhkan.

Dengan berbuka bersama, kita turut merasakan perjuangan orang lain. Kita tidak hanya melihat mereka sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai saudara yang kita hormati dan bahagiakan. Ini adalah bentuk nyata dari kasih sayang dan ukhuwah Islamiyah.

Dampak sosial berbuka puasa bersama

Berbuka puasa bersama memiliki dampak sosial yang besar, baik kepada individu maupun masyarakat luas. Beberapa manfaatnya di antaranya adalah:

Mempererat tali silaturahmi. Dengan berkumpul dan berbuka bersama, hubungan antar sesama muslim semakin erat. Di tengah kesibukan kehidupan modern, momen berbuka puasa bersama menjadi kesempatan untuk saling bertemu, berbagi cerita, dan memperkuat ukhuwah.

Meningkatkan kesadaran sosial. Ketika berbuka bersama dengan orang-orang yang kurang mampu, kita akan lebih sadar akan kondisi mereka. Ini bisa menjadi pemicu untuk lebih peduli terhadap nasib sesama, bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di luar Ramadan.

Baca juga: Sunnah-Sunnah Ketika Berbuka Puasa

Berbuka bersama dan kebahagiaan orang berpuasa

Rasulullah ﷺ bersabda,

لِلصّائِمِ فَرْحَتانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فيه أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِن رِيحِ المِسْكِ.

“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (HR. Bukhari no. 7492 dan Muslim no. 1151)

Hadis ini menunjukkan bahwa berbuka puasa adalah salah satu momen paling membahagiakan bagi seorang muslim. Bayangkan, jika kita bisa menjadi sebab kebahagiaan bagi orang lain di saat berbuka, betapa besarnya pahala yang bisa kita dapatkan. Nabi ﷺ bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia.” (HR. Thabrani no. 6026, dinilai hasan lighairih oleh Al-Albani)

Suapan makanan yang kita berikan mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi penopang kekuatan seseorang untuk menjalankan ibadah tarawih, membaca Al-Qur’an, atau memperbanyak doa di malam hari. Bahkan, bisa jadi menu berbuka yang kita berikan adalah satu-satunya makanan yang mereka miliki hari itu. Sehingga menu berbuka tersebut telah menghilangkan kegundahan seorang yang berpuasa tentang dengan apa ia berbuka di hari tersebut. Dengan niat ikhlas, semua ini bisa menjadi amal jariyah yang tak terputus.

Jadikan Ramadan sebagai bulan empati

Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan latihan empati dan solidaritas sosial. Salah satu bentuk nyata dari empati ini adalah berbuka puasa bersama dan berbagi makanan dengan saudara-saudara kita.

Dengan memahami konsep berbuka puasa bersama seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Rajab, kita tidak hanya sekadar memberi, tetapi juga benar-benar hadir dalam kebahagiaan orang lain. Ini adalah cara terbaik untuk menumbuhkan rasa kasih sayang, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Maka, marilah kita manfaatkan bulan Ramadan ini dengan memperbanyak berbagi, bukan hanya dengan tangan, tetapi juga dengan hati. Tidak hanya sekadar berbagi, tetapi juga melandasi perbuatan tersebut karena Allah ﷻ dan meneladani Nabi ﷺ. Sebagaimana Imam Syafi’i rahimahullah berkata,

أحب للرجل الزيادة في الجود في شهر رمضان اقتداء برسول الله صلى الله عليه وسلم ولحاجة الناس فيه إلى مصالحهم ولتشاغل كثير منهم بالصوم والصلاة عن مكاسبهم

“Aku menyukai seseorang untuk meningkatkan kedermawanannya di bulan Ramadan, meneladani Rasulullah ﷺ serta karena kebutuhan banyak orang terhadap berbagai kepentingan mereka, sementara banyak dari mereka sibuk dengan puasa dan salat sehingga tidak sempat mencari penghidupan.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 169; oleh Ibnu Rajab rahimahullah via maktabah syamilah)

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang penuh kasih sayang. Aamiin.

Baca juga: Berbuka Puasa di Pesawat Terbang

***

Penulis: Glenshah Fauzi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Glenshah Fauzi

Glenshah Fauzi

- Alumnus Ma'had Al Ilmi 2023-2024 - Alumni Kimia UGM '20

Artikel Terkait

Wafat Sebelum Membayar Kaffarat Jimak di Bulan Ramadan

oleh Muhammad Zia Abdurrofi
2 April 2026
0

Hukum dan kaffarat orang yang berjimak di siang hari bulan Ramadan Bukan lagi menjadi hal yang tabu terkait hukum jimak (berhubungan...

Akankah Aku Akan Bermaksiat Lagi Selepas Ramadan?

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
31 Maret 2026
0

Ketahuilah, bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ketaatan. Di dalamnya kaum muslimin berlomba-lomba memperbanyak ibadah, berpuasa, salat...

Fatwa Ulama: Hukum Orang yang Berpindah ke Negeri dengan Pengurangan atau Penambahan Puasa

oleh Fauzan Hidayat
17 Maret 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Apa hukum seseorang yang berpuasa hari pertama Ramadan di negerinya, lalu ia berada...

Artikel Selanjutnya
Hamba yang Bersyukur

Teks Khotbah Idul Fitri: Apakah Kita Sudah Menjadi Hamba yang Bersyukur?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   2   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah