Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Makna Islam Secara Umum dan Khusus

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
14 November 2021
di Akidah
Makna Islam

Makna Islam

Share on FacebookShare on Twitter
Bismillah.
Islam memiliki makna secara umum dan khusus.
Makna Islam secara umum adalah,
الاستسلام لله باتباع رسله في كل حين
“Berserah diri kepada Allah dengan mengikuti ajaran para rasul-Nya di setiap zaman.” (Fatawa Islam no. 195365)
Artinya, Islam dalam makna umum ini adalah agama seluruh nabi dan rasul. Sehingga setiap manusia yang beriman kepada nabi atau rasul yang diutus adalah muslim. Yahudi yang taat kepada Nabi Musa ‘alaihis salaam di zaman itu adalah muslim. Nasrani yang taat kepada Nabi Isa ‘alaihis salaam di zaman itu juga muslim. Karena inti agama mereka sama dengan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ
“Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum Engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya’: 25)
Allah Ta’ala juga mengabarkan,
قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ كَلِمَةٖ سَوَآءِۭ بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمۡ أَلَّا نَعۡبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشۡرِكَ بِهِۦ شَيۡـٔٗا
وَلَا يَتَّخِذَ بَعۡضُنَا بَعۡضًا أَرۡبَابٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِۚ فَإِن تَوَلَّوۡاْ فَقُولُواْ ٱشۡهَدُواْ بِأَنَّا مُسۡلِمُونَ
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju pada satu kalimat yang sama antara kami dan kalian bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah bahwa kami adalah orang muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 64)
Baca Juga:Hai Anak Muda, Islam Mengistimewakan Kalian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
نحن معاشر الأنبياء أولاد علات ديننا واحد
“Kami para nabi adalah saudara (satu ayah). Agama kami satu.”
Kemudian, makna Islam secara khusus adalah,
عَلَم على رسالة النبي الخاتم محمد صلى الله عليه وسلم واتباع شريعته
“Nama agama yang dibawa oleh nabi penutup Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan nama untuk orang-orang yang mengikuti ajarannya.” (Fatawa Islam no. 195365)
Sehingga Islam dalam makna khusus adalah agama yang dianut oleh umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu setiap orang yang beriman setelah pengutusan Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam menjadi nabi dan rasul sampai hari kiamat.
Di zaman ini, tidak boleh seorang pun beribadah kepada Allah, kecuali melalui syariat yang diajarkan oleh rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Entah itu menggunakan agama samawi lainnya seperti Yahudi dan Nasrani, atau menggunakan ajaran lain, tidak boleh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menegaskan,
لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أهل النار
“Tidaklah seseorang dari umat ini baik dari Yahudi atau Nasrani mendengar ajaranku kemudian wafat dalam keadaan tidak beriman kepada ajaran yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim)
Bahkan, andai masih ada nabi atau rasul yang hidup di zaman umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka harus menjadi pengikut ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,
لو كان موسى حيا بين أظهركم ما حل له إلا أن يتبعني
“Andai Musa masih hidup di tengah kalian, maka tidak halal baginya, kecuali mengikuti ajaranku.” (HR. Ahmad dan Ad-Darimi, dinilai hasan oleh Syekh Al-Albani)
Jika nabi, bahkan Musa yang termasuk Ulul Azmi wajib mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, demikian hukum yang berlaku pada beliau jika masih hidup di akhir zaman, lantas bagaimana yang bukan nabi?! Lebih haram lagi dia beribadah kepada Allah dengan cara-cara yang menyelisihi ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Di dalam Al-Qur’an Allah menceritakan tentang perjanjian yang disampaikan kepada para nabi. Andai di tengah-tengah mereka tiba Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka  akan tunduk dan mengikuti ajaran Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan meninggalkan ajaran yang mereka bawa.
وَإِذۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ ٱلنَّبِيِّـۧنَ لَمَآ ءَاتَيۡتُكُم مِّن كِتَٰبٖ وَحِكۡمَةٖ ثُمَّ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مُّصَدِّقٞ لِّمَا مَعَكُمۡ لَتُؤۡمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥۚ قَالَ ءَأَقۡرَرۡتُمۡ وَأَخَذۡتُمۡ عَلَىٰ ذَٰلِكُمۡ إِصۡرِيۖ قَالُوٓاْ أَقۡرَرۡنَاۚ قَالَ فَٱشۡهَدُواْ وَأَنَا۠ مَعَكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ
“Ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.“
Allah berfirman, “Apakah kalian setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?“
“Kami setuju”, jawab mereka.
Allah menjawab, “Kalau begitu bersaksilah kalian (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kalian.” (QS. Ali ‘Imran: 81)
Demikian.
Wallahul muwaffiq.
Baca Juga:
  • Anti-Islam Berkedok Anti-Arab
  • Kedudukan Shalat dalam Islam
***
Penulis: Ahmad Anshori
Artikel : Muslim.or.id
ShareTweetPin4
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
2

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Jin Ilmu ghaib

Apakah Jin Mengetahui Ilmu Gaib?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 8   +   9   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah