fbpx

Sifat dan Ciri Firqatun Najiyah

Sifat dan Ciri Firqatun Najiyah

Fatwa Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al-Fauzan

Pertanyaan:

Siapakah firqatun naajiyah (golongan yang selamat) di zaman ini? Bagaimanakah sifat dan ciri khasnya?

Jawaban:

Al-firqatun naajiyah al-manshurah (golongan yang selamat dan mendapatkan pertolongan) di zaman ini, hingga datangnya hari kiamat, adalah yang dikatakan (dijelaskan) oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya masalah ini.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

إفترقت اليهود على إحدى وسبعين فرقة. وافترقت النصارى على اثنين وسبعين فرقة. وستفترق هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة كلها في النار إلا واحدة

“Orang Yahudi berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan. Orang Nasrani berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Sedangkan umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya (terancam) masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan saja.”

Para sahabat bertanya,

من هي يارسول الله؟

“Siapakah mereka, wahai Rasulullah?”

Beliau menjawab,

ماكان على مثل ما أنا عليه اليوم وأصحابي

“Mereka adalah golongan yang mana aku dan para sahabatku berpegang teguh padanya.” (HR. Tirmidzi no. 2641, Hakim 1: 129, dan lain-lain. Lihat Ash-Shahihah no. 203, 204, dan 1492)

Allah Ta’ala mengatakan tentang mereka,

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 100)

Di antara sifat mereka adalah: berpegang teguh pada jalan (sunnah) yang ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Di antara sifat mereka adalah: mereka bersabar di atas kebenaran, tidak berpaling kepada ucapan (pendapat) orang-orang yang menyelisihi mereka, dan mereka tidak mempedulikan celaan orang-orang yang mencela mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

“Senantiasa ada sekelompok umatku yang dimenangkan atas kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang memusuhi mereka hingga hari kiamat, sedangkan mereka tetap seperti itu” (HR. Muslim no. 1920).

Di antara sifat mereka adalah: mereka mencintai as-salaf ash-shalih [1], memuji mereka, mendoakan mereka, dan berpegang teguh dengan atsar [2] mereka.

Di antara sifat mereka adalah: tidak merendahkan satu pun generasi salaf, baik dari kalangan sahabat atau generasi setelahnya. [3]

Sedangkan di antara sifat golongan yang menyimpang adalah: mereka membenci generasi salaf, membenci manhaj salaf, dan memperingatkan agar menjauhinya. [4] [5]

***

@Rumah Kasongan, 7 Muharram 1442/ 26 Agustus 2020

Penerjemah: M. Saifudin Hakim

Artikel: Muslim.Or.Id

 

Catatan kaki:

[1] Yaitu generasi pendahulu yang shalih, baik dari kalangan sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan ulama terpecaya sesudah generasi mereka.

[2] Yaitu jejak peninggalan mereka berupa contoh teladan, baik ucapan maupun perbuatan.

[3] Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata,

“Jika Engkau melihat seseorang yang mencintai Abu Hurairah, Anas bin Malik, Usaid bin Khudhair, maka ketahuilah bahwa mereka adalah orang yang berpegang dengan sunnah, insyaa Allah.”

Beliau rahimahullah juga berkata,

“Dan jika Engkau melihat seseorang yang mencintai Ahmad bin Hambal, Al-Hajjaj bin Al-Minhal, Ahmad bin Nashr, menyebut mereka dengan kebaikan, dan mengambil perkataan mereka, maka ketahuilah bahwa mereka adalah orang yang berpegang dengan sunnah.” (Lihat Syarhus Sunnah karya Al-Barbahari, hal. 120-121)

[4] Imam Al-Barbahari rahimahullah juga berkata,

“Jika Engkau melihat seseorang yang mencela satu orang saja dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah bahwa mereka itu adalah pengikut hawa nafsu.”  (Lihat Syarhus Sunnah karya Al-Barbahari, hal. 115)

Qutaibah bin Sa’id rahimahullah berkata,

“Jika Engkau melihat seseorang yang mencintai ahli hadits, maka mereka di atas sunnah. Dan yang menyelisihi mereka, ketahuilah bahwa mereka itu ahli bid’ah.” (Lihat Muqaddimah Syi’ar Ash-haabul Hadits, hal. 7)

[5] Diterjemahkan dari kitab Al-Ajwibah Al-Mufiidah ‘an As-ilati Al-Manaahij Al-Jadiidah, hal. 115-116 (penerbit Maktabah Al-Hadyu Al-Muhammadi Kairo, cetakan pertama tahun 1429)

Sahabat muslim, yuk berdakwah bersama kami. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini. Jazakallahu khaira

Print Friendly, PDF & Email
MPD Banner

About Author

dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D.

Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta (2003-2005). Pendidikan Dokter FK UGM (2003-2009). S2 (MSc) dan S3 (PhD) Erasmus University Medical Center Rotterdam dalam bidang Virologi dan Imunologi (2011-2013 dan 2014-2018).

View all posts by dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D. »

Leave a Reply