Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Doa dan Ikhtiar Nabi Zakaria dalam Memperoleh Keturunan

Fauzan Hidayat oleh Fauzan Hidayat
10 Oktober 2024
di Doa dan Zikir
Doa dan Ikhtiar Nabi Zakaria
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Doa khusus Nabi Zakaria
  • Tiga ikhtiar Nabi Zakaria
    • Pertama: Keyakinan penuh kepada Allah (وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ)
    • Kedua: Berdoa dengan penuh harap dan kerendahan hati (يَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا)
    • Ketiga: Berusaha dalam amal kebaikan (يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ)
  • Keajaiban di balik keadaan yang sulit
  • Pelajaran bagi kita

Saudaraku, doa adalah senjata yang paling ampuh, terutama dalam menghadapi situasi sulit yang tampaknya mustahil untuk diatasi. Salah satu kisah yang sangat inspiratif mengenai kekuatan doa adalah kisah Nabi Zakaria ‘alaihis salam, sebagaimana yang tertuang dalam surah Al-Anbiya’ ayat 89-90.

Kisah ini memberikan kita pelajaran berharga tentang bagaimana usaha dan keteguhan hati seorang hamba dalam berdoa kepada Allah dapat membuka jalan atas perkara yang tampaknya mustahil, yaitu memperoleh keturunan di saat beliau dan istrinya berada dalam usia lanjut dan menghadapi kemandulan.

Doa khusus Nabi Zakaria

Allah Ta’ala menggambarkan bagaimana Nabi Zakaria ‘alaihis salam berdoa dengan penuh keikhlasan dan harap dalam firman-Nya,

وَزَكَرِيَّآ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرْنِى فَرْدًا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْوَٰرِثِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.‘” (QS. Al-Anbiya’: 89)

Perhatikanlah bagaimana Nabi Zakaria ‘alaihis salam menyampaikan doanya dengan hati yang tulus dan penuh harapan, memohon kepada Allah agar tidak meninggalkannya tanpa keturunan. Kata “فرداً” yang berarti “seorang diri” di sini menggambarkan keinginan yang dalam dari Nabi Zakaria ‘alaihis salam untuk memiliki keturunan yang akan melanjutkan perjuangannya dalam menyebarkan agama Allah Ta’ala.

Doa ini menunjukkan keyakinan yang kuat dari Nabi Zakaria ‘alaihis salam bahwa meskipun keadaan fisik dirinya dan istrinya tampak tidak memungkinkan, Allah adalah sebaik-baiknya pemberi keturunan. Hal ini menggambarkan sikap seorang hamba yang memahami bahwa semua perkara ada di tangan Allah Ta’ala, termasuk pemberian keturunan, bahkan di usia tua dan dalam keadaan fisik yang tidak memungkinkan secara medis.

Tiga ikhtiar Nabi Zakaria

Selain doa yang khusyuk, Nabi Zakaria ‘alaihis salam juga melakukan ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam mencapai harapannya. Allah Ta’ala berfirman bagaimana doa mulia Sang Nabi dikabulkan, serta bagaimana ikhtiar yang ia lakukan,

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ

“Maka, Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

Berikut adalah tiga usaha yang dapat diambil pelajaran dari kisah beliau:

Pertama: Keyakinan penuh kepada Allah (وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ)

Nabi Zakaria ‘alaihis salam memiliki keyakinan yang kokoh bahwa Allah mampu mengabulkan permohonannya, meskipun secara manusiawi tampak mustahil. Beliau berserah diri sepenuhnya kepada kekuasaan Allah, menyadari bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Inilah yang menjadi dasar dari doa dan usaha Nabi Zakaria, yakni keyakinan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Kedua: Berdoa dengan penuh harap dan kerendahan hati (يَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا)

Nabi Zakaria ‘alaihis salam tidak sekadar berdoa, tetapi beliau melakukannya dengan penuh harap, khusyuk, dan rendah hati. Hal ini digambarkan dalam ayat 90, bahwa Nabi Zakaria ‘alaihis salam dan istrinya adalah orang-orang yang senantiasa mempercepat dalam melakukan kebaikan dan berdoa dengan penuh harap dan cemas kepada Allah. Ini menunjukkan pentingnya sikap khusyuk dalam doa dan pengharapan yang besar kepada rahmat Allah.

Ketiga: Berusaha dalam amal kebaikan (يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ)

Nabi Zakaria ‘alaihis salam dan istrinya digambarkan sebagai hamba-hamba Allah yang selalu mempercepat dalam berbuat kebaikan. Ini merupakan bentuk ikhtiar mereka untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah melalui amal-amal saleh, yang pada akhirnya menjadi salah satu faktor diijabahnya doa mereka. Amal kebaikan yang mereka lakukan menjadi bagian dari ikhtiar yang tak terpisahkan dari doa-doa mereka.

Baca juga: Malaikat, Makhluk yang Tidak Memiliki Anak Keturunan

Keajaiban di balik keadaan yang sulit

Pada akhirnya, Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria ‘alaihis salam. Allah memberikan kepada beliau seorang anak yang tidak hanya menjadi keturunan yang dinanti-nantikan, tetapi juga seorang nabi, yaitu Nabi Yahya ‘alaihis salam. Hal ini ditegaskan dalam surah Al-Anbiya ayat 90 di atas.

Kisah ini juga menyoroti keadaan fisik Nabi Zakaria ‘alaihis salam yang sudah tua dan istrinya yang mandul. Secara logika manusia, kondisi ini hampir tidak mungkin bagi mereka untuk mendapatkan keturunan. Namun, Allah menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Allah mengangkat derajat Nabi Zakaria ‘alaihis salam dengan memberikannya seorang anak yang saleh dan mulia, yaitu Nabi Yahya ‘alaihis salam, meskipun kondisi mereka secara medis tampak tidak memungkinkan.

Pelajaran bagi kita

Kisah Nabi Zakaria ‘alaihis salam memberikan banyak pelajaran berharga, terutama mengenai pentingnya doa yang disertai dengan keyakinan penuh kepada kekuasaan Allah. Kita pun, dalam kehidupan sehari-hari, kadang merasa bahwa ada banyak hal yang tidak mungkin kita capai. Namun, melalui kisah ini, Allah mengajarkan kepada kita bahwa doa yang tulus dan ikhtiar yang sungguh-sungguh akan selalu membuahkan hasil, dengan catatan kita memiliki keyakinan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Penting pula bagi kita untuk mengingat bahwa doa harus disertai dengan amal saleh dan usaha yang nyata. Nabi Zakaria ‘alaihis salam dan istrinya selalu bersegera dalam melakukan kebaikan, dan ini menjadi bagian dari ikhtiar mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan rahmat-Nya.

Akhirnya, kita dapat mengambil pelajaran bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Jika kita menghadapi kesulitan dalam hidup, termasuk dalam hal memperoleh keturunan, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Dengan doa, keyakinan, dan ikhtiar yang sungguh-sungguh, insyaAllah kita akan mendapatkan yang terbaik dari-Nya, sebagaimana yang dialami oleh Nabi Zakaria ‘alaihis salam dan istrinya. Wallahu Ta’ala a’lam.

Baca juga: Keturunan Nabi Harus Menikah Dengan Keturunan Nabi?

***

Penulis: Fauzan Hidayat

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Fauzan Hidayat

Fauzan Hidayat

- Alumni Mahad Ilmi Yogyakarta (2020) - S2 Universitas Gadjah Mada - D4 Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Artikel Terkait

Doa Ketika Terlilit Utang

oleh Prasetyo Abu Ka'ab
25 Januari 2026
0

Seorang muslim tidak sepantasnya meremehkan perkara utang, menganggapnya sepele, atau bersikap longgar dalam melunasinya. Sebab, dalam As-Sunah, terdapat banyak hadis...

Ketenangan Hati

Zikir dan Ketenangan Hati

oleh Fauzan Hidayat
14 Oktober 2025
0

Setiap manusia mendambakan ketenangan hati. Ada yang mencarinya dalam harta, jabatan, popularitas, bahkan hiburan. Namun semakin dicari pada selain Allah,...

Bacaan Tasbih Tahmid dan Takbir

Bacaan Tasbih, Tahmid, dan Takbir pada Zikir Setelah Salat

oleh Firdian Ikhwansyah
30 September 2025
0

Zikir merupakan salah satu ibadah harian yang sering kita lakukan. Salah satu jenis zikir yang pasti kita rutinkan setiap harinya...

Artikel Selanjutnya
Benarkah Hasan Al-Bashri Mengajak untuk Memberontak

Benarkah Hasan Al-Bashri Mengajak untuk Memberontak? (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah