Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Fatwa Ulama: Fawaid Seputar Surat Al Ikhlash

Muhammad Fadhli, ST. oleh Muhammad Fadhli, ST.
25 Maret 2022
di Fatwa Ulama
Faidah al ikhlas
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Fatwa Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah
    • Pertanyaan:
    • Jawaban:

Fatwa Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah

Pertanyaan:

Mengapa surah “qul huwallāhu ahad” dinamakan dengan surah Al-Ikhlas? Apa sisi pendalilannya? Mengapa surah ini dikatakan mencakup tiga jenis tauhid? Saya mohon penjelasan akan hal tersebut.

Jawaban:

Surah Al-Ikhlas adalah firman Allah Ta’ala,

﴿قلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۞ اللَّهُ الصَّمَد ۞ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ُ۞ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً أَحَدٌ﴾

“Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ash-Shamad (Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu). Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara bagi-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4).

Dinamakan surah Al-Ikhlas karena dua hal, yaitu:

Pertama, Allah Ta’ala menjadikan surah tersebut murni untuk diri-Nya. Tidak ada di dalamnya perkataan kecuali tentang Allah Subhanahu wa ta’ala dan sifat-sifat-Nya.

Kedua, untuk seseorang yang membaca surah ini akan memurnikan akidahnya dari kesyirikan, jika dia membacanya dengan meyakini apa yang ditunjukkan surah tersebut.

Adapun sisi pendalilan nama tersebut mencakup tiga bentuk tauhid, yaitu:

Pertama, tauhid rububiyah;

Kedua, tauhid uluhiyah; dan

Ketiga, tauhid al-asmaa’ was shifaat.

Dalil yang berhubungan dengan tauhid uluhiyah adalah ayat,

(قل هو الله)

“Katakanlah Dialah Allah” (QS. Al-Ikhlas: 1).

Allah Ta’ala satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Tidak ada yang berhak disembah selain Allah Ta’ala. Inilah pendalilan tauhid uluhiyyah.

Sedangkan dalil yang berhubungan dengan tauhid rububiyyah dan tauhid al-asmaa’ was shifat ada dalam firman-Nya,

(الله الصمد)

“Allah-lah Ash-Shamad (Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu)” (QS. Al-Ikhlas: 2).

Firman Allah Ta’ala ini menunjukkan bahwa Allah Ta’ala yang Mahasempurna dalam sifat-sifat-Nya dan semua ciptaan-Nya bergantung kepada Allah Ta’ala. Kesempurnaan sifat-sifat Allah Ta’ala berkaitan dengan tauhid al-asma’ was shifat. Kebutuhan dan kebergantungan semua makhluk kepada-Nya merupakan dalil bahwa Dia adalah satu-satunya Tuhan yang menjadi tujuan manusia. Tujuannya untuk menghindarkan seorang hamba dari segala kesusahan dan hal-hal yang dibenci, serta tercapainya keinginan-keinginan dan segala kebutuhan.

Pada firman-Nya,

(أحد)

“… Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1).

memiliki kandungan tiga perkara tauhid. Allah Subhanahu wa ta’ala satu-satunya yang memiliki sifat-sifat seperti disebutkan di atas, yaitu secara uluhiyah (pengesaaan Allah dalam beribadah) dan kebergantungan para makhluk kepada-Nya. Allah Ta’ala melanjutkan surah tersebut dengan firman-Nya,

(لم يلد ولم يولد)

“Tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3).

Pada ayat ini terdapat bantahan terhadap kaum Nasrani yang mengatakan, “Sesungguhnya Isa Al-Masih adalah anak Allah.” Ayat ini juga membantah kaum Yahudi yang mengatakan, “‘Uzair adalah anak Allah.” Dan juga membantah kaum musyrikin yang mengatakan, “Sesungguhnya para malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.” Pada ayat selanjutnya, Allah Ta’ala berfirman,

(لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً أحد)

“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara bagi-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 3-4)

Allah Ta’ala berfirman,

(ولم يكن له كفواً أحد)

“Dan tidak ada seorang pun yang setara bagi-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 4).

Ayat ini bertujuan untuk menunjukkan kesempurnaan sifat-sifat-Nya. Tidak ada satu pun yang setara dengan Allah Ta’ala dan tidak ada satu pun yang semisal dengan Allah Ta’ala.

Baca Juga:

  • Menggabungkan Pendapat Para Ahli Tafsir
  • Tafsir Surat Ad Dukhan Ayat 10-15: Munculnya Dukhan Di Akhir Zaman

***

Penerjemah: Muhammad Fadli

Artikel: Muslim.or.id

 

Referensi:

https://binothaimeen.net/content/7980

ShareTweetPin1
Muhammad Fadhli, ST.

Muhammad Fadhli, ST.

Artikel Terkait

Fatwa Ulama: Keutamaan Amal Perbuatan Berbeda-Beda, Tergantung Pada Orang dan Keadaannya

oleh Fauzan Hidayat
8 Juli 2026
0

Pertanyaan: Manakah yang lebih besar pahalanya: mengajarkan (menghafalkan -pent.) Al-Qur’an, menyebarkan ilmu syar’i, atau memberikan layanan (membuka pengobatan atau ruqyah)...

Fatwa Ulama: Hukum Menangis Dalam Salat Karena Musibah

oleh Fauzan Hidayat
4 Juli 2026
0

Fatwa Syekh Muhammad Ali Farkus   Pertanyaan: Kami sebelumnya mengira bahwa imam yang memimpin salat kami di masjid menangis saat...

Fatwa Ulama: Hukum Zikir Setelah Salat Ketika Safar

oleh Reza Mahendra
12 Juni 2026
1

Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah   Pertanyaan: Apakah zikir tasbih (subhanallah) setelah salat wajib ketika safar...

Artikel Selanjutnya
Marifatullah

Makrifatullah dan Urgensinya (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 6   +   3   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah