Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hadits Palsu Huru Hara Akhir Zaman Di Hari Jum’at Pertengahan Ramadhan

Muhammad Wasitho Lc., MA. oleh Muhammad Wasitho Lc., MA.
5 Januari 2012
di Hadis
Huru Hara Akhir Zaman
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Derajat Hadits
  • Perkataan Para Ulama Tentang Hadits Ini
  • Kesimpulan

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya hingga hari kiamat.

Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan dari beberapa orang seputar derajat hadits huru-hara akhir zaman yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari Jumat.

Maka kami katakan, bahwa para ulama hadits terdahulu maupun yang hidup di zaman sekarang telah menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang masalah tersebut tidak ada satu pun yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik ditinjau dari segi sanad hadits maupun realita yang ada. Bahkan semuanya adalah hadits-hadits munkar dan palsu yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikut ini akan saya sebutkan teks (lafazh) hadits tersebut dengan sanadnya, serta studi kritis para ulama terhadapnya.

قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)

Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”.

(Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627).

[lwptoc]

Derajat Hadits

Hadits ini derajatnya palsu (maudhu’), karena di dalam sanadnya terdapat beberapa perawi hadits yang pendusta dan bermasalah sebagaimana diperbincangkan oleh para ulama hadits. Para perawi tersebut ialah sebagaimana berikut ini

1. Nu’aim bin Hammad

Dia seorang perawi yang dha’if (lemah),

  • An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang dha’if (lemah)” (Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/101 no.589)
  • Abu Daud berkata: “Nu’aim bin Hammad meriwayatkan dua puluh hadits dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang tidak mempunyai dasar sanad (sumber asli, pent).”
  • Imam Al-Azdi mengatakan: “Dia termasuk orang yang memalsukan hadits dalam membela As-Sunnah, dan membuat kisah-kisah palsu tentang keburukan An-Nu’man (maksudnya, Abu Hanifah, pent), yang semuanya itu adalah kedustaan”  (Lihat Mizan Al-I’tidal karya imam Adz-Dzahabi IV/267).
  • Imam Adz-Dzahabi berkata tentangnya: “Tidak boleh bagi siapa pun berhujjah dengannya, dan ia telah menyusun kitab Al-Fitan, dan menyebutkan di dalamnya keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran” (Lihat As-Siyar A’lam An-Nubala X/609).

2. Ibnu Lahi’ah (Abdullah bin Lahi’ah)

Dia seorang perawi yang dha’if (lemah), karena mengalami kekacauan dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar.

  • An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang dha’if (lemah)” (Lihat Adh-Dhu’afa wa Al-Matrukin, karya An-Nasa’i I/64 no.346)
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “Dia mengalami kekacauan di dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar” (Lihat Taqrib At-Tahdzib I/319 no.3563).

3. Abdul Wahhab bin Husain

Dia seorang perawi yang majhul (tidak dikenal).

  • Al-Hakim berkata tentangnya: “Dia seorang perawi yang majhul (tidak jelas jati dirinya dan kredibilitasnya)” (Lihat Al-Mustadrak No. 8590)
  • Imam Adz-Dzahabi berkata di dalam At-Talkhish: “Dia mempunyai riwayat hadits palsu.” (Lihat Lisan Al-Mizan, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani II/139).

4. Muhammad bin Tsabit Al-Bunani

Dia seorang perawi yang dha’if (lemah dalam periwayatan hadits) sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Ibnu Hibban dan An-Nasa’i.

  • An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia seorang yang dha’if (lemah)”
  • Yahya bin Ma’in berkata: “Dia seorang perawi yang tidak ada apa-apanya”(Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afa Ar-Rijal, karya Ibnu ‘Adi VI/136 no.1638).
  • Ibnu Hibban berkata: “Tidak boleh berhujjah dengannya, dan tidak boleh pula meriwayatkan darinya” (Lihat Al-Majruhin, karya Ibnu Hibban II/252 no.928).
  • Imam Al-Azdi berkata: “Dia seorang yang gugur riwayatnya” (Lihat Tahdzib At-Tahdzib, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani IX/72 no.104)

 

5. Al-Harits bin Abdullah Al-A’war Al-Hamdani.

Dia seorang perawi pendusta, sebagaimana dinyatakan oleh imam Asy-Sya’bi, Abu Hatim dan Ibnu Al-Madini.

  • An-Nasa’i berkata tentangnya: “Dia bukan seorang perawi yang kuat (hafalannya, pent)” (Lihat Al-Kamil Fi Dhu’afa Ar-Rijal, karya Ibnu ‘Adi II/186 no.370).
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata tentangnya: “Imam Asy-Sya’bi telah mendustakan pendapat akalnya, dan dia juga dituduh menganut paham/madzhab Rafidhah (syi’ah), dan di dalam haditsnya terdapat suatu kelemahan” (Lihat Taqrib At-Tahdzib I/146 no.1029).
  • Ali bin Al-Madini berkata: “Dia seorang pendusta”
  • Abu Hatim Ar-Razi berkata: “Dia tidak dapat dijadikan hujjah.” (Siyar A’lam An-Nubala’, karya imam Adz-Dzahabi IV/152 no.54)

Perkataan Para Ulama Tentang Hadits Ini

Al-Uqaily rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya).” (Lihat Adh-Dhu’afa Al-Kabir III/52).

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (Lihat Al-Maudhu’aat III/191).

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini palsu (maudhu’). Dikeluarkan oleh Nu’aim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan.” Dan beliau menyebutkan beberapa riwayat dalam masalah ini dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhuma. (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dho’ifah wa Al-Maudhu’ah no.6178, 6179).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak mempunyai dasar yang benar, bahkan ini adalah hadits yang batil dan dusta” (Lihat Majmu’ Fatawa Bin Baz XXVI/339-341).

Kesimpulan

Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu). Tidak boleh diyakini sebagai kebenaran, dan tidak boleh dinisbatkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena disamping sanad hadits ini tidak ada yg dapat diterima sebagai hujjah, juga realita telah mendustakannya. Sebab telah berlalu tahun-tahun yang banyak dan telah terjadi berulang kali hari Jum’at yang bertepatan dengan tanggal lima belas (pertengahan) bulan Ramadhan, namun kenyataannya tidak pernah terjadi sebagaimana berita yang terkandung di dalam hadits ini, Alhamdulillah.

Oleh karena itu, kita dilarang keras menyebarluaskannya kepada orang lain baik melalui media cetak, maupun elektronik, atau dalam obrolan dan khutbah kecuali dalam rangka menjelaskan sisi kelemahan, kepalsuan, dan kebatilannya, serta bertujuan untuk memperingatkan umat darinya.

Jika kita telah melakukan ini, berarti kita telah bebas dan selamat dari ancaman keras Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu berupa masuk neraka bagi siapa saja yang sengaja berdusta atas nama beliau, baik dengan tujuan menjelekkan Nabi shallallahu alaihi wasallam dan ajarannya, atau dalam rangka membela Nabi dan memotivasi kaum muslimin untuk bersemangat dalam beribadah kepada Allah.

Demikian jawaban atas pertanyaan dalam masalah ini yang dapat saya sampaikan. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

Telah selesai ditulis pada hari Rabu, 04 Januari 2012 di kediamannya, Klaten – Jawa Tengah.

—

Penulis: Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawwaz, Lc.
Artikel http://abufawaz.wordpress.com dengan pengeditan seperlunya oleh redaksi muslim.or.id

ShareTweetPin5
Muhammad Wasitho Lc., MA.

Muhammad Wasitho Lc., MA.

S1 Fakultas Hadits Universitas Islam Madinah, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta, Penulis di Majalah As Sunnah, Dewan Redaksi Majalah Nikah, Pembina Yayasan Mutiara Hikmah Klaten,

Artikel Terkait

Derajat Hadis Membaca Doa Melihat Kakbah

oleh Muhammad Insan Fathin
19 Maret 2026
0

Mengunjungi Baitullah al-Haram, Kakbah, merupakan impian setiap Muslim. Di antara penyempurna rukun dari agama Islam adalah ibadah haji. Sebagian ulama...

Penjelasan Hadis tentang Botak Sebagai Ciri Fisik Khawarij

oleh Muhammad Insan Fathin
6 Februari 2026
0

Pemikiran Khawarij adalah pemikiran yang sangat menyimpang dalam Islam. Bahkan, bisa dipastikan bahwa pemikiran Khawarij adalah pemikiran kelompok yang keluar...

Hadis Arbain An-Nawawiyah

Penjelasan Hadis Arba’in An-Nawawiyah (Bag. 3): Hadis 2, Iman, Islam, dan Ihsan

oleh Gazzeta Raka Putra Setyawan
17 November 2025
1

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللّٰهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ...

Artikel Selanjutnya

Introspeksi Diri, Akhlak yang Terlupa

Komentar 39

  1. Agus says:
    15 tahun yang lalu

    Terimakasih atas info nya.memang kalo kita tdk hati2 dlm mempljri hadis bisa2 kita keliru,krna org kafir selalu memg adaadakn ke sesatan u/ kaum muslim.

    Reply
  2. skc says:
    15 tahun yang lalu

    asskum,sy sdh dapat smsnya hal seperti diatas,yg bener yang mana ne,,

    Reply
  3. rifhi says:
    15 tahun yang lalu

    saya mbaru tau ada hadis palsu yg seperti itu makasi bayak muslim or id

    Reply
  4. ii says:
    15 tahun yang lalu

    boleh di sebarkan tidak ilmu ini?

    Reply
  5. chacha charlie says:
    14 tahun yang lalu

    izin share ,,,,

    Reply
  6. Zulkarnain says:
    14 tahun yang lalu

    Semoga saja, hadist diatas benar-benar palsu.. saya sangat-sangat belum siap untuk menghadapi situasi seperti yang tertera pada hadist diatas…..
    Tha’x bgt buat infonya… :)

    Reply
  7. via says:
    14 tahun yang lalu

    Kalo boleh tau tahun keberapa yaa pas pertengahan bulan ramdhan ntu hari jum’at,mnurut artikel yg d atas kn bilangnya tahun” lalu jg sering prtengahan ramadhan hri jum’at.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #via
      Karena haditsnya palsu, sebaiknya tidak perlu dicari-cari.

      Reply
  8. abu yussuf says:
    14 tahun yang lalu

    Assalamu’alaykum

    Hadits ini sudah banyak tersebar, khususnya lewat broadcating message BB.

    Mungkin maksud yang menyebarkan baik,
    supaya manusia lekas bertobat, memperbanyak amal sholeh.

    Hanya saja caranya ndak elite blass ..
    karena yang shahih masih banyak.

    Wallohu ta’alaa a’lam

    Reply
  9. rifqi budak sunda says:
    14 tahun yang lalu

    ass
    alhamdulillah kalau itu tidak benar karena saya udah deg-degan duluan bukannya di bulan suci itu damai malah berantakan……. lega deh!

    Reply
  10. nando says:
    14 tahun yang lalu

    SUBHAANALLOH ARTIKEL2 ini sungguh bagus2 dan bermanfaat, ana ingin sekali bergabung kesini…
    syukron katsir….

    Reply
  11. tieka says:
    14 tahun yang lalu

    subhanallah…
    hanya Allah yang tau segala takdir

    Reply
  12. Fatriaz says:
    14 tahun yang lalu

    trima kasih atas infonya

    Reply
  13. kabul says:
    14 tahun yang lalu

    Izin kopas, Syukron

    Reply
  14. Nadia says:
    14 tahun yang lalu

    Alamdulillah,, jadi lega… memang kalo gak hati2 bisa salah besar ~,~
    terimakasih atas infonya ^,^

    Reply
  15. Iqbal F. says:
    14 tahun yang lalu

    Syukran atas infonya :) Alhamdulillah sekarang saya jadi mengetahui bahwa hadits diatas itu adalah palsu.

    Reply
  16. Dann says:
    14 tahun yang lalu

    saya juga berpikir dari awal kalo hadis ini hoax,
    semuanya kita serahin aja sama Allah pencipta seluruh alam.

    wassalam

    Reply
  17. harun says:
    14 tahun yang lalu

    lha biar kita tau hadis palsu tu ciri2nya gmn pak ustadz?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #harun
      Anda perlu belajar ilmu hadits dan ilmu musthalah hadits untuk bisa memahaminya

      Reply
  18. adhe says:
    14 tahun yang lalu

    infonya jelas skali
    izin share_

    Reply
  19. Rachmat says:
    7 tahun yang lalu

    Alhamdulillah kalo ini hadist palsu karna lagi viral video nya ust zulkifli tentang dukhan 1441 H pada tahun 2020 nanti .. masyallah saya sudah ketakutan karna itu hanya menunggu bbrapa bulan saja .

    Reply
    • Andini says:
      7 tahun yang lalu

      saya juga baru tau dari video ust zulkifli di youtube. Rasanya takut sekali. Divideo itu juga dijelaskan ttg imam mahdi yang tahun 2020 sdh menginjak umur 40 tahun, sebagaimana dijelaskan kalau imam mahdi akan diutus diusia 40 tahun. Wallahu’alam.
      Yang penting segera bertobat, jgn dunia melulu. Tetap saja datangnya imah mahdi tidak ada yg tahu, bisa benar tahun depan atau nnt. Segera bertobat kawan2

      Reply
  20. Ari Fijaya says:
    7 tahun yang lalu

    Alhamdulillah telah mengetahui kebenarannya bahwa hadist tersebut palsu.Dan dari hadist palsu tersebut juga membuat saya lebih rajin ber ibadah.YA ALLAH SEMOGA KAMI UMAT MUSLIM TIDAK TERMASUK GOLONGAN YANG MERUGI AAMIIN.

    Reply
  21. IKHSAN IKHSAN says:
    7 tahun yang lalu

    Saya juha dapat dri yt hadist ini, teliti sebelum mencerna akhinya ketahuan hadist ini palsu. Terimakasih infonya

    Reply
  22. fulan says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamu’alaikum warakhmatullaah wabarakhaatuh
    saya mau Menanyakan beberapa pertanyaan
    1.apakah sekarang masih diketahui keturunan nabi(masih ada yang mengenalinya)
    2.bagaimana urutan kejadian kiamat. Krn saya bingung dengan banyaknya tanda-tandanya.

    sukron jazakallaah khairan tabarakallaah fiikum

    Reply
  23. Putri says:
    6 tahun yang lalu

    Lumayan shock, smpai ada campur tangan seorg yg dinyatakan sbagai penganut syiah rafidhah dalam hadist ini ><

    Jakallahu khoiron.
    Atas infonya uztad.
    Skrg jdi lebih tenang.

    Reply
  24. Bayuadith says:
    6 tahun yang lalu

    Alhamdulillah,akhirnya tenang juga karena di awal tahun ini kita sudah tertimpa banyak isu isu yang mengerikan mulai dari perang dunia 3 sampai yang sekarang virus korona,awalnya sempet shock berat pas ketika akan terjadi huru hara di pertengahan ramadhan yang saya denger dari teman saya namun saya akhirnta memberanikan diri untuk menguak hadist dan isu tersebt dan bertemulah saya di muslim.co.id ini akhirnya perasaan yang mengganjal sejak awal tahun bisa terobati semoga kita semua masih dalam lindungan Allah Swt.

    Reply
  25. Nurul says:
    6 tahun yang lalu

    Alhamdulillah kalau hadis itu memang palsu, semoga ramadhan tahun ini dan tahun yg akan datang berjalan dengan sempurna tanpa adanya hambatan
    Bismillah…

    Reply
  26. Nur Azizah says:
    6 tahun yang lalu

    Hadits nya munkar? Kalau hadits nya palsu kan hadits Maudu, benar2 mengatas namakan nabi padahal nabi tidak pernah meriwayatkan, jikalau hadits itu palsu, nah jadi status haditsnya memang palsu atau dhoif?

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Hadits palsu. Disebut mungkar karena isinya menyelisihi hadits-hadits yang shahih.

      Reply
  27. Uswatun khasanah says:
    6 tahun yang lalu

    Alhamdulillah setelah baca keterangan d sini hati jd tenang,semoga kita ttp bisa beribadah dan mengamalkan hadits”nabi yg benar dan trhindar dr hal”yg buruk .

    Reply
  28. yudha setya budu says:
    6 tahun yang lalu

    Tapi ada ceramah ustad kita klo akan ada hal itu

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Ustadz tidak mas’shum. Kalau ustadz salah, tidak boleh diikuti

      Reply
  29. affandi says:
    6 tahun yang lalu

    alhamdulillah…

    Reply
  30. Andrea Bobi says:
    6 tahun yang lalu

    Yg pasti harus kita yakini dan percaya bahwa kiamat itu pasti datang, kapan datangnya itu semua hak dan kekuasaan Allah, mau besok, tahun depan atau 100 tahun lg kewajiban kita tetap beribadah, berbuat baik, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan Allah sebagaimana telah diajarakan Rasulullah SAW…

    Reply
    • Fuad says:
      6 tahun yang lalu

      Its not the point, tp bagaimanakah kita membedakan hadits qutsi, hasan, dan maudhu.. Dilihat dari perawinya dan sanatnya.. Agar kita tdk tersesat dr ajaran rasulullah sebagaimana keinginan dajjal bin iblis.
      Paham..??

      Reply
  31. Mustofa says:
    6 tahun yang lalu

    ya allah ternyata di balik viral nya hadist tersebut ada 1 web yang aku temui membela tidak terjadi nya hal tersebut , sungguh aku hanya percaya kepada nabi muhammad dan allah swt, jika ada yang berkata sperti itu selain nabi muhammad , selagi itu mengatas nama kan nabi muhammad , aku tidak akan percaya

    hanya allah dan nabi muhammad yang ku percaya untuk hal ini.

    karna bencana itu hanya allah yang menciptakan, kita sebagai manusia hanya bisa pasrah untuk hal hal yang terjadi,

    terimakasih untuk masukan nya #muslim.or.id skarang saya jadi lega mendengar ini smua

    izin share untuk blog ini.

    sekian ~terimakasih~

    Reply
  32. Erlina says:
    6 tahun yang lalu

    Saya benar² ketakutan sekali sebelumnya. Saya mencari artikel tentang hadits ini. Terimakasih penjelasannya semoga saya tetap dalam keadaan taat dan khauf kepada Allah

    Reply
  33. Naufal says:
    6 tahun yang lalu

    Alhamdulillah
    Terima kasih
    Jakallahu khoiron.
    Atas infonya uztad.
    Skrg jdi lebih tenang.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 3   +   8   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah