Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Dua Jenis Tilawah Al-Qur’an

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
13 April 2021
di Al-Qur'an
Jenis Tilawah Alquran

Jenis Tilawah Alquran

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Tilawah Pertama: Tilawah Lafdziyyah
  • Tilawah Kedua: Tilawah Hukmiyyah

Allah memerintahkan kepada kita untuk tilawah (membaca) Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu tilawah (membaca) kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.“ (QS. Al Fathiir: 29-30)

Tilawah Al Qur’an ada dua jenis, yaitu tilawah lafdziyyah dan tilawah hukmiyyah.

[lwptoc]

Tilawah Pertama: Tilawah Lafdziyyah

Yang dimaksud tilawah lafdziyyah adalah tilawah secara lafaz, yaitu dengan membacanya. Terdapat banyak dalil yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Al Qur’an, baik secara keseluruhan atapun untuk beberapa ayat dan surat tertentu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه

“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)

Masih banyak dalil-dalil lainnya yang menjelaskan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an.  Khususnya di bulan Ramadan ini, marilah kita memperbanyak tilawah jenis pertama ini. Dahulu para salafus shalih sangat bersemangat untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an baik di dalam ataupun di luar shalat

Baca Juga: Panduan Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Tilawah Kedua: Tilawah Hukmiyyah

Yang dimaksud tilawah hukmiyyah yaitu membenarkan berita-berita yang ada di dalamnya dan menerapkan hukum-hukumnya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Ini adalah tujuan terpenting diturunkannya Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfiman,

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran “ (QS. Shaad: 29)

Para shalafus shalih menjalani berbagai tahapan dalam berinteraksi dengan Al Qur’an. Mereka mempelajari, membenarkan, dan merealisasikan hukumnya secara nyata. Semua itu lahir dari akidah yang kokoh dan keyakinan yang benar terhadap Al-Qur’an.

Abu ‘Abdirrahman as-Sulami rahimahullah berkata, “Kami diberitahu oleh orang-orang yang membacakan Al-Qur’an kepada kami seperti ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Abdullah bin Mas’ud, dan yang lainnya bahwa jika mereka mempelajari Al-Qur’an dari Nabi sebanyak sepuluh ayat, maka mereka tidak melewatinya sampai mereka mempelajari kandungannya berupa ilmu dan amal. Mereka berkata,

فتعلم القرآن  و العلم و العمل جميعًا

“Mempelajari Al-Qur’an, ilmu, dan amal bersamaan secara keseluruhan. “

Inilah bentuk tilawah yang padanya berkisar antara  kebahagiaan atau kesengsaran. Allah Ta’ala berfirman,

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعاً بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنتُ بَصِيراً قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنسَى وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِن بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى

“Allah berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Allah berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.” (QS. Thaaha: 123-127)

Di dalam ayat yang mulia di atas, Allah Ta’ala menjelaskan ganjaran bagi orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya yang diwahyukan kepada para rasul, dan wahyu yang terbesar adalah Al-Qur’an. Allah juga menjelaskan balasan yang akan diterima oleh orang-orang yang berpaling dari petunjuk-Nya. Adapun ganjaran bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya adalah mereka tidak akan tersesat dan sengsara. Ditiadakannya kesesatan dan kesengsaraan ini mengandung kesempurnaan petunjuk dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Sementara balasan bagi orang-orang yang berpaling dan sombong dari petunjuk-Nya adalah kesengsaraan dan kesesatan di dunia dan di akhirat. Dia akan mengalami kehidupan yang sempit. Di dunia dia akan merasakan kesedihan, kegundahan, dan jiwa yang hampa dari aqidah yang benar dan amal yang saleh.  Allah menyifati mereka melalui firman-Nya,

أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“ Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.“ (QS. Al A’raf: 179)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالقُرْاَنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Al-Qur’an itu bisa menjadi pembelamu atau musuh bagimu.” (HR. Muslim)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Al-Qur’an adalah pemberi syafa’at yang diizinkan oleh Allah untuk memberi syafa’at. Barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuknya, maka dia akan menuntunnya menuju surga. Sebaliknya, barangsiapa yang meletakkannya di belakang punggungnya dan tidak mau mengikutinya, maka dia akan menggiringnya menuju neraka.”

Kedua jenis tilawah di atas harus kita amalkan dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan kita. Ya Allah, berilah anugerah kepada kami untuk dapat melakukan tilawah kitab-Mu dengan sebenar-benarnya, dan jadikanlah kami mendapat kemenangan dan kebahagiaan dengannya.

Demikian, semoga bermanfaat. Walllahu waliyyu at-taufiq.

Baca Juga:

  • Makna Kata “Al Wail” di Dalam Alquran
  • Keutamaan Mempelajari Tafsir Alquran

Penulis : Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

Referensi:

Kitab Majaalisu Syahri Ramadhan karya Syaikh Muhammad bin Shalih ‘al-Utsaimin rahimahullah

ShareTweetPin1
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Tafsir Surah Abasa (Bag. 2): Al-Qur’an adalah Nasihat bagi Jiwa Manusia

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juli 2026
0

Pada penggalan ayat sebelumnya, Allah bercerita tentang Nabi yang bermuka masam ketika konsentrasi beliau dalam mendakwahi pembesar Quraisy “diganggu” oleh...

Tafsir Surah Abasa (Bag. 1): Teguran Lembut Kepada Rasulullah

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
19 Juli 2026
0

Surah Abasa adalah surah Makiyah, di dalamnya terdapat berbagai kabar berkenaan dengan akidah dan risalah Nabi. Pada surah ini juga,...

Tafsir Surah An-Nazi’at (Bag. 5): Keadaan Akhir Manusia di Hari Kiamat

oleh Dany Indra Permana, S.Si., M.H.
20 Juni 2026
0

Allah Subhanahu wa Ta'ala sebelumnya telah menjelaskan penciptaan langit dan bumi, serta berbagai keajaiban ciptaan dan pengaturan. Penyebutan berbagai hal...

Artikel Selanjutnya
Hukum Tadarusan Ramadhan

Hukum Tadarusan di Bulan Ramadhan

Komentar 2

  1. Seseorang yang semoga dirahmati Allah says:
    4 tahun yang lalu

    Bismillah
    Afwan, pada artikel ini terdapat kesalahan penulisan nomor ayat. Seharusnya Al-A’raf ayat 179 tetapi yang tertulis 79.

    Semoga Allah senantiasa memperbaiki dan memudahkan urusan-urusan kita

    Reply
    • Erwin Arnanda says:
      4 tahun yang lalu

      Jazakumullahu khairan

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   10   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah