Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Hukum Membaca Ramalan Bintang, Zodiak dan Shio

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.
3 Januari 2012
di Akidah
hukum zodiak
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Hukum Zodiak, Ramalan Bintang, dan Shio
  • Nasehat

[su_note note_color=”#deeeff”]

Ramalan salah satu zodiak:

Kehidupan cinta Anda tidak terlalu menyenangkan tahun ini. Akan sulit sekali berkomunikasi dengan si dia, tapi Anda harus berusaha keras jika ada sesuatu yang ingin Anda luruskan.

Hubungan Anda mungkin juga akan mengalami perubahan, namun ke arah yang lebih baik. Untuk yang single, pertemuan dengan pria baru akan mengubah hidup Anda.[/su_note]

Info-info semacam inilah yang menyebar di tengah-tengah pemuda. Untuk menjalani hari, mereka membaca nasib lewat ramalan bintang atau zodiak tersebut. Mereka ingin mencari tahu bagaimana nasib cinta mereka, bagaimana rizki mereka, dan bagaimana keberuntungan mereka. Padahal ajaran Islam sangat melarang keras hal ini, namun banyak yang tidak memahaminya karena tidak mau belajar akidah dan mengenal Islam lebih dalam.

[lwptoc]

Hukum Zodiak, Ramalan Bintang, dan Shio

Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah) di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya mengenai hukum membaca ramalan bintang, zodiak dan semisalnya.

Jawaban beliau rahimahullah,

Yang disebut ilmu bintang, horoskop, zodiak dan rasi bintang termasuk di antara amalan jahiliyah. Ketahuilah bahwa Islam datang untuk menghapus ajaran tersebut dan menjelaskan akan kesyirikannya. Karena di dalam ajaran tersebut terdapat ketergantungan pada selain Allah, ada keyakinan bahwa bahaya dan manfaat itu datang dari selain Allah, juga terdapat pembenaran terhadap pernyataan tukang ramal yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib dengan penuh kedustaan, inilah mengapa disebut syirik. Tukang ramal benar-benar telah menempuh cara untuk merampas harta orang lain dengan jalan yang batil dan mereka pun ingin merusak akidah kaum muslimin. Dalil yang menunjukkan perihal tadi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitab sunannya dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

“Barangsiapa mengambil ilmu perbintangan, maka ia berarti telah mengambil salah satu cabang sihir, akan bertambah dan terus bertambah.”[1]

Begitu pula hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan sanad yang jayyid dari ‘Imron bin Hushoin, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَّرَ أَوْ سُحِّرَ لَهُ

“Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang beranggapan sial atau membenarkan orang yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan sihir atau membenarkannya.”[2]

Siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, maka ia termasuk dalam golongan kaahin (tukang ramal) atau orang yang berserikat di dalamnya. Karena ilmu ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat,

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65).

Nasehatku bagi siapa saja yang menggantungkan diri pada berbagai ramalan bintang, hendaklah ia bertaubat dan banyak memohon ampun pada Allah (banyak beristighfar). Hendaklah yang jadi sandaran hatinya dalam segala urusan adalah Allah semata, ditambah dengan melakukan sebab-sebab yang dibolehkan secara syar’i. Hendaklah ia tinggalkan ramalan-ramalan bintang yang termasuk perkara jahiliyah, jauhilah dan berhati-hatilah dengan bertanya pada tukang ramal atau membenarkan perkataan mereka. Lakukan hal ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dalam rangka menjaga agama dan akidah.

(Dinukil dengan perubahan redaksi dari Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 2: 123)

Baca Juga: Dukun, Tukang Ramal, dan Zodiak

Syaikh Sholih Alu Syaikh –hafizhohullah– mengatakan, “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”, hal. 349)

Intinya, ada dua rincian hukum dalam masalah ini.

Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230). Ini akibat dari cuma sekedar membaca.

Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An Nawawi: “Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh Muslim, 14: 227)

Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut, maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)

Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya, semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. (Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, 1: 330)

Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat, “Kita wajib mengingkari setiap orang yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia sampai terjerumus dalam dosa. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja memasukkan tukang ramal ke dalam rumah. Perbuatan semacam ini termasuk dosa besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. …

Oleh karena itu, wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. Hendaklah ia menyampaikannya dalam setiap perkataannya, ketika selesai shalat lima waktu, dan dalam khutbah jum’at. Karena ini adalah bencana bagi umat. Namun masih sangat sedikit yang mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini.” (Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid, hal. 349)

Dari sini, sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah, koran, televisi atau lewat pesan singkat via sms. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang yang ada. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut, tetap seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan tadi. Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam ini.

Baca Juga: Siapa Saja yang Disebut Tukang Ramal?

Nasehat

Ramalan bukan hanya datang dari tukang ramal dengan bertanya langsung, namun saat ini bisa masuk ke rumah-rumah kaum muslimin dengan begitu mudah, baik lewat media cetak, TV, atau pun internet. Kita berlindung kepada Allah semoga diri kita, anak-anak kita, kerabat-kerabat kita terbebas dari membaca dan mempercayai ramalan bintang, serta dijauhi segala bentuk perbuatan syirik. Jadikanlah satu-satunya sandaran dalam segala urusan adalah Allah Ta’ala semata,

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3). Al Qurtubi mengatakan, ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.” (Al Jami’ Liahkamil Qur’an, 18: 161). Jika Allah jadi satu-satunya sandaran, maka rizki, jodoh, dan segala urusan akan dimudahkan oleh Allah Ta’ala.

إِنْ أُرِ‌يدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّـهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud: 88)

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Baca Juga: Mengaitkan Kepribadian Dengan Golongan Darah, Apakah Termasuk Ramalan?

—

@ Ummul Hamam, Riyadh, KSA, 7 Shofar 1433 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel muslim.or.id
—

[1] HR. Abu Daud no. 3905, Ibnu Majah no. 3726 dan Ahmad 1: 311. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut hasan.

[2] HR. Al Bazzar dalam musnadnya.

Penulis Fathul Majid, Syaikh ‘Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh berkata, “Siapa saja yang menerjangi perkara-perkara yang disebutkan dalam hadits tersebut, berarti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berlepas diri darinya. Bisa saja perkara yang dilakukan adalah kesyirikan seperti beranggapan sial. Bisa pula kekufuran seperti mempercayai tukang ramal dan melakukan sihir. Siapa saja yang ridho dan mengikuti hal-hal tadi, maka ia dihukumi seperti pelakunya karena ia menerima dan mengikuti hal yang batil.” (Fathul Majid, 316)

ShareTweetPin6
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

- Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. - Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). - S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). - S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). - Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. - Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

Artikel Terkait

Allah Memasukkan Manusia ke Surga dan Neraka dengan Keadilan-Nya (Bag. 1)

oleh Glenshah Fauzi
29 Juli 2026
0

Terdapat sebuah pertanyaan: mungkinkah Allah ﷻ menghukum orang yang taat luar biasa kepada-Nya di neraka dan orang yang mendurhakai-Nya diberi...

Mengenal Nama Allah “Al-Khaafidh” dan “Ar-Raafi'”

oleh Muhammad Insan Fathin
24 Juli 2026
0

Di antara nama-nama Allah yang menanamkan rasa tunduk, tawadhu', takut, dan berharap kepada-Nya adalah Al-Khaafidh dan Ar-Raafi'. Keduanya sering dibahas...

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Artikel Selanjutnya

Pelajaran dari Revolusi Timur Tengah (2)

Komentar 61

  1. dian saputra says:
    15 tahun yang lalu

    Saya minta izin unmtuk copy artikel2 nya

    Reply
  2. adi nugraha says:
    15 tahun yang lalu

    ijin shared yha akhi,. sukron,.

    Reply
  3. abu kafka says:
    15 tahun yang lalu

    ijin copy

    Reply
  4. mufti says:
    15 tahun yang lalu

    izin berbagi dengan yang lain

    Reply
  5. Hendra Agus says:
    15 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum wr. wb.

    saya mau tanya, bagaimana jika kita mempelajari ilmu astronomi?

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      15 tahun yang lalu

      #Hendra Agus
      Wa’alaikumussalam, hukumnya boleh. Yang haram adalah astrologi.

      Reply
  6. Hamba Allah says:
    15 tahun yang lalu

    Terima kasih ustaz

    Reply
  7. dodi says:
    15 tahun yang lalu

    assalammualaikum izin share ustadz

    Reply
  8. rinirera says:
    14 tahun yang lalu

    Minta izin untuk copy artikelnya.. Sukron

    Reply
  9. Ade says:
    14 tahun yang lalu

    Alhamdulillah nambah lagi Ilmu…

    Reply
  10. irwanpujianto says:
    14 tahun yang lalu

    assalamualaikum..

    ijin copy artikelnya,,

    Reply
  11. Lunna says:
    14 tahun yang lalu

    Ternyata baca ramalan itu hukum’a haram ….

    Reply
  12. fauziya ziicewe jutexs says:
    14 tahun yang lalu

    trima kasih krna tlh mengajarkan nya
    dan saya pun baru tau, ternyata itu haram

    Reply
  13. Karyanto says:
    14 tahun yang lalu

    syukron untuk artikel yg bermanfaat tsb

    Reply
  14. RB. Wicaksono says:
    14 tahun yang lalu

    Data, definisi data sendiri bahan baku informasi atau informasi yang belum diolah, dapat didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-simbol yang mewakili kuantitas, fakta, tindakan, benda, dan sebagainya.

    Tanggal lahir, dan sebagai itu termasuk data, bukan? Lantas, yang menjadi inti pertanyaan saya adalah, dibagian mana yang menyatakan bahwa astrologi adalah ilmu yang meramal? Sedang meramal adalah sesuatu yang tidak membutuhkan data untuk menghasilkan informasi. Padahal astrologi sendiri membutuhkan data untuk menghasilkan informasi.

    Mohon maaf sebelumnya jikalau saya terlalu banyak bertanya, karena materi ini akan saya kuliahkan di socmed sebagai kebenaran Islam yang melarang membaca Zodiak.
    Mohon bantuannya untuk lebih diterangkan. Terima kasih.

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #RB. Wicaksono
      Prediksi cuaca pun disebut ramalan cuaca, apakah prediksi cuaca tidak membutuhkan data? Maka, jangan terjebak pada definisi. Cukuplah apa yang disebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:

      as·tro·lo·gi n ilmu perbintangan yg dipakai untuk meramal dan mengetahui nasib orang; nujum

      Begini, hal gaib ada 2 macam:
      1. Gaib hakiki/mutlak, adalah hal-hal yang tidak mungkin diketahui oleh selain Allah, sampai kapanpun. Misal: nasib, jodoh, kapan meninggal, rezeki, kapan terkena musibah, kapan mendapat untung, waktu terjadinya hari kiamat, dll.
      2. Gaib nisbi adalah, hal-hal yang masih ada kemungkinan untuk diketahui dengan bantuan alat tertentu atau cara tertentu. Disebut nisbi karena bagi sebagian orang hal ini termasuk gaib, namun bagi sebagian orang yg lain tidak gaib. Misalnya: mengetahui benda di balik tembok dengan cara membongkar tembok, mengetahui jenis kelamin janin dengan USG, dll
      Mencoba mengetahui, meramal, atau memprediksi hal gaib jenis pertama itulah yang dilarang dalam Islam.

      Dan saran saya, jangan dulu anda mengkuliahkan suatu tentang Islam sebelum anda mempelajarinya dengan benar. Tidak cukup dengan membaca artikel di web. Perkara agama adalah perkara berat. Jika anda ingin memberi kuliah suatu masalah agama, anda harus orang yang paham dengan benar dalil-dalil dan perkataan para ulama dalam masalah tersebut.

      Reply
  15. risky says:
    14 tahun yang lalu

    saya lebih percaya sama al-quran dan hadist
    saya jga sangat setuju dengan lrangan keras dari agama saya (islam)..sesungguhnya percya ma rmalan bintang adalah musrik besar,,,dan sesungguhnya islam itu rahmatan lilalamin.

    Reply
  16. Abu Fathimah says:
    14 tahun yang lalu

    Ijin Copas,Jazakumullohu khoiron,

    Reply
  17. Abu Fathimah says:
    14 tahun yang lalu

    Ijin copas jazakumullohu khoiron

    Reply
  18. hamzah says:
    14 tahun yang lalu

    bagaimana dengan kisah nabi yusuf yang meramal masa depan melalui tafsir mimpi???

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #hamzah
      Mimpi itu ada yang dari setan, ada yang hanya bunga tidur, ada yang dari Allah. Dan tafsir mimpi itu memang benar adanya, dapat dilakukan orang-orang alim dan bijaksana.

      Reply
    • Indoboxes says:
      11 bulan yang lalu

      kata kuncinya “nabi”.

      Reply
  19. rakhmaniar says:
    14 tahun yang lalu

    minta izin buat copy, sukron :)

    Reply
  20. unsiyah says:
    14 tahun yang lalu

    ijin copi ustadz..maturnuhun ilmunya

    Reply
  21. Dania says:
    14 tahun yang lalu

    Izin kopas Pak Ustadz

    Reply
  22. Pemuda says:
    14 tahun yang lalu

    afwan akh, ana agak bingung disini, hanya sekedar baca sholatnya nggak diterima 40 hari, bagaimana dengan intro artikel ini? bukannya itu cuplikan dari ramalan?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      14 tahun yang lalu

      #Pemuda
      Yang dimaksud membaca ramalan adalah membaca buku/majalah yang isinya ramalan, atau sengaja melihat rubrik ramalan di suatu majalah, atau semacamnya yang maksudnya sama dengan mendatangi peramal.

      Reply
  23. Anfa says:
    13 tahun yang lalu

    kata dosen saya, diperbolehkan kita membaca suatu ramalan jika ramalan tersebut telah mempunyai data2 yang akurat. nah sementara banyak referensi yang saya dpat, haram hukumnya membaca sebuah ramalan. mohon diperjelas bagaimana baiknya, soalnya materi hukum membaca ramalan ini akan menjadi topik dalam presentasi diperkuliahan saya :)

    Reply
  24. abu ahnaf says:
    13 tahun yang lalu

    bagaimana dengan sifat dan watak seseorang berdasarkan golongan darah, apakah ini termasuk jenis ramalan ?
    saya pernah baca kalau ini diteliti melalui 10.000 koresponden

    Reply
    • Aris Munandar says:
      13 tahun yang lalu

      #abu ahnaf
      Jika memang penelitian ilmiah, uji klinis bisa membenarkan hal tersebut maka itu bukan ramalan yang terlarang

      Reply
  25. Indra says:
    13 tahun yang lalu

    Assalammualaikum, Izin share ya ustadz.. Jazakumullohu khoiron.

    Reply
  26. fadilah says:
    13 tahun yang lalu

    assalamualaikum
    kalo baca ramalan di social media itu hukumnya gimana?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      13 tahun yang lalu

      wa’alaikumussalam, jika yang dibaca adalah ramalan zodiak, shio, dsb maka juga haram

      Reply
  27. Gigih kurniawan says:
    12 tahun yang lalu

    Terima kasih untuk penjelasannya, sangat
    bermanfaat dan mohon izin untuk membaginya. Terima kasih

    Reply
  28. agil rahman suwirya says:
    11 tahun yang lalu

    Makasih banyak ya pak ustad, ini sangat bermanfaat sekali. Pak ustad mohon izin untuk di copy dan di sampai kan kembali !

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Silahkan, dengan mencantumkan sumber.

      Reply
  29. Liyana ilmiyati says:
    11 tahun yang lalu

    izin copy dan paste untuk materi mentoring kampus, dan insya Allah dicantumkan sumber dan penulis. syukron.

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Silahkan. Barakallahu fik

      Reply
  30. ๑U M I L๑ says:
    11 tahun yang lalu

    bagaimana jika hanya membaca tentang sifat zodiac tettentu, bukan mengenai ramalan karir dsb, mohon jawaban pak ustad

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      11 tahun yang lalu

      Sama saja, hukumnya tidak boleh.

      Reply
  31. imelda alexis jovita says:
    11 tahun yang lalu

    Pak ustad terus gimana cara tobat dari melihat zodiak

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Syarat Taubat ada 6 :
      1. Ikhlas 2. Menyesal. 3. Berhenti dari dosa trsebut. 4. Brtekad kuat tidak mengulangi lagi. 5. Sebelum nyawa sampai tenggorokan (sebelum sakratul maut). 6. Sebelum matahari terbit dari barat.

      Reply
  32. maman surahman says:
    11 tahun yang lalu

    Kalo tiba2 ada yg ngomong ttg ramalan trus kita membenarkannya tanpa sengaja dan kemudian tersadar kalo dosa bgm apakah masih berdosa pak ustadz?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      11 tahun yang lalu

      Bertaubatlah, semoga Allah ampuni

      Reply
  33. yanto says:
    11 tahun yang lalu

    Seandainya blm tau gmn modelnya ramalan zodiak itu trus mau cari tau …dan membeca ramalan ramlan itu di larang jg ya

    Reply
    • Sa'id Abu Ukkasyah says:
      11 tahun yang lalu

      Cukuplah penjelasan global tentang ramalan zodiak di artikel ini. mengingat hati itu lemah, maka tidak usah membaca buku-buku atau majalah ttg ramalan-ramalan tersebut

      Reply
    • Annie says:
      7 tahun yang lalu

      Bagaimana jika di medsos tiba2 muncul ttg zodiak, lalu yg baru terbaca hanya judulnya saja, lalu langsung dialihkan, itu hukumnya bagaimana ustdz?

      Reply
      • Yulian Purnama says:
        7 tahun yang lalu

        Jika tidak sengaja maka tidak berdosa selama tidak diteruskan membaca.

        Reply
  34. Jjjjjona says:
    7 tahun yang lalu

    bagaimana tentang mempercayai prediksi cuaca ?

    Reply
    • Yulian Purnama says:
      7 tahun yang lalu

      Tidak mengapa

      Reply
  35. Ryan says:
    7 tahun yang lalu

    Alhamdulliah bermanfaat

    Reply
  36. hanny says:
    7 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustadz izin copy yaaaa, syukronn :)

    Reply
  37. Randi Akbar says:
    7 tahun yang lalu

    Jazakallahu khairan, izin copy artikel ini..

    Reply
  38. nisa says:
    6 tahun yang lalu

    Assalamua’laikum mau bertanya

    Berarti seorang peramal itu juga dosa ya ustad

    Reply
    • Yulian Purnama, S.Kom. says:
      6 tahun yang lalu

      Wa’alaikumussalam, dosa bahkan berbuat syirik

      Reply
  39. Riki says:
    6 tahun yang lalu

    Misal aku cari sifat orang berdasarkan zodiak, dan buka beberapa website/halaman itu sholatnya tidak diterima 40 hari/ dikalikan dengan jumlah situs yg dibaca? Misal baca 3 situs jadi 40*3 =”120 hari? :(

    Reply
    • Widi lestari says:
      5 tahun yang lalu

      Ustad mau nanya, jika kita membaca ramalan lalu bertaubat nasuha, apakah sholat kita tetap tidak diterima 40 hari?

      Reply
  40. Adhika P. Kirana says:
    6 tahun yang lalu

    assalamualaikum ustadz afwan saya ingin bertanya, saya penyuka sejarah. dan salah satu yg sejarahnya saya ikuti buku2nya adalah sejarah pangeran diponegoro. Lalu ada bagian dimana ketika diponegoro kecil lahir, buyutnya yaitu Sri Sultan HB 1 berfirasat bahwa diponegoro kelak akan menghancurkan belanda lebih dari ketika ia dahulu berperang melawan belanda. Apakah ini termasuk ramalan?

    Reply
  41. Hamba Allah says:
    6 tahun yang lalu

    Bagaimana karena ketidak tauan???

    Reply
  42. Ilham Bielhaq says:
    4 tahun yang lalu

    assalamu’alaikum izin mengcopy ustadz

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 1   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah