Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Fatwa Ulama: Batasan Ketika Nazhor

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
23 Maret 2025
di Fatwa Ulama
Batasan Ketika Nazhor
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Syekh Abu Abdillah Musthafa bin Al-‘Adawi
    • Pertanyaan:
    • Jawaban:

Fatwa Syekh Abu Abdillah Musthafa bin Al-‘Adawi

 

Pertanyaan:

Jelaskan ringkasan perkataan para ulama tentang memandang/melihat (nazhor) perempuan yang ingin dinikahi dan juga batasan apa saja yang boleh dilihat.

Jawaban:

Kami ringkaskan pendapat para ulama tentang masalah ini sebagai berikut.

Jumhur (mayoritas) ulama dari kalangan salaf (ulama terdahulu) dan khalaf (ulama belakangan) berpendapat bolehnya seorang laki memandang (melihat) perempuan yang ingin dia nikahi. Pendapat ini adalah pendapat yang sahih, berdasarkan dalil-dalil yang telah kami sebutkan sebelumnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apa bagian yang boleh dilihat dari perempuan yang ingin dia pinang.

Jumhur ulama berpendapat bolehnya melihat wajah dan dua telapak tangan dari perempuan yang ingin dipinang, dan tidak boleh melihat lebih dari itu.

Adapun Al-Auza’i rahimahullah berpendapat bahwa laki-laki tersebut bersungguh-sungguh (ingin meminang, pent.) dan boleh melihat bagian yang dia inginkan, kecuali bagian auratnya.

Adapun Dawud dan Ibnu Hazm rahimahumallah berpendapat boleh melihat seluruh bagian tubuhnya.

Adapun Imam Ahmad rahimahullah memiliki tiga riwayat dalam masalah ini,

Pertama, (boleh) melihat wajah dan kedua telapak tangannya.

Kedua, (boleh) melihat apa yang biasa tampak dari perempuan, misalnya leher, betis, dan selain keduanya.

Ketiga, (boleh) dilihat seluruh auratnya dan selainnya, bahkan ditegaskan bahwa beliau membolehkan untuk melihatnya dalam kondisi (maaf) telanjang.

Adapun pendapat yang aku pegang –Wallahu Ta’ala a’lam- adalah jika seorang laki-laki pergi meminang seorang perempuan (dalam waktu dan tempat tertentu, pent.), maka hendaknya perempuan tersebut menampakkan wajah dan telapak tangannya, sebagaimana pendapat jumhur ulama. Adapun jika laki-laki tersebut melihat dengan sembunyi-sembunyi, maka dia boleh melihat bagian yang bisa mendorongnya untuk menikahinya. Hal ini karena tidak mungkin -baik secara akal maupun secara syariat- untuk berkata kepada seorang perempuan, “Bukalah pakaianmu sehingga terlihat darimu apa yang diinginkan oleh laki-laki yang ingin melamarmu.” Karena jika demikian, maka akan terjadi bahaya dan kerusakan yang besar. Wallahu Ta’ala a’lam.

Lalu, apakah seorang laki-laki boleh mengulang nazhor kepada perempuan yang ingin dia nikahi? Dalam masalah ini ada rincian, secara ringkas sebagai berikut:

Jika masih dalam tempat melakukan nazhor yang pertama, maka boleh diulang dan melihat dengan lebih teliti.

Demikian pula jika seorang laki-laki melihatnya tanpa sepengetahuan si perempuan.

Adapun jika berulang-ulang di suatu tempat sebagaimana yang terjadi di sebagian negeri kami (Mesir), ketika laki-laki setiap hari duduk bersama (bertemu) perempuan yang ingin dia nikahi, bahkan pergi jalan-jalan bersamanya, maka aku membenci yang pertama, yaitu berkali-kali pergi ke rumah si perempuan sebelum akad. [1] Adapun pergi keluar bersamanya, jika disertai mahram dan ada hajat (kebutuhan), maka boleh. Adapun jika tanpa mahram, maka perempuan tersebut statusnya masih ajnabiyah (perempuan yang bukan mahram, pent.), sehingga dilarang. Wallahu a’lam. [2]

Baca juga: Disyariatkannya Nazhor ketika Hendak Menikah

***

@Unayzah, 7 Ramadan 1446/ 7 Maret 2025

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] Karena tidak ada contohnya pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menurut apa yang aku ketahui. Selain itu, hal ini bisa menyebabkan khalwat (berdua-duaan) dalam sebagian kondisi (keadaan), padahal statusnya masih perempuan ajnabiyah. Wallahu Ta’ala a’lam.

[2] Diterjemahkan dari Ahkaamun Nikah waz Zifaf, hal. 71-72.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya
Cara untuk ikhlas

Fatwa Ulama: Cara Bersungguh-Sungguh untuk Ikhlas dan Menjaga Diri dari Syirik Kecil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   5   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah