Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Memberikan Keteladanan dengan Amal Perbuatan

M. Saifudin Hakim oleh M. Saifudin Hakim
15 September 2018
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Mengamalkan ilmu agama dan memberikan keteladanan dengan amal perbuatan sesungguhnya lebih mengena kepada sasaran dakwah daripada sekedar bicara tanpa amal yang nyata. Sebagaimana firman Allah Ta’ala tentang Syu’aib,

وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَى مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ

“Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang.” (QS. Huud [11]: 88)

Malik bin Dinar rahimahullah berkata, “Sesungguhnya seseorang yang memiliki ilmu (‘alim) namun tidak mengamalkan ilmunya, maka nasihatnya akan tergelincir dari dalam hati, sebagaimana tetesan air hujan akan tergelincir dari atas batu yang licin.” [1]

Dari Ma’mun, beliau mengatakan,

نحن إلى أن نوعظ بالأعمال أحوج من أن نوعظ بالأقوال

“Kami lebih butuh nasihat dengan (contoh) amal perbuatan daripada nasihat dengan kata-kata.” [2]

Hal ini karena barangsiapa yang rutin atau rajin beramal, maka merutinkan amal itu sendiri pada hakikatnya adalah bentuk berdakwah. Dengan demikian, dia menjadi contoh teladan bagi masyarakat kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman,

وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan [25]: 74)

Tidaklah seseorang itu mencapai kedudukan tersebut kecuali jika terkumpul dalam dirinya berbagai sifat kebaikan, yaitu dia mengumpulkan antara ilmu dan amal sekaligus. Adapun jika yang diperbanyak hanyalah ilmu, dan tidak memiliki perhatian terhadap amal, maka ilmu tersebut menjadi tidak bermanfaat.

Yang sering kita saksikan, manusia terkadang sangat perhatian untuk memperbanyak ilmu, menghapal dan menghadiri berbagai majelis pengajian. Akan tetapi, dia sering terluput dari shalat, khususnya shalat subuh. Jika kewajiban yang agung ini saja terlupakan, padahal shalat adalah rukun terbesar setelah dua kalimat syahadat dan perkara yang pertama kali ditanyakan pada hari kiamat, lalu di manakah bekas dan pengaruh dari ilmu yang sudah dia dipelajari itu?

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

كنا إذا فقدنا الرجل في صلاة العشاء وصلاة الفجر أسأنا به الظن

“Kami (para sahabat) dahulu jika ada seorang laki-laki yang terluput dari shalat subuh dan shalat isya’, kami pun berburuk sangka kepadanya.” [3]

Dalam sebuah hadits disebutkan,

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ، وَصَلَاةُ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh.” [4]

Di zaman kita ini, zaman begadang di setiap malam, banyak kita jumpai orang-orang yang terluput alias tidak mendirikan shalat subuh pada waktunya. Mereka begadang di sepanjang malam dalam rangka diskusi ilmiah dalam berbagai masalah ilmu atau topik lainnya, kemudian mereka pun tidur di akhir malam dan tidak mengerjakan shalat subuh. Jika seseorang menghidupkan malam dengan membaca dan menghapal Al-Qur’an, namun dengan mengorbankan shalat subuh, maka perbuatan tersebut haram, dan dia pun berdosa dengan begadangnya tersebut.

Padahal, shalat subuh adalah shalat yang paling utama, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَفْضَلُ الصَّلَوَاتِ عِنْدَ اللهِ صَلَاةُ الصُّبْحِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي جَمَاعَةٍ

“Shalat yang paling utama di sisi Allah adalah shalat subuh pada hari jum’at secara berjamaah.” [5]

Dan pada zaman ini, shalat shubuh berjamaah di hari Jum’at menjadi shalat yang paling banyak disepelakan, terutama di negeri yang menjadikan hari Jum’at sebagai hari libur.

Semoga Allah Ta’ala memperbaiki keadaan kaum muslimin, di mana pun mereka berada. [6]

***

@Bornsesteeg NL 6C1, 17 Ramadhan 1439/ 2 Juni 2018

Oleh seorang hamba yang sangat butuh ampunan Rabb-nya,

Penulis: M. Saifudin Hakim

Artikel Muslim.or.id

 

Catatan kaki:

[1] Diriwayatkan oleh Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Al-Iqtidha’, hal. 97.

[2] Jaami’ Bayaan Al-‘Ilmi, hal. 1236.

[3] Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir 12/271, Ibnu Khuzaimah no. 1405 dan Ibnu Hibban no. 2099.

[4] HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651.

[5] HR. Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ (7: 207). Dinilai shahih oleh Al-ALbani dalam Silsilah Ash-Shahihah no. 1566.

[6] Disarikan dari kitab Tsamaratul ‘Ilmi Al-‘Amalu, karya Syaikh ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr, hal. 35-39.

ShareTweetPin
M. Saifudin Hakim

M. Saifudin Hakim

- Alumnus Ma'had Al-'Ilmi, Yogyakarta. - Alumnus Pendidikan Dokter FK UGM, Yogyakarta. - Alumnus Erasmus University Medical Center, Rotterdam, Belanda. - Saat ini sedang belajar di Unayzah, Saudi Arabia.

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 8): Teladani Pemimpin Hebat Terdahulu

oleh Glenshah Fauzi
24 Oktober 2026
0

Pemimpin itu harus mudah diakses Seorang pemimpin seringkali hidup berjarak dari rakyatnya. Padahal, pemimpin hebat seperti Nabi ﷺ tidak memiliki...

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
0

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Artikel Selanjutnya

Mendatangkan Arwah Orang Mati, Mungkinkah?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 9   +   6   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah