fbpx

Menggantungkan Ayat Kursi

Di rumah kaum muslimin seringkali dipajang kaligrafi ayat kursi. Di antara tujuan mereka memasangnya ialah agar rumah tersebut tidak diganggu setan atau setan bisa menjauh dari rumah. Ada juga yang bertujuan untuk ‘ngalap berkah’ (tabarruk) dengan ayat Al Qur’an tersebut. Bagaimana ajaran Islam meninjau perbuatan ini?

Syaikhuna –guru kami- Syaikh Sholeh Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan hafizhohullah ditanya,

Apakah boleh seorang muslim menggantungkan ayat kursi, ayat lainnya atau berbagai macam do’a di lehernya atau di rumah, mobil dan ruang kerjanya dalam rangka ‘ngalap berkah’ dan meyakini bahwa dengan menggantungnya setan pun akan lari?

Jawaban beliau hafizhohullah,

Tidak boleh seorang muslim menggantungkan ayat kursi dan ayat Qur’an lainnya atau berbagai do’a yang syar’i di lehernya dengan tujuan untuk mengusir setan atau untuk menyembuhkan diri  dari penyakit. Inilah pendapat yang tepat dari pendapat para ulama yang ada. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menggantungkan tamimah (jimat) apa pun bentuknya. Dan ayat yang digantung semacam itu termasuk tamimah.

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam Kitab At Tauhid menjelaskan bahwa tamimah adalah segala sesuatu yang digantungkan pada anak-anak dengan tujuan untuk melindungi mereka dari ‘ain (pandangan hasad). Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

Sungguh jampi-jampi, jimat, dan pelet adalah syirik”. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disepakati oleh Adz Dzahabi.

Sedangkan menggantungkan ayat Qur’an di leher atau bagian badan lainnya tidak diperbolehkan menurut pendapat yang kuat dari pendapat para ulama. Alasannya karena keumuman larangan menggantungkan tamimah. Dan ayat semacam itu termasuk bagian dari tamimah. Alasan kedua, larangan ini dimaksudkan untuk menutup pintu dari hal yang lebih parah yaitu menggantungkan jimat yang bukan dari ayat Qur’an. Alasan ketiga, menggantungkan semacam ini juga dapat melecehkan dan tidak menghormati ayat suci Al Qur’an.

Adapun menggantungkan ayat Al Qur’an pada selain anggota badan seperti pada mobil, tembok, rumah, atau kantor dengan tujuan untuk ‘ngalap berkah’ dan ada juga yang bertujuan untuk mengusir setan, maka saya tidak mengetahui kalau ada ulama yang membolehkannya. Perbuatan semacam ini termasuk menggunakan tamimah yang terlarang. Dan alasan kedua, perbuatan semacam ini termasuk pelecehan pada Al Qur’an. Juga alasan ketiga, hal semacam ini tidak ada pendahulunya (tidak ada salafnya). Para ulama di masa silam tidaklah pernah menggantungkan ayat Qur’an di dinding untuk tujuan ‘ngalap berkah’ atau menghindarkan diri dari bahaya. Yang mereka lakukan malah menghafalkan Al Qur’an di hati-hati mereka (bukan sekedar dipajang, pen). Mereka menulis ayat Qur’an di mushaf-mushaf, mereka mengamalkan dan mengajarkan pelajaran hukum dari berbagai ayat. Yang mereka lakukan adalah mentadabburi ayat Al Qur’an sebagaimana perintah Allah. (As Sihr wa Asy Syu’udzah, Syaikh Dr. Sholeh Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, terbitan Darul Qosim, 67-69[1])

Inilah penjelasan menarik dari beliau hafizhohullah. Untuk melindungi dari berbagai bahaya dan dapat berkah Al Qur’an bukanlah hanya sekedar memajang atau menggantungkan Al Qur’an di leher, di dinding atau di kendaraan sebagaimana yang sering kita saksikan di tengah kaum muslimin dalam kebiasaan mereka menggantungkan ayat kursi. Ayat Al Qur’an bisa bermanfaat ketika dibaca, dihafal di hati, dan ditadabburi. Itulah keberkahan dan manfaat yang bisa diambil dari Al Qur’an Al Karim.

Wallahu waliyyut taufiq.

 

Disusun sehabis ‘Isya di Ummul Hamam, Riyadh KSA

26 Syawwal 1432 H, 24/09/2011

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.muslim.or.id



[1] Demikianlah pula jawaban beliau dalam sesi tanya jawab saat durus harian Syaikh Sholeh Al Fauzan. Alasan-alasan seperti inilah yang sering beliau terangkan. Semoga Allah selalu menjaga dan memberkahi umur beliau.

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
artikel corona
MPD Banner

About Author

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc.

Pengasuh Rumaysho.Com dan RemajaIslam.Com. Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta (2003-2005). S1 Teknik Kimia UGM (2002-2007). S2 Chemical Engineering (Spesialis Polymer Engineering), King Saud University, Riyadh, KSA (2010-2013). Murid Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al Fauzan, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsriy, Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir Al Barrak, Syaikh Sholih bin 'Abdullah bin Hamad Al 'Ushoimi dan ulama lainnya. Sekarang memiliki pesantren di desa yang membina masyarakat, Pesantren Darush Sholihin di Panggang, Gunungkidul.

View all posts by Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. »

17 Comments

  1. saya ingin bertanya bagaimana jika kita menggantungkan ayat2 atau doa2 dengan tujuan supaya mudah menghafalkannya?? kira2 boleh apa tidak??

  2. alhamdulillah…. tambah lagi nih ilmuku….mudah mudahan ALlah memberi kekuatan untuk mengamalkannya. amin
    jazakallohu khoiyron katsiyron

  3. assalamualaikum/./[pak ustadz izin copast y

  4. Yoyok Subadyomo

    Baik Ustadz, Lalu bagaimana dengan maraknya hiasan dinding yang merupakan karya seniman yang beraneka ragam termasuk berbentuk kaligrafi yang ditempel / digantung di rumah2 bahkan terkadang tempat ibadah?

  5. assalaamu ‘alaikum
    Setelah saya punya rumah berdinding tembok maka waktu itu langsung saya gantungkan ayat kursi, nama Allah, nama Muhammad , serta foto2 anak dan keluarga. Akan tetapi dlm hati dan pikiran saya tidak ada niat apapun kecuali dg masud sbg hiasan. Adapun foto2 keluarga hanya sbg kenangan. Namun setelah mendengar ceramah para ustadz salafi dan membaca buku2/artikel2-nya yg tidak membolehkan perb tsb saya TIDAK pikir2 panjang lagi langsung dg cara diam2 sy turunkan satu persatu waktu td ada org lain yg melihat krn keluarga belum tahu adanya larangan tsb. Terkadang istri memasang lagi foto keluarga kebanggaannya yg merupakan foto kenangan perkawinan perak katanya. Kemudian sy turunkan lagi tanpa pengetahuannya. Namun stl sya beritahu bhw hal itu tdk boleh krn malaikat rahmat takut masuk rumah kita maka baru sadar.
    Demikian semoga bermanfaat bagi kami dan pembaca. Mohon maaf jika salah krn saya bukan ahli ilmu. Syukron.

  6. terima kasih

  7. ana cuma sedang belajar…tapi apakah boleh klo ada tulisan basmalah di kendaraan,tapi dengan tujuan agar ketika kita mau berkendara selalu membaca.terimakasih…..mohon bimbingannya…

  8. ويقول الشيخ ابن عثيمين : رأيي أنه يجوز لأنه داخل في قوله تعالى (وننزل من القرآن ما هو شفاء) وقوله تعالى (كتاب أنزلناه إليك مبارك) وإن من بركته أن يعلق ليدفع به السوء
    Berkata syekh usaimin : menurutku itu boleh,krn itu masuk dlm firman Allah
    (وننزل من القرآن ما هو شفاء)
    Dan firman Allah
    (كتاب أنزلناه إليك مبارك)
    Bhwsanya dr sebagian berkah2 Alquran adalah djadikan jimat untk menolak kejahatan atau untk keselamatan

  9. Assalamualaikum,
    Bagaimana jika menggantungkan ayat alqur’an dgn tujuan hanya untuk memperhias rumah?
    syukron

  10. Assalamualaikum,
    Jika seseorang telah terlanjur membeli dan menggantungkan ditembok rumah, lebih baik pajangan itu diapakan?
    syukran

  11. muhammad abdul azis

    Assalamu’Alaikum., .. bagaimana dengan hiasan-hiasan ayat al-Qur’an yang terdapat dalam masjid-masjid itu.,? .. Syukron

Leave a Reply