Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Salat Jumat Online, Sah Kah?

Ahmad Anshori, Lc oleh Ahmad Anshori, Lc
17 April 2021
di Fikih Ibadah
Hukum Shalat Jumat Online

Hukum Shalat Jumat Online

Share on FacebookShare on Twitter

Pandemi Covid-19 menjadikan masyarakat berfikir mencari solusi, agar tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa tanpa harus melakukan kontak fisik. Jualan online, belajar via daring, seminar online, kajian online, dan segala yang berbau online menjadi semarak. Salah satu ide yang muncul akhir-akhir ini di tengah masyarakat tanah air adalah salat Jumat virtual atau online. Bagaimana sebenarnya hukumnya? Apakah sah? Apakah benar hal itu boleh menjadi solusi shalat Jumat di masa Pandemi ini?

Bismillah, mari kita kaji di sini.

Para ahli fikih menjelaskan bahwa ada sebuah syarat yang harus terpenuhi dalam pelaksanaan salat Jumat dan juga salat jama’ah, yaitu,

الاتصال المكاني بأن يكون كل منهما في مكان واحد.

“al-Ittishol al-makaani (bersambungnya tempat) maksudnya, antara imam dan makmum berada di tempat yang sama.” (Lajnah al-Fatwa Limajma’ Al-Buhuts al-Islamiyah bil Al-Azhar. Keterangan yang sama juga disebutkan dalam kitab Badaa’i as-Shanaa’i)

Syarat ini tidak akan bisa terpenuhi dalam praktek salat Jumat virtual. Imam dan makmum berada di tempat yang berbeda.

Ada kasus yang sama dengan yang kita bahas ini, yang juga sering ditanyakan kepada para ulama, yaitu hukum bermakmum salat jama’ah di rumah melalui radio, tv, atau pengeras suara. Mereka menjawab, hukumnya tidak sah. Karena syarat al-ittishol al-makaani, tidak terpenuhi.

Di antaranya, fatwa Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah,

نعم، لا يجوز للإنسان أن يتابع الإمام بواسطة التلفزيون ولا بواسطة الإذاعة؛ وذلك لأن من شرط المتابعة أن يكون الإنسان في المكان الذي فيه الإمام،

“Iya tidak boleh seorang bermakmum kepada imam melalui perantara tv atau radio. Karena di antara syarat mengikuti imam dalam salat (mutaaba’ah) adalah, seseorang berada di tempat yang sama dengan Imam salat.”

Fatwa yang sama disampaikan oleh Syekh ‘Abdul Aziz bin Baz rahimahullah,

أما الصلاة.. مع الإمام الذي يسمعه في الإذاعة أو في التلفاز فلا، أو يراه في التلفاز فلا.

“Adapun salat bersama imam yang dia dengar dari radio atau tv, atau imam yang dia lihat di tv, maka tidak sah.” Lihat fatwa tersebut di sini.

Demikian pula Fatwa dari lembaga fatwa Fatawa Syabakah Islamiyyah nomor 58921,

فلا يصح الاقتداء في الصلاة بإمام يشاهده عبر الانترنت 

“Tidak sah hukumnya bermakmum dengan imam yang dia saksikan melalui internet … “

Kesimpulan: salat Jumat virtual tidak sah hukumnya, karena tidak terpenuhinya syarat al-Ittishol al-Makaani, yaitu bersamanya Imam dan makmum di satu tempat.

Wallahu a’lam bis-shawwab.

Baca Juga:

  • Hari Jumat di 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah yang Istimewa
  • Beberapa Kesalahan di Hari Jum’at (Bag. 4) : Salat Sunah Qabliyah Jumat

Penulis: Ahmad Anshori, Lc

Artikel: Muslim.or.id

ShareTweetPin1
Ahmad Anshori, Lc

Ahmad Anshori, Lc

Alumni PP. Hamalatul Qur'an Yogyakarta. Alumni Mahasiswa Fakultas Syari'ah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
18 Juli 2026
0

Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan...

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Artikel Selanjutnya
Batal Puasa Karena Niat

Bisa Batal Puasa Karena Niat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 10   +   7   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah