Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 5): Tips Berinteraksi dan Memilih Pertemanan

Glenshah Fauzi oleh Glenshah Fauzi
28 September 2026
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Beberapa larangan dalam memilih pertemanan
    • Kelompok pertama: Larangan dalam berinteraksi
    • Kelompok kedua: Larangan dalam bentuk tindakan umum
  • Memilih dengan cermat teman berdiskusi
  • Tidak ada yang bisa merusak urusan rakyatmu yang engkau hadapi lebih cepat dari keserakahan
  • Wasiat untuk dermawan kepada rakyat dan menjauhi harta mereka
  • Memperhatikan aspek militer dan kesejahteraan prajurit

Beberapa larangan dalam memilih pertemanan

Ingatlah bahwa agama kita sangat memperhatikan sirkel pertemanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan wasiat,

اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang akan mengikuti perilaku orang yang sering bergaul dengannya; maka hendaknya setiap orang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia bergaul.” (HR. Ahmad)

Renungilah penyesalan orang-orang di hari kiamat dalam firman Allah Ta’ala,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً

“Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata, “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an sesudah Al-Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29)

Sirkel yang baik sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Keterbatasannya meraih informasi dan mengatur urusan orang banyak, menyebabkan ia sangat membutuhkan teman-teman andalan. Thahir memulai wasiat ini dari larangan, lalu kemudian memberikan arahan memilihnya. Menurut kami, Thahir menyarankan untuk melakukan filtrasi pertemanan dibandingkan mencari teman. Sebab, ketika menjadi pemimpin, banyak orang yang mendekat. Sehingga seorang pemimpin tidak perlu mencari, cukup menyeleksi.

Wasiat larangan ini juga meliputi tips berinteraksi, sehingga faidah yang diambil pun bisa dipraktikkan dalam keseharian pemimpin yang akan banyak bertemu orang. Apalagi seorang pemimpin sangat membutuhkan blusukan atau interaksi langsung ke kotak masyarakat terkecil. Karena keadaan ini, seorang pemimpin akan menemui beragam model manusia.

Larangan ini disebutkan Thahir dalam satu paragraf berbagi koma, lalu kemudian kami urutkan ulang dengan pengelompokan tertentu.

Baca juga: Persahabatan yang Sampai ke Surga Selamanya

Kelompok pertama: Larangan dalam berinteraksi

  1. Jangan mengasihani orang berdosa dengan mendukung dosanya.
  2. Jangan mendukung orang iri.
  3. Jangan berhubungan dengan orang yang tidak tahu berterima kasih.
  4. Jangan berkomplot dengan musuh.
  5. Jangan mempercayai pemfitnah.
  6. Jangan mengandalkan penipu.
  7. Jangan mengikuti perayu.
  8. Jangan memuji orang riya’.
  9. Jangan menolak pengemis fakir.
  10. Jangan berteman dengan orang tak bermoral.
  11. Jangan memperhatikan pelawak.
  12. Jangan pedulikan pemfitnah.
  13. Jangan menutup mata terhadap seorang zalim karena engkau takut kepadanya atau karena berprasangka baik kepadanya.

Semua larangan ini berada dalam ruang lingkup tata aturan interaksi. Thahir mengumpulkan beberapa jenis orang yang harusnya dihindari dan sikap yang layak padanya. Masing-masing orang dan sikapnya ini sangat bagus sekali untuk dijelaskan secara terperinci dalam tulisan khusus karena mengandung tuntunan yang baik bagi pribadi umat. Namun, tulisan ini tampaknya tak cukup untuk memenuhinya. Namun, setidaknya berdasarkan penelitian kami, 13 kelompok ini memang memiliki dasar untuk disikapi demikian dalam agama kita. Semoga dimudahkan bagi kita untuk mengulasnya.

Kelompok kedua: Larangan dalam bentuk tindakan umum

  1. Jangan menganggap bahwa ada dosa ringan.
  2. Jangan berbaik-baik pada kebatilan.
  3. Jangan mengingkari janji.
  4. Jangan menghina seseorang.
  5. Jangan berhias dengan penuh kebanggaan.
  6. Jangan perlihatkan kemarahan.
  7. Jangan pamer.
  8. Jangan berjalan angkuh.
  9. Jangan membenarkan kebodohan.
  10. Jangan abai mencari akhirat.
  11. Janganlah mencari pahala akhirat dalam dunia.

Memilih dengan cermat teman berdiskusi

Seringlah bermusyawarah dengan para ahli fikih. Biasakanlah dirimu bijaksana. Belajarlah dari orang yang berpengalaman, pandai, memiliki pendapat dan hikmah. Jangan izinkan orang boros dan bakhil ikut terlibat dalam musyawarahmu. Sama sekali jangan dengar ucapan mereka karena bahaya mereka lebih banyak dari manfaat mereka.

Tidak ada yang bisa merusak urusan rakyatmu yang engkau hadapi lebih cepat dari keserakahan

واعلم أنك إذا كنت حريصا كنت كثير الأخذ قليل العطية وإذا كنت كذلك لم يستقم لك أمرك إلا قليلا

Ketahuilah, jika engkau serakah, engkau akan menjadi banyak mengambil dan sedikit memberi. Jika engkau menjadi begitu, maka hanya sedikit urusanmu yang akan berhasil.

Hindarilah keserakahan! Ketahuilah, keserakahan merupakan dosa pertama yang dilakukan manusia terhadap Rabbnya. Sesungguhnya orang yang durhaka itu posisinya terhina. Itulah firman Allah ﷻ,

وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“Barangsiapa yang terjaga dari keserakahan dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Wasiat untuk dermawan kepada rakyat dan menjauhi harta mereka

فإن رعيتك إنما تعتقد على محبتك بالكف عن أموالهم وترك الجور عنهم

Rakyatmu bersedia mencintaimu hanya jika engkau menjauhi diri dari harta mereka dan tidak memperlakukan mereka secara tidak adil.

ويدوم صفاء أوليائك لك بالإفضال عليهم وحسن العطية لهم

Kecintaan serta ketulusan para pendukung dan orang-orang yang setia kepadamu akan tetap terjaga dengan terus berbuat baik kepada mereka dan memberikan pemberian yang baik kepada mereka.

Maka mudahkanlah jalan untuk bermurah hati dengan memberikan hak kepada yang berhak. Jadikanlah seluruh kaum Muslimin memperoleh bagian dan porsi dari niat baikmu. Yakinlah bahwa kedermawanan adalah termasuk amalan terbaik para hamba. Maka jadikanlah ia sebagai akhlak bagi dirimu, ridailah ia sebagai amalan dan jalan hidupmu. Hal ini sangat mencukupi kebutuhan seorang pemimpin.

Wasiat Thahir ini bukan berarti melegalkan politik uang atau istilah politik gentong babi. Namun, Thahir ingin menjelaskan bahwa ada bentuk apresiasi berjenjang pada orang-orang tertentu. Meski demikian, tetap basisnya adalah pemberian hak secara adil kepada siapapun dan menahan diri dari mengambil harta mereka. Jadi, jelas hal ini tidak bisa ditafsirkan sebagai wasiat pembenaran suap atau politik uang.

Baca juga: Kenalilah Siapa Dia: Tips Memilih Teman Akrab

Memperhatikan aspek militer dan kesejahteraan prajurit

Perhatikanlah urusan para tentara dalam daftar administrasi mereka. Lancarkanlah pemberian gaji dan tunjangan mereka, serta lapangkanlah penghidupan mereka. Dengan itu, Allah akan menghilangkan kebutuhan dan kesempitan mereka. Dengan demikian, urusan mereka akan berjalan baik untukmu, dan hati mereka akan semakin bertambah dalam ketaatan kepada dirimu serta kepada perintahmu.

Cukuplah kebahagiaan seorang penguasa jika tentara dan rakyatnya disayangi dalam keadilan, perlindungan, perhatian, bantuan, kasih sayang, kebajikan, dan kemurahannya. Maka jauhkanlah keburukan yang mungkin timbul dari salah satu dari dua sisi perkara itu dengan menyadari perlunya melengkapi sisi yang lain dan berpegang teguh dalam mengamalkannya. Dengan demikian, insya Allah, engkau akan memperoleh keberhasilan, kebaikan, dan kemenangan.

Nasihat Thahir dalam hal kemiliteran ini relevan dengan paradigma politik modern tanpa terlepas dengan konteks kepemimpinan klasik. Beberapa poin menarik ialah:

1) Penguatan militer sebagai langkah menjaga stabilitas negara. Karena militer yang loyal pada panglima tertinggi akan menguatkan pondasi politik internal eksternal.

2) Fokus penguatan militer ada pada pendetailan administrasi agar tidak terjadi penyelewengan perangkat senjata, serta kesejahteraan prajurit.

3) Keseimbangan perhatian antara rakyat dan tentara. Karena jika berat kepada salah satunya saja, maka akan muncul ketidakstabilan. Jika yang dikuatkan hanya kelompok militer, maka akan muncul militerisme yang rawan ketegangan. Sedangkan bila penguatan kelompok sipil semata, maka kebebasan bisa kebablasan dan beresiko pada infiltrasi asing.

Paradigma ini menjadi pondasi dalam diskursus model pemerintahan modern yang berusaha menggelorakan sipil dan membarakkan militer. Sehingga fungsi keduanya dapat berjalan stabil, tidak mencampurkan keduanya.

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 4

***

Penulis: Glenshah Fauzi

Artikel Muslim.or.id

ShareTweetPin
Glenshah Fauzi

Glenshah Fauzi

- Alumnus Ma'had Al Ilmi 2023-2024 - Alumni Kimia UGM '20

Artikel Terkait

Ekonomi Umat yang Berdaya: Visi Islam untuk Kaum Muslimin yang Kuat dan Mandiri

oleh Muhammad Insan Fathin
22 September 2026
0

Terdapat sebuah pemahaman keliru yang menyebar dan terkadang menjadi hal yang diperdebatkan di tengah umat, juga disalahpahami. Orang yang saleh...

Seni Memaafkan: Investasi Terbaik untuk Ketenangan Jiwa

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
20 September 2026
1

Dalam kehidupan sosial yang dinamis, konflik adalah sunnatullah dan suatu keniscayaan. Namun, kemampuan untuk memberi maaf bukan sekadar tindakan sosial,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag 4): Agar Tidak Menjadi Pemimpin Otoriter

oleh Glenshah Fauzi
11 September 2026
0

Bagian emas dari wasiat Thahir Paragraf yang mengalir di bawah ini adalah bagian paling istimewa menurut penulis. Kekuasaan cenderung menghadirkan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah