Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Menyegerakan Zakat Mal di Tengah Pandemi Corona (Bag. 1)

Sa'id Abu Ukkasyah oleh Sa'id Abu Ukkasyah
28 Juli 2020
di Fikih Ibadah
menyegerakan zakat mal
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Perselisihan para ulama tentang menyegerakan zakat sebelum tibanya haul
  • Apakah disunnahkan menyegerakan penunaian zakat mal sebelum haulnya tiba?
  • Syarat dibolehkannya menyegerakan penunaian zakat mal
    • Syarat Pertama:
    • Syarat Kedua:
  • Catatan:

Bismillah walhamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du :

[lwptoc]

Perselisihan para ulama tentang menyegerakan zakat sebelum tibanya haul

Pada asalnya, zakat ditunaikan pada waktu wajibnya dengan segera tanpa mengakhirkannya. [1]

Sedangkan menyegerakan penunaian zakat mal sebelum waktu wajibnya, maka ini ada khilaf di antara ulama rahimahumullah.[2] Menurut pendapat ulama yang terkuat, seorang muslim boleh menyegerakan menunaikan zakat mal (yang dipersyaratkan adanya haul [3]) dua tahun [4] sebelum masa haul [5] nya tiba.

Bolehnya menyegerakan penunaian zakat mal sebelum waktu wajibnya (sebelum haulnya) ini adalah pendapat Jumhur ulama rahimahumullah, di antaranya tiga imam madzhab, yaitu Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad dan juga pendapat sekelompok salafus shalih. [6] Terlebih lagi jika alasan menyegerakannya itu karena adanya maslahat bagi orang faqir. [7]

Dalil jumhur ulama rahimahumullah adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyegerakan zakat mal Al-‘Abbas dua tahun lebih dahulu, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang hasan,

أنه تعجل من العباس صدقة سنتين

“Bahwa beliau menyegerakan zakat Al-‘Abbas dua tahun (sebelum haulnya).” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dan selain mereka, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil) [8]

Dalam hadits lain yang dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi,

أن العباس بن عبد المطلب عم رسول الله صلى الله عليه وسلم، سأل الرسول عليه الصلاة والسلام في تعجيل صدقته قبل أن تحلَّ، فرخص له في ذلك

“Bahwa Al-‘Abbas bin Abdul Muthallib, paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang menyegerakan zakatnya sebelum tiba haulnya. Lalu beliau pun membolehkan dia melakukan hal itu.” [9]

Baca Juga: Panduan Zakat Minimal 2,5%

Apakah disunnahkan menyegerakan penunaian zakat mal sebelum haulnya tiba?

Menyegerakan penunaian zakat mal terbagi dua keadaan, yaitu:

  1. Apabila hal itu didasari tuntutan maslahat syar’i, seperti di saat faqir miskin membutuhkan harta dengan segera, atau saat ada musibah besar menimpa kaum muslimin (misal: wabah penyakit atau terjadi krisis perekonomian atau bencana alam besar atau kelaparan atau negaranya sedang berperang melawan penjajah) sehingga mereka membutuhkan harta yang banyak. Pada kondisi ini, hukum menyegerakan penunaian zakat mal sebelum masa haulnya tiba adalah disunnahkan.
  2. Apabila tujuan menyegerakan penunaian zakat mal sebelum tiba haulnya adalah sekedar segera terlepas dari kewajiban dan meringankan dirinya semata. Maka hukumnya adalah menyelisihi keutamaan (tidak afdhol), karena keluar dari hukum asal [10] tanpa ada alasan kemaslahatan faqir miskin. Dan karena dikhawatirkan bahwa justru pada saat waktu wajibnya tiba, kondisi faqir miskin lebih membutuhkan harta, serta dikarenakan ada kemungkinan harta muzakki berkurang nishobnya, hilang atau musnah sebelum tiba haulnya.

Pada kondisi ini, yang lebih utama adalah zakat ditunaikan pada waktu wajibnya. [11]

Baca Juga: Hukum Orang yang Tidak Menunaikan Zakat

Syarat dibolehkannya menyegerakan penunaian zakat mal

Ada 2 syarat yang harus dipenuhi jika seorang muzakki hendak menyegerakan penunaian zakat malnya sebelum waktu wajibnya, yaitu: [12]

Syarat Pertama:

Harta yang dizakati benar-benar telah menjadi miliknya dan telah mencapai nishab pada saat penunaian zakat yang disegerakan tersebut.

Ulama telah bersepakat (Ijma’) bahwa tidak boleh menyegerakan penunaian zakat mal sebelum harta muzakki tersebut mencapai nishab [13], sebagaimana ijma’ ini dinyatakan oleh Al-Baghawi, Ibnu Qudamah, An-Nawawi, dan Al-Qarafi. [14]

Jika tetap disegerakan padahal belum mencapai nishab, maka tidak sah dan terhitung sebagai sedekah biasa, bukan dihitung zakat mal. Syarat pertama ini disepakati oleh ulama.

Contoh:

Nishab zakat kambing adalah 40 ekor kambing. Ketika seseorang memiliki 30 ekor kambing dan menduga sebagian kambingnya akan beranak sehingga berharap nantinya jumlah kambingnya akan bertambah menjadi 40 ekor, lalu ia pun menunaikan zakatnya ketika jumlah kambingnya masih 30 ekor. Maka zakat tersebut tidak sah dan apa yang ia niatkan sebagai zakat tersebut terhitung sebagai sedekah biasa dan bukan zakat, [15] karena jumlah kambingnya belum mencapai nishob (40 ekor). Sehingga dalam kasus tersebut, sebab wajibnya zakat itu belumlah ada. Kedudukannya seperti orang yang menunaikan kaffarah (tebusan sumpah) namun saat belum bersumpah.

Syarat Kedua:

Waktu menyegerakan penunaian zakat mal maksimal 2 tahun sebelum waktu wajibnya (sebelum haul), [16] menurut pendapat yang terkuat.

Ulama rahimahumullah berselisih pendapat tentang batasan maksimal penyegeraan zakat mal, sebagian mereka membatasi maksimal 1 tahun saja, sebagian mereka menyatakan boleh lebih dari 2 tahun. [17]

Namun pendapat yang terkuat adalah pendapat jumhur ulama [18], yaitu boleh menyegerakan penunaian zakat mal maksimal 2 tahun sebelum waktu wajibnya (sebelum haul), berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi dan selain mereka, dan dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil.

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أنه تعجل من العباس صدقة سنتين

“Bahwa beliau menyegerakan zakat Al-‘Abbas dua tahun (sebelum haulnya).” [19]

Oleh karena itu, pendapat yang terkuat adalah mencukupkan dengan waktu terbanyak yang disebutkan dalam dalil.

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

تعجيل الزكاة قبل حلولها لأكثر من سنة: الصحيح: أنه جائز لمدة سنتين فقط، ولا يجوز أكثر من ذلك

“Pendapat yang benar tentang menyegerakan zakat mal lebih dari satu tahun sebelum tiba haulnya adalah boleh, namun maksimal hanya dua tahun (sebelum haul), tidak boleh lebih dari itu.” [20]

Catatan:

Sebagian ulama menyatakan dua syarat lainnya bagi bolehnya menyegerakan penunaian zakat mal, sebagaimana disebutkan oleh ulama Syafi’iyyah dalam kitab Fiqih mereka rahimahumullah, seperti kitab Mughnil Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj.

Mereka menjelaskan bahwa masing-masing syarat tersebut membawa kosekuensi hukum masing-masing, baik terkait dengan kesahan, kewajiban mengulang penunaian zakat mal, ataupun terkait dengan hak mengambil kembali harta yang telah dikeluarkan dengan niat zakat mal tersebut.

[Bersambung]

Baca Juga:

  • Hukuman bagi Orang yang Tidak Menunaikan Zakat
  • Anjuran Membayar Zakat di Bulan Sya’ban

***

Penulis: Sa’id Abu Ukkasyah

 Artikel: Muslim.or.id

Catatan kaki:

[1] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/319669/

[2] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/121737/حكم-تعجيل-الزكاة-لأكثر-من-

[3] Seperti : zakat barang dagangan, zakat uang, dan zakat binatang ternak (onta, sapi, dan kambing) yang digembalakan di padang rumput umum dengan syarat tertentu yang telah disebutkan dalam kitab-kitab Fiqih.

[4] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/319669/ & https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/121737/حكم-تعجيل-الزكاة-لأكثر-من-حول

[5] Haul adalah bertahannya harta (obyek zakat mal) selama satu tahun qomariyyah setelah harta tersebut mencapai nishab. Nishab adalah jumlah minimal harta (obyek zakat mal) dalam Syari’at Islam yang jika sebuah harta telah sampai kepada tersebut, maka harta itu menjadi wajib dizakati.

[6] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/6806/ & https://dorar.net/feqhia/2432

[7] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/9874/تقديم-الزكاة-قبل-موعدها-حكمها-والأموال-التي-تجوز-فيها

[8] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/6806/ & Syarah Zadul Mustaqni’, bab Ikhrajuz Zakah, 14/97, Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah

[9] http://iswy.co/e12g17

[10] Pada asalnya zakat ditunaikan pada waktu wajibnya.

[11] Syarah Zadul Mustaqni’, bab Ikhrajuz Zakah, 14/97, Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah

[12] Syarah Zaadul Mustaqni’, Syaikh Al-Hamdi : 9/161-163, & https://www.aliftaa.jo/Question2.aspx?QuestionId=2974#.XurrGecxUl4

[13] Nishab adalah jumlah minimal harta (obyek zakat mal) dalam Syari’at Islam yang jika sebuah harta telah sampai kepada jumlah tersebut, maka harta itu menjadi wajib dizakati.

[14] https://dorar.net/feqhia/2432

[15] Syarah Zadul Mustaqni’, bab Ikhrajuz Zakah, Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah

[16] Haul adalah bertahannya harta (obyek zakat mal) selama satu tahun qomariyyah setelah harta tersebut mencapai nishab.

[17]  Syarah Zaadul Mustaqni’, Syaikh Al-Hamdi : 9/162

[18]  Syarah Zaadul Mustaqni’, Syaikh Al-Khalil : 2/431

[19] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/6806/ & Syarah Zadul Mustaqni’, bab Ikhrajuz Zakah, Syaikh Asy-Syinqithi rahimahullah

[20] https://www.Islamweb.net/ar/fatwa/121737/حكم-تعجيل-الزكاة-لأكثر-من-حول

ShareTweetPin
Sa'id Abu Ukkasyah

Sa'id Abu Ukkasyah

Pengajar Ma'had Jamilurrahman As Salafy Yogyakarta (hingga 1436H), Pengajar Ma'had Al Ilmi Yogyakarta, Pengajar Islamic Center Baitul Muhsinin (ICBM) Medari Yogyakarta

Artikel Terkait

Fikih Akikah (Bag. 4): Masalah-Masalah yang Berkaitan dengan Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
18 Juli 2026
0

Hukum akikah untuk janin yang mengalami keguguran Jika keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 4 bulan, maka akikah tidak perlu dilakukan...

Fikih Akikah (Bag. 3): Karakteristik, Syarat-Syarat Hewan Akikah, dan Pembagian

oleh Luqman Hasan Nahari
17 Juli 2026
0

Karakteristik hewan akikah Sunahnya adalah menyembelih 2 ekor domba untuk bayi laki-laki dan 1 ekor domba untuk bayi perempuan. Hal...

Fikih Akikah (Bag. 2): Waktu, Tempat, dan Pihak yang Menanggung Akikah

oleh Luqman Hasan Nahari
29 Juni 2026
0

Waktu pelaksanaan akikah Waktu akikah disunahkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi tersebut lahir. Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Sunahnya...

Artikel Selanjutnya

3 Solusi Syar’i Praktik Dropshipping

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   1   =  

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah