Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Takut Mati adalah Gangguan Jin?

Muhammad Nur Faqih, S.Ag oleh Muhammad Nur Faqih, S.Ag
21 Oktober 2023
di Akidah
Takut Mati adalah Gangguan Jin
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Takut menghadapi kematian
    • Kekhawatiran atau ketakutan yang terpuji
    • Ketakutan akan kematian yang tercela

Kematian adalah sesuatu yang pasti. Kita takut atau tidak, kelak kita juga akan menghadapinya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS Ali Imran: 185)

Dunia yang kita anggap sebagai tempat terindah dalam memperjuangkan mimpi ini, jelas-jelas ditegaskan oleh Allah ‘Azza Wajalla akan hancur juga. Dunia tempat kita mengangankan banyak hal, kelak juga akan binasa. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bahkan menasihatkan kepada Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma agar hidup tak lebih dari seorang musafir,

كُنْ في الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيبٌ أوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

“Hiduplah di dunia seperti orang asing atau musafir.” (HR. Bukhari no. 6416)

Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu menjelaskan ayat 185 dari surah Ali Imran,

هذه الآية الكريمة فيها التزهيد في الدنيا بفنائها ، وعدم بقائها ، وأنها متاع الغرور ، تفتن بزخرفها ، وتخدع بغرورها ، وتغر بمحاسنها ، ثم هي منتقِلة ، ومنتقَل عنها إلى دار القرار ، التي توفَّى فيها النفوس ما عملت في هذه الدار ، من خير وشرٍّ

“Ayat yang mulia ini terdapat anjuran untuk bersikap zuhud terhadap urusan dunia, kefanaannya dan ketidakkekalannya. Bahwasanya dunia hanyalah tempat senda gurau belaka, yang gemerlapnya bisa menipu, yang gemerlapnya membuat banyak orang tersesat. Kemudian ia akan berpindah menuju negeri keabadian, yang semua makhluk bernyawa diberi balasan apapun yang mereka kerjakan di dunia, baik atau buruk.” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 159)

Takut menghadapi kematian

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama menggambarkan bagaimana perbedaan kondisi orang mukmin seperti air yang mengalir dari teko dan orang munafik seperti kain basah yang dikaitkan dengan pengait besi. Mendengar ini tentu saja tak semua siap menghadapi kematian dan siapa di antara kita yang benar-benar siap dengannya?!

Namun, apakah kekhawatiran ini merupakan gangguan setan? Harus kita rinci terlebih dahulu.

Kekhawatiran atau ketakutan yang terpuji

Jika kekhawatiran atau ketakutan akan kematian tadi menjadikan seseorang lebih takut dalam melanggar perintah Allah ‘Azza Wajalla dan menjadikannya lebih taat kepada-Nya, maka kekhawatiran semisal ini tidaklah tercela. Kekhawatiran seperti ini dimiliki para salaf saleh. Hingga di akhir kehidupan mereka dipenuhi dengan tangisan, bukan karena takut dengan kematiannya, melainkan takut dengan apa yang akan menimpa mereka di hari kemudian.

‘Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu sering menangis ketika datang ke pemakaman. Ketika ditanya alasan tangisan tersebut, beliau menjawab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

إنَّ القبرَ أوَّلُ مَنازلِ الآخرةِ ، فإن نجا منهُ ، فما بعدَهُ أيسرُ منهُ ، وإن لم يَنجُ منهُ ، فما بعدَهُ أشدُّ منهُ

“Sesungguhnya kubur ini adalah awal peristiwa akhirat. Siapa saja yang selamat di sana, maka setelahnya akan lebih mudah. Dan siapa saja yang tidak selamat, maka kondisi setelahnya akan lebih mengerikan.” (Shahih Ibnu Majah, no. 3461)

Bekal apa yang harus kita perbanyak untuk menghadapi kematian agar kita meninggal dengan tenang? Ketakwaan. Seorang penyair pernah mengatakan,

تزود من التقوى فإنك لا تدري إذا جن ليل هل تبقى إلى الفجر

“Berbekallah dengan ketakwaan! Karena engkau tidak tahu ketika malam menjelang, apakah engkau tetap bertahan hidup hingga fajar menyingsing.”

Ketakutan akan kematian yang tercela

Namun, ada juga kekhawatiran yang tercela ketika menyikapi kematian. Yaitu, kekhawatiran yang menjadikan pelakunya enggan untuk bangkit atau berbuat banyak ketaatan kepada Allah ‘Azza Wajalla, atau berburuk sangka dengan Allah ‘Azza Wajalla, atau berputus asa dari ampunan Allah ‘Azza Wajalla. Kekhawatiran yang semisal ini sama sekali tidak bermanfaat bagi pelakunya. Bahkan, boleh jadi itu merupakan tanda gangguan setan. Apakah kita bisa menghindarinya? Dengan izin Allah, bisa.

Allah ‘Azza Wajalla menjelaskan dalam firman-Nya betapa lemahnya gangguan setan terhadap manusia,

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً

“Sesungguhnya tipu daya setan teramat lemah.” (QS. An-Nisa: 76)

Di antara beberapa kiat agar kita terhindar dari was-was yang semisal ini adalah:

Pertama: Berlindung kepada Allah dari gangguan setan yang terkutuk.

Kedua: Banyak mengingat Allah dengan berzikir kepada-Nya, berupa zikir pagi-petang, zikir sebelum tidur, zikir ketika masuk kamar mandi, dan lain-lain.

Ketiga: Banyak membaca Al-Qur’an.

Keempat: Memperbanyak salat sunah, seperti salat malam.

Kelima: Memperbanyak amalan-amalan sunah, dan sebagainya.

Dengan sibuknya seorang hamba dalam ketaatan kepada Allah, Allah tidak akan membiarkan setan mengganggunya sama sekali. Ibnul Jauzi rahimahullahu mengatakan,

النفس اذا لم تشغلها بالطاعة شغلتك بالمعصية

“Jika jiwa ini tidak disibukkan dengan ketaatan, maka akan disibukkan dengan kemaksiatan.”

Baca juga: Doa Menghadapi Kematian

***

Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Nur Faqih, S.Ag

Muhammad Nur Faqih, S.Ag

Alumni jurusan Ilmu Hadis STDI Imam Syafii Jember Pengasuh website tanyahadits.com

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Fitrah Ubudiyah

Fitrah 'Ubudiyah

Komentar 4

  1. nurjanah says:
    1 tahun yang lalu

    Assalamualikum selamat pagi maaf sebelom nya mau bertanya,kenapah ya akhir akhir ini aku merasa ketakutan berlebihan dengan kematian,suka tiba tiba badan gemetar kaya mau pingsan lemes banget trus kepikiran apa aku mau mati maaf pak ustad /bu ustadzah minta pencerahanya biar saya merasa nyaman atau tenang trimakasih smoga allah melimpah kan keberkahan buat kita Aamiin yarobal’alamiin

    Reply
    • M. Saifudin Hakim says:
      1 tahun yang lalu

      Mengingat kematian secara umum adalah sesuatu yang disyariatkan atau dianjurkan karena dapat melembutkan hati. Akan tetapi, jika disertai tanda-tanda fisik seperti yang disebutkan, apalagi sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya dikonsulkan ke profesional (psikolog atau dokter) untuk ditelusuri penyebabnya. Baarakallahu fiik.

      Reply
    • Syarif says:
      11 bulan yang lalu

      itu kena anxiety disorder, seperti saya dikit dikit takut mati.

      Reply
      • aulia says:
        1 bulan yang lalu

        kakak ke psikolog gak?

        Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   4   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah