Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Di antara Peristiwa Besar di Bulan Muharam dan Hikmahnya (Nabi Musa dan Pengikutnya yang Diselamatkan dari Kejaran Firaun)

Muhammad Nur Faqih, S.Ag oleh Muhammad Nur Faqih, S.Ag
31 Juli 2023
di Akhlak dan Nasihat
Peristiwa Besar di Bulan Muharam
Share on FacebookShare on Twitter

Mempelajari dan mengambil pelajaran dari kisah yang terjadi di masa lampau adalah salah satu metode pendidikan yang dijalankan para salaf terdahulu. Terlebih yang berkaitan dengan kisah perjalanan kehidupan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama. Zainal Abidin rahimahullahu pernah mengatakan,

كنا نُعلَّم مغازي رسول الله صلى الله عليه وسلم كما نُعلَّم السورة من القرآن

“Kami diajari tentang peperangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama sebagaimana kami diajarkan surah dalam Al-Qur’an.” (As-Sirah An-Nabawiyah karya Ibnu Katsir, 2: 352)

Artinya, diajarkan kepada mereka secara rinci, urutan per urutan, kisah per kisah, pelajaran per pelajaran. Begitu pula yang diungkapkan oleh Ibnul Jauzi rahimahullahu,

رأيت الاشتغال بالفقه وسماع الحديث لا يكاد يكفي في صلاح القلب إلا أن يُمزج بالرقائق والنظر في سيرة السلف الصالح، وأصلح سيرةٍ سيرة نبينا صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم

“Aku berpendapat bahwa menyibukkan diri dengan fikih dan hadis masih belum cukup untuk menjadikan hati benar-benar lembut, kecuali jika ditambah dengan belajar masalah hati dan kisah-kisah perjalanan hidup para salaf saleh. Dan sebaik-baik kisah adalah kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama.” (Shaidul Khathir, hal. 228)

Sehingga mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau memiliki faedah yang sangat besar bagi mereka yang mau merenunginya. Dan di antara kisah atau peristiwa yang terjadi di bulan Muharam adalah Nabi Musa dan pengikutnya yang diselamatkan dari kejaran Firaun.

Hal ini disebutkan dalam hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallama. Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

قَدِمَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ المَدِينَةَ واليَهُودُ تَصُومُ عَاشُورَاءَ، فَقالوا: هذا يَوْمٌ ظَهَرَ فيه مُوسَى علَى فِرْعَوْنَ، فَقالَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لأصْحَابِهِ: أنتُمْ أحَقُّ بمُوسَى منهمْ فَصُومُوا.

“Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama tiba di kota Madinah dan mendapati orang-orang Yahudi berpuasa di hari ke-10 bulan Muharram. Mereka beralasan, di hari ini Musa diselamatkan dari Firaun. Maka, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda kepada para sahabatnya, ‘Kalian jauh lebih berhak terhadap Musa dibandingkan orang Yahudi, maka berpuasalah.’” (HR. Bukhari no. 4680)

Diselamatkannya Musa ‘alaihissalam oleh Allah ‘Azza Wajalla dari kejaran tentara Firaun menyimpan hikmah di antaranya:

Pertama: Allah ‘Azza Wajalla pasti akan menguji setiap hamba-Nya yang beriman. Dan para nabi adalah orang yang paling beriman kepada Allah. Namun, mereka iringi ujian tersebut dengan kesabaran, sebagaimana Musa ‘alaihissalam bersabar terhadapnya.

Kedua: Orang-orang yang pasang badan memusuhi Allah, rasul-Nya, dan orang-orang beriman akan hancur binasa sebagaimana kehancuran yang dialami oleh Firaun dan bala tentaranya. Baik ketika di dunia, maupun di akhirat kelak.

Ketiga: Orang-orang yang menyerahkan urusannya hanya kepada Allah tidak akan pernah kecewa. Perhatikan bagaimana perkataan Musa ‘alaihissalam yang menunjukkan seberapa bersandarnya beliau hanya kepada Allah,

قَالَ كَلَّا ۗاِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

“Dia (Musa) berkata, ‘Tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan menunjukiku.’” (QS. Asy-Syu’ara: 62)

Keempat: Iman yang menancap kuat di dalam diri seorang mukmin akan menjadikannya tanpa gentar dan menganggap kerdil setiap gangguan yang terjadi di dalam dakwahnya. Kita belajar dari para penyihir yang memutuskan beriman setelah nampak di depan mereka tanda-tanda kebesaran Allah. Mereka dengan entengnya merespon ancaman Firaun kepada mereka. Hal ini difirmankan Allah ‘Azza Wajalla,

قَالُوْا لَنْ نُّؤْثِرَكَ عَلٰى مَا جَاۤءَنَا مِنَ الْبَيِّنٰتِ وَالَّذِيْ فَطَرَنَا فَاقْضِ مَآ اَنْتَ قَاضٍۗ اِنَّمَا تَقْضِيْ هٰذِهِ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا ۗ

“Mereka (para penyihir) berkata, ‘Kami tidak akan mengutamakanmu daripada bukti-bukti nyata (mukjizat) yang telah datang kepada kami (melalui Musa) dan daripada (Allah) yang telah menciptakan kami. Putuskanlah apa yang hendak engkau putuskan! Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan (perkara) dalam kehidupan dunia ini.’” (QS. Thaha: 72)

Kelima: Bahwa keselamatan Nabi Musa ‘alaihissalam dan para pengikutnya dari kejaran tentara Firaun merupakan janji dan nikmat dari Allah ‘Azza Wajalla yang wajib untuk disyukuri. Termasuk apa yang kita dapatkan hari ini berupa iman, Islam, dan berjalan di atas sunah. Maka, hal tersebut adalah hal paling besar dalam hidup yang tidak boleh kita lupakan.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita taufik untuk mengambil pelajaran dari apa yang telah berlalu. Amin

Baca juga: Peristiwa di Padang Mahsyar

***

Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Nur Faqih, S.Ag

Muhammad Nur Faqih, S.Ag

Alumni jurusan Ilmu Hadis STDI Imam Syafii Jember Pengasuh website tanyahadits.com

Artikel Terkait

Seni Menyanjung Sesuai Syariat Islam: Seni Memuji yang Menumbuhkan, Bukan Melalaikan

oleh Arif Muhammad Nurwijaya, S.Pd
6 Juli 2026
0

Tidak ada manusia yang tidak senang dipuji. Kalimat yang baik dapat menjadi motivasi, penguat hati, bahkan penyubur semangat dalam melakukan...

Mengingat Kembali Keutamaan Muharam, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

oleh Chrisna Tri Hartadi, A. Md.
26 Juni 2026
0

Dalam Islam, bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat agung dan istimewa. Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan haram...

Ketika Rezeki Dicari, Tapi Hati Tak Pernah Merasa Cukup

oleh Fauzan Hidayat
14 Juni 2026
0

Banyak orang bekerja keras siang dan malam, namun hatinya tetap gelisah. Rezeki datang, tetapi rasa cukup tidak pernah menetap. Yang...

Artikel Selanjutnya
Meninggal dalam Kondisi Ihram

Hadis: Ketika Seseorang Meninggal dalam Kondisi Ihram

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah