Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Kiat-Kiat agar Doa Dikabulkan (Bag. 2)

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
16 Juni 2021
di Akhlak dan Nasihat
Kiat Doa Terkabul

Kiat Doa Terkabul

Share on FacebookShare on Twitter

Baca pembahasan sebelumnya Kiat-Kiat agar Doa Dikabulkan (Bag. 1)

Kiat pertama: hadirnya hati untuk sungguh-sungguh dalam berdoa

Perkara pertama yang harus diperhatikan adalah seorang muslim hendaknya berdoa dengan menghadirkan hati. Yang dimaksud dengan “menghadirkan hati” adalah benar-benar menghadapkan hatinya kepada Allah Ta’ala. Doa tidak hanya sekadar aktivitas menggerakkan lisan saja, sementara hatinya lalai. Doa yang benar adalah diucapkan dengan lisan dan disertai dengan hadirnya hati ketika berdoa. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa sungguh Allah biasanya tidak mengabulkan doa yang keluar dari hati yang tidak konsentrasi dan lalai.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Di antara tanda tidak hadirnya hati ketika berdoa adalah banyaknya gerakan yang tidak perlu ketika berdoa. Engkau dapati ada orang yang lisannya berucap, namun tangannya sibuk memainkan tanah, atau memegang baju, atau melakukan aktivitas lainnya. Atau Engkau dapati pandangannya menoleh ke kanan dan ke kiri saat berdoa. Itu semua menunjukkan hatinya tidak ikut hadir ketika berdoa. Oleh karena itu, tatkala ‘Umar bin ‘Abdil Aziz Rahimahullah melihat seseorang yang berdoa sambil memainkan kerikil di tangannya, maka beliau berkata kepadanya,

أَلَا أَلْقَيْتَ الْحَصَاةَ، وَأَخْلَصْتَ إِلَى اللهِ الدُّعَاءَ؟

“Tidak bisakah Engkau membuang kerikil itu dan Engkau fokus untuk ikhlas berdoa kepada Allah?” (Dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa’).

Sungguh kita dapatkan di zaman sekarang ini, kerikil dalam bentuk lain yang berada di genggaman tangan manusia sepanjang waktunya. Hal ini menyibukkan hati lebih parah daripada bongkahan batu besar yang ada di tangan dengan berbagai perkara sia-sia dan permainan yang ada di genggamannya. Maka jika dia berdoa dengan keadaan demikian, sejatinya dia tidak teranggap sedang berdoa dan meminta dengan adab yang benar. Seharusnya dikatakan kepada orang seperti ini,

ألا أغلقت الجوال وأخلصت لله السؤال

“Tidak bisakah Engkau mematikan ponsel dan fokus untuk berdoa kepada Allah?”

Sebagai kesimpulan, perkara pertama yang harus diperhatikan bagi orang yang menginginkan terkabulnya doa adalah hendaknya dia fokus menghadapkan hati kepada Allah Ta’ala ketika berdoa. Dan bersungguh-sungguh menundukkan jiwanya untuk menghadirkan hati dan juga pikirannya ketika menyampaikan keinginannya. Hendaknya dia juga tidak sibuk dengan perkara-perkara lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas doanya. Karena sesungguhnya hati akan terganggu dengan godaan jika diabaikan. Maka sudah seharusnya seorang benar-benar dan sungguh-sungguh berusaha menghadirkan hatinya ketika berdoa kepada Allah Ta’ala.

Inilah kiat penting yang pertama. Insyaallah bersambung dengan penjelasan kiat-kiat lainnya  agar doa dikabulkan.

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 1  LANJUT KE BAGIAN 3

Baca Juga:

  • Jangan Lupakan Doa dan Tawakal Dalam Mendidik Anak
  • Apakah Doa Bisa Mengubah Takdir?

***

Penyusun : Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

Sumber: Ad Duaa alladzii Laa Yurod  karya  Syaikh Prof. Dr. ‘Aburrazzaq bin ‘Abdil Muhsin al Badr Hafidzahullah yang diunduh dari: https://www.al-badr.net/ebook/192.

ShareTweetPin1
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 8): Teladani Pemimpin Hebat Terdahulu

oleh Glenshah Fauzi
24 Oktober 2026
1

Pemimpin itu harus mudah diakses Seorang pemimpin seringkali hidup berjarak dari rakyatnya. Padahal, pemimpin hebat seperti Nabi ﷺ tidak memiliki...

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
1

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Artikel Selanjutnya
Buhul yang Paling Kuat

Buhul yang Paling Kuat

Komentar 2

  1. Zaitoni says:
    5 tahun yang lalu

    Mohon semua ebook yang bermanfaat

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah