Kiat-Kiat agar Doa Dikabulkan (Bag. 2)

Kiat-Kiat agar Doa Dikabulkan (Bag. 2)

Diperbarui pada: 20 Juni 2021

Baca pembahasan sebelumnya Kiat-Kiat agar Doa Dikabulkan (Bag. 1)

Kiat pertama: hadirnya hati untuk sungguh-sungguh dalam berdoa

Perkara pertama yang harus diperhatikan adalah seorang muslim hendaknya berdoa dengan menghadirkan hati. Yang dimaksud dengan “menghadirkan hati” adalah benar-benar menghadapkan hatinya kepada Allah Ta’ala. Doa tidak hanya sekadar aktivitas menggerakkan lisan saja, sementara hatinya lalai. Doa yang benar adalah diucapkan dengan lisan dan disertai dengan hadirnya hati ketika berdoa. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Di antara tanda tidak hadirnya hati ketika berdoa adalah banyaknya gerakan yang tidak perlu ketika berdoa. Engkau dapati ada orang yang lisannya berucap, namun tangannya sibuk memainkan tanah, atau memegang baju, atau melakukan aktivitas lainnya. Atau Engkau dapati pandangannya menoleh ke kanan dan ke kiri saat berdoa. Itu semua menunjukkan hatinya tidak ikut hadir ketika berdoa. Oleh karena itu, tatkala ‘Umar bin ‘Abdil Aziz Rahimahullah melihat seseorang yang berdoa sambil memainkan kerikil di tangannya, maka beliau berkata kepadanya,

أَلَا أَلْقَيْتَ الْحَصَاةَ، وَأَخْلَصْتَ إِلَى اللهِ الدُّعَاءَ؟

“Tidak bisakah Engkau membuang kerikil itu dan Engkau fokus untuk ikhlas berdoa kepada Allah?” (Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa’).

Sungguh kita dapatkan di zaman sekarang ini, kerikil dalam bentuk lain yang berada di genggaman tangan manusia sepanjang waktunya. Hal ini menyibukkan hati lebih parah daripada bongkahan batu besar yang ada di tangan dengan berbagai perkara sia-sia dan permainan yang ada di genggamannya. Maka jika dia berdoa dengan keadaan demikian, sejatinya dia tidak teranggap sedang berdoa dan meminta dengan adab yang benar. Seharusnya dikatakan kepada orang seperti ini,

ألا أغلقت الجوال وأخلصت لله السؤال

“Tidak bisakah Engkau mematikan ponsel dan fokus untuk berdoa kepada Allah?”

Sebagai kesimpulan, perkara pertama yang harus diperhatikan bagi orang yang menginginkan terkabulnya doa adalah hendaknya dia fokus menghadapkan hati kepada Allah Ta’ala ketika berdoa. Dan bersungguh-sungguh menundukkan jiwanya untuk menghadirkan hati dan juga pikirannya ketika menyampaikan keinginannya. Hendaknya dia juga tidak sibuk dengan perkara-perkara lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas doanya. Karena sesungguhnya hati akan terganggu dengan godaan jika diabaikan. Maka sudah seharusnya seorang benar-benar dan sungguh-sungguh berusaha menghadirkan hatinya ketika berdoa kepada Allah Ta’ala.

Inilah kiat penting yang pertama. Insyaallah bersambung dengan penjelasan kiat-kiat lainnya  agar doa dikabulkan.

[Bersambung]

Sumber: Ad Duaa alladzii Laa Yurod  karya  Syaikh Prof. Dr. ‘Aburrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al Badr Hafidzahullah yang diunduh dari: https://www.al-badr.net/ebook/192.

Baca Juga:

Penyusun : Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

🔍 Keutamaan Bulan Ramadhan, Ibadah Mahdoh Dan Ghoiru Mahdhoh, Dzikir Bulan Ramadhan, Doa Ba Da Sholat Fardhu, Doa Ifitah

About Author

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

View all posts by dr. Adika Mianoki, Sp.S. »

Leave a Reply

Mau Aliran Pahala Tanpa Putus?

donasi muslim.or.id

Donasi Sekarang