Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Pengaruh Nama dan Sifat Allah bagi Insan Beriman (Bag. 2)

dr. Adika Mianoki, Sp.S. oleh dr. Adika Mianoki, Sp.S.
10 April 2021
di Akidah
Pengaruh Nama dan Sifat Allah

Pengaruh Nama dan Sifat Allah

Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Pengaruh mengimani sifat mahabbah
  • Pengaruh mengimanai sifat ‘ilmu dan ma’iyyah
  • Pengaruh mengimani sifat rahmat
  • Pengaruh mengimani sifat qudrah
  • Pengaruh mengimanai sifat quwwah
  • Pengaruh mengimani sifat As-Salam
  • Pengaruh mengimani sifat makar
  • Pengaruh mengimani sifat al-‘Uluw dan Istiwa’, An Nuzul, dan Al Qurb
  • Pengaruh mengimani sifat Kalam
  • Pengaruh mengimani sifat-sifat dzatiyyah khabariyyah

Baca pembahasan sebelumnya Pengaruh Nama dan Sifat Allah bagi Insan Beriman (Bag. 1)

[lwptoc]

Pengaruh mengimani sifat mahabbah

Seorang hamba apabila mengimani sifat Allah (الحب و المحبة) (cinta) dan juga sifat (رحيم و ودود) (kasih sayang), niscaya dia akan mencintai Rabbnya, dan akan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan yang akan menambah kecintaan Allah kepada dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya” (HR. Bukhari).

Dia pun juga akan berusaha untuk menjadi bagian orang-orang yang Allah berkata tentang mereka,

إني أحب فلانا فأحبه قال فيحبه جبريل ثم ينادي في السماء فيقول إن الله يحب فلانا فأحبوه فيحبه أهل السماء قال ثم يوضع له القبول في الأرض

‘Sesungguhnya Aku mencintai fulan. Oleh karena itu, cintailah si fulan.’ Maka, Jibril pun mencintainya. Lalu, malaikat Jibril menyeru di langit, beliau berkata, ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan. Oleh karena itu, hendaklah kalian mencintai fulan.’ Penduduk langit pun mencintai si fulan. Kemudian diletakkan untuk si fulan tersebut penerimaan di muka bumi” (HR. Muslim).

Di antara pengaruh mengimani sifat mahabbah yaitu barangsiapa yang ingin mendapat kecintaan Allah, hendaknya ia mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini sebagaaimana firman Allah,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imran: 31)

Kecintaan Allah Ta’ala kepada hamba berkaitan dengan kecintaan hamba kepada Allah. Jika tertanam kuat pohon iman di dalam hati, dan disirami dengan keikhlasan serta senantiasa mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akan menghasilkan buah kebaikan yang senantiasa berkembang.

Pengaruh mengimanai sifat ‘ilmu dan ma’iyyah

Jika seorang hamba mengimani bahwa Allah memiliki sifat ilmu dan Allah bersama dengan makhluk-Nya (ma’iyyah), maka akan membuahkan rasa takut kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dan sekaligus merasa dekat dengan-Nya.

Pengaruh mengimani sifat rahmat

Apabila seorang hamba mengetahui bahwa Allah memiliki sifat rahmat, maka setiap dia terjerumus perbuatan dosa, niscaya dia segera memohon kepada Allah agar merahmati dan mengampuni dosanya. Dia pun tidak mudah berputus asa dari rahmat Allah. Bagaimana mungkin seseorang akan berputus asa jika dia mengimani bahwa Allah memiliki sifat rahmat terhadap para hamba-Nya ?

Pengaruh mengimani sifat qudrah

Allah memiliki sifat-sifat (القهر و الغلبة و السلطان و القدرة و الهيمنة و الجبروت) yang maknanya adalah memiliki sifat kemampuan yang sempurna terhadap segala sesuatu. Jika hamba mengimani hal ini, maka dia mengetahui bahwa tidak ada satu pun yang mampu melemahkan Allah. Dia mampu menundukkan bumi sleuruhnya, Dia mampu memberi hukuman bagi hamba di dunia sebelum di akhirat, Dia maha mampu di atas seluruh makhluk-Nya. Dia akan mengalahkan semua yang melawan dan menantang.

Pengaruh mengimanai sifat quwwah

Seorang hamba apabila mengimani bahwa Allah memiliki sifat (القوةو العزة الغلبة), maka dia akan meyakini bahwa kekuatan dan kemuliaannnya berasal dari Allah. Perbuatan orang-orang kafir tidak akan menghinakan dan merendahkan Allah. Apabila kita bersama Allah, niscaya Allah akan membersamai kita dan tidak akan ada yang mampu mengalahkan ketentuan-Nya (untuk mengalahkan orang-orang kafir).

Baca Juga: Allah Ta’ala yang Lebih Mengetahui

Pengaruh mengimani sifat As-Salam

Apabila seorang hamba mengimanai sifat Allah ini, maka akan merasakan ketenangan hati. Allah adalah As-Salaam, Dia juga mencintai as-salaam (keselamatan). Maka sebarkanlah salam di antara orang beriman agar timbul kecintaan di antara sesama mukmin.

Pengaruh mengimani sifat makar

Di antara sifat Allah adalah  ( المكر و الكيد) yang maknanya adalah membalas tipu daya kepada yang berhak mendapatkannya. Apabila seorang hamba mengimani sifat ini sesuai dengan keagungan Allah, maka niscaya dia meyakini bahwa tidak akan ada makhluk yang mampu membuat makar dan tipu daya kepada Allah. Allah adalah sebaik-baik pemberi makar kepada siapa saja yang berhak mendapatkannya.

Pengaruh mengimani sifat al-‘Uluw dan Istiwa’, An Nuzul, dan Al Qurb

Apabila seorang hamba mengimani sifat ini, maka dia akan mengetahui bahwa Allah tersucikan dari bercampur dengan makhluk. Dia berada tinggi (العلوّ) di atas seluruh makhluk-Nya dan terpisah dari makhluk-Nya. Dia istiwa’  (الاستواء) di atas ‘Arsy, namun Dia juga dekat (القرب) dengan hamba-Nya secara pengilmuan. Jika seorang hamba membutuhkan Allah, maka Dia dekat dengan hamba. Dia megabulkan doa orang yang meminta. Dia turun (النُّزول) ke langit dunia di waktu seperiga malam terakhir sesuai dengan keagungan-Nya, kemudian berfirman,

مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini semua akan berdampak bagi hamba menjadi bersemangat untuk memperhatikan waktu tersebut. Dan sifat-sifat di atas tidaklah bertentangan satu dengan yang lainnya. Kita wajib mengimaninya sesuai dengan keaguangan Allah Ta’ala.

Pengaruh mengimani sifat Kalam

Al Qur’an adalah kalamullah. Mengimanai sifat kalam (berbicara) akan menjadikan hamba merasa apabila dia membaca Al Qur’an, maka berarti dia membaca kalamullah. Apabila dia membaca ayat Al Qur’an, misalnya:

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. “ (QS. Al-Infithar : 6)

Ketika membaca ayat ini maka dia merasa seolah Allah berbicara kepadanya sehingga akan muncul dalam hatinya pengagungan. Seorang hamba apabila mengimani sifat kalam ini dan dia juga mengetahui bahwa di dalam hadits shahih disebutkan bahwa Allah akan berbicara kelak pada hari kiamat tanpa ada penerjemah antara hamba dengan Rabb-Nya, maka dia pun akan berusaha menghindar dari perbuatan kemaksiatan selama di dunia. Dia pun akan mempersiapkan jawaban untuk menghadapai hisab ketika ditanya oleh Allah kelak.

Pengaruh mengimani sifat-sifat dzatiyyah khabariyyah

Allah memiliki sifat-sifat khabariyyah seperti wajah, tangan, jari, telapak kaki, betis, dan yang lainnya. Barangsiapa mengimani dan membenarkannya sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah tanpa melakukan tahrif, ta’thil, tamtsil, dan takyif, maka sungguh dia telah mendapatkan keberuntungan. Sebaliknya, barangsiapa yang lebih mengedepankan akalnya yang rusak daripada dalil shahih, kemudian menolak sifat-sifat tersebut, atau menyelewengkan maknanya, atau menganggapnya sebagai majaz, maka dia sungguh telah melakukan kesalahan fatal dan merugi.

Mengapa? Karena dengan demikan, berarti dia telah membedakan antara sebagian sifat Allah dengan sifat-sifat yang lain. Dia juga berarti telah mendustakan Allah mengenai sifat-sifat yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya yang disebutkan dalam Al Qur’an. Demikian pula, berarti dia telah mendustakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai sifat-sifat Allah yang telah beliau tetapkan untuk Allah melalui hadits-hadits yang shahih.

Seandainya tidak ada buah manis dari mengimani sifat-sifat ini, kecuali menjadikan orang yang mengimaninya termasuk ke dalam golongan orang beriman dan bertauhid, maka ini sudah cukup. Seandainya tidak ada pengaruh mengimani sifat-sifat tersebut kecuali hal ini menjadi menjadi pembeda antara orang yang jujur dalam keimanan dan tauhidnya dengan orang-orang yang berdusta dan menyelewengkan makna firman Allah dan sabda rasul-Nya, maka ini pun sudah cukup.

Namun ternyata masih ada pengaruh penting yang lain dalam mengimani sifat-sifat khabariyyah tersebut, di antaranya:

  • Jika Engkau mengimani bahwasanya Allah memiliki wajah yang sesuai dengan kemuliaan dan keagungan Allah, dan melihat wajah-Nya adalah di antara nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya di hari kiamat, niscaya hal ini akan menjadi motivasi besar bagi hamba untuk beramal dan meminta kepada Allah agar kelak bisa melihat wajah-Nya yang mulia.
  • Jika Engkau beriman bahwa Allah memiliki tangan dan seluruh kebaikan berada di tangan-Nya, maka Engkau pun akan termotivasi untuk hanya meminta kepada Allah, yang segala sesuatu berada di tangan-Nya.
  • Jika Engkau mengetahui dan mengimani bahwa hatimu berada di antara jari-jemari Allah, niscaya Engkau akan terus meminta kepada Allah agar menetapkan hati di atas agama Islam.

Masih terdapat banyak sifat-sifat Allah yang lain. Tidak ada satu pun sifat Allah,  kecuali bagi orang yang megimaninya dengan benar pasti akan mendapat buah yang manis dan pengaruh positif dari keimanannya tersebut. Merupakan nikmat yang sangat agung bagi ahlus sunnah wal jama’ah yang memiliki keimanan yang benar terhadap setiap sifat-sifat Allah sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah Ta’ala sehingga merasakan buah manisnya iman dan pengaruh yang bermanfaat bagi dirinya.

Semoga bermanfaat. Allahu waliyyu at taufiik. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad

Baca Juga:

  • Mengadu kepada Allah, bukan kepada Makhluk
  • Tetap Bersandar kepada Allah setelah Divaksinasi

Penulis: Adika Mianoki

Artikel: Muslim.or.id

Penulis :

Referensi :

Fiqh Al Asmaail Husna karya Syaikh Prof. Dr. Aburrozzaq bin Abdil Muhsin al Badr

Shifatullah ‘Azza wa Jalla al Waaridatu fil kitabi was Sunnah karya Syaikh ‘Alawi bin ‘Abdil Qaadir as Saqqof.

ShareTweetPin5
dr. Adika Mianoki, Sp.S.

dr. Adika Mianoki, Sp.S.

Alumni dan pengajar Ma'had Al Ilmi, S1 Kedokteran Umum UGM, penulis buku "Jawaban 3 Pertanyaan Kubur"

Artikel Terkait

Allah Mengganti yang Hilang

oleh Fauzan Hidayat
14 Juli 2026
0

Kehilangan adalah salah satu ujian paling berat dalam hidup manusia. Tidak ada yang benar-benar siap apabila diuji dengan musibah kehilangan...

Mengenal Nama Allah “Al-Hafiizh” dan “Al-Haafizh”

oleh Muhammad Insan Fathin
11 Juli 2026
0

Di antara hal yang menenangkan hati seorang hamba di tengah berbagai ujian kehidupan adalah mengetahui bahwa Allah Ta'ala tidak pernah...

Mengapa Allah Tidak Terlihat?

oleh Glenshah Fauzi
21 Juni 2026
1

Ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan oleh orang awam yang mulai penasaran dengan konsep ketuhanan, “Mengapa Tuhan tidak terlihat?” Sebagian...

Artikel Selanjutnya
Hukum Basmalah Saat Wudhu

Hukum Basmalah Saat Memulai Wudu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah