Muslim.or.id
Donasi muslim.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslim.or.id
No Result
View All Result

Perintah Menjauhi Majelis yang Berisi Kebatilan dan Kemungkaran

Azka Hariz Sartono, S.T. oleh Azka Hariz Sartono, S.T.
25 Januari 2020
di Akhlak dan Nasihat
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Di antara sifat ‘ibadurrahman
  • Makna Ayat

[lwptoc]

Di antara sifat ‘ibadurrahman

Allah Ta’ala berfirman

وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ كِرَاما

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS. Al-Furqon: 72)

Di antara akhlak mulia dan sifat yang indah ‘ibadurrahman adalah mereka menjauhkan diri dari majelis-majelis (forum) yang di dalamnya penuh dengan kemungkaran, kebatilan, dan hal-hal yang sia-sia, yaitu semua hal yang diharamkan oleh syariat. Maksud firman Allah Ta’ala,

وَٱلَّذِينَ لَا يَشۡهَدُونَ ٱلزُّورَ

Artinya tidak menghadiri majelis yang berisi kedustaan dan kebatilan, dan tidak pula menghadiri majelis yang berisi tipu daya, dan tidak berperan serta bersama (menolong atau memberikan bantuan) para pelaku yang melakukan hal-hal tersebut.

Makna Ayat

Berbagai majelis dan forum pertemuan yang diadakan untuk melakukan maksiat dan dosa, misalnya: majelis (forum atau pertemuan) yang berisi ghibah, mengejek, mengolok-ngolok, merendahkan; majelis yang berisi nyanyian; majelis yang berisi menonton kemungkaran dan perbuatan keji yang ditujukan di layar televisi, begitu juga di layar genggam (hape); dan lainnya.

Termasuk dalam makna ayat dia atas adalah forum pertemuan yang diadakan untuk melariskan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, pendapat-pendapat yang rusak, dan amal-amal bid’ah. Itulah majelis yang diisi oleh para penyeru kejelekan dan kesesatan.

Tercakup juga dalam cakupan makna ayat tersebut adalah peringatan hari raya orang-orang musyrik dan seluruh kegiatan yang berperan untuk meramaikan hari raya mereka. Maka, haram atas seorang muslim menghadiri perayaan hari besar orang-orang musyrik. Atau, seorang muslim mengucapkan selamat kepada orang musyrik atau kafir berkenaan dengan hari raya mereka. Begitu juga, haram bagi seorang muslim menampakan kegembiraan karena datangnya hari raya orang musyrik. Inilah beberapa penjelasan para ulama mengenai makna ayat tersebut.

Stelah membawakan sejumlah perkataan salaf tentang makna ayat di atas, Al-Hafidz Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah kemudian membuat kesimpulan sebagai berikut,

فأولىٰ الأقوال بالصواب في تأويله أن يقال: و الذين لا يشهدون شيئًا مِنَ الباطل؛ لا شِركًا, و لا غِناءً, ولا كَذِبًا, ولا غيرَهُ, و كُلّ ما لَزِ مَهُ اسمُ الزُّور؛ لأنَّ الله عَمَّ في وَصفِهِ إِيَّاهم أنحم: لايشهدون الزُّور

“Pendapat yang paling tepat untuk menjadi pendapat yang benar berkaitan dengan tafsir untuk ayat ini adalah kita katakan, mereka (‘ibaadurrahman) tidaklah menghadiri dan menonton satu pun kebatilan; baik itu kemusyrikan, nyanyian, tidak pula kebohongan, atau yang selain itu, selama dinilai sebagi sebuah kebatilan. Hal ini karena Allah Ta’ala mensifati mereka dengan kalimat, “mereka sama sekali tidak menghadiri kebatilan.”” (Kitab Jaami’ Al-Bayan: 17: 523)

Maka seorang ‘iibadurrahman tidaklah menghadiri kegiatan-kegiatan ini dengan semua bentuknya. Lebih-lebih lagi menjadi pelaku kebatilan.

Sebagaimana dalam ayat tersebut Allah Ta’ala melanjutkan

وَإِذَا مَرُّواْ بِٱللَّغۡوِ مَرُّواْ  كِرَاما

Maka mereka (‘ibadurrahman) tidak akan mendatangi majelis yang berisi perbuatan dan perkataan yang sia-sia secara sengaja. Akan tetapi, seandainya salah satu ‘ibadurrahman melewati majelis yang di sana ada suatu kemungkaran atau kebatilan, maka mereka adalah orang yang melewatinya dengan memuliakan dirinya dengan cara tidak hadir dan berpaling darinya. Dia bersihkan dirinya dengan tidak duduk di majelis tersebut.

 

Penulis: Azka Hariz

Artikel: Muslim.Or.Id

 

Referensi:

Kitab Shifaatu ‘Ibaadurrahmaan, karya Syaikh Abdur Razaaq bin Abdil Muhsin Al Badr

ShareTweetPin
Azka Hariz Sartono, S.T.

Azka Hariz Sartono, S.T.

Alumni Ma'had Al-'Ilmi Yogyakarta (2016-2017) dan lulusan S1 Teknik Elektro UGM .

Artikel Terkait

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 8): Teladani Pemimpin Hebat Terdahulu

oleh Glenshah Fauzi
24 Oktober 2026
1

Pemimpin itu harus mudah diakses Seorang pemimpin seringkali hidup berjarak dari rakyatnya. Padahal, pemimpin hebat seperti Nabi ﷺ tidak memiliki...

Ketika Ulama Berkata, “Aku Tidak Tahu” (Bag. 1)

oleh Dimas Setiaji
21 Oktober 2026
0

Suatu hari di Mina, orang-orang datang membawa pertanyaan kepada salah seorang ulama, namun jawaban yang keluar dari lisan beliau adalah,...

Bekal Menjadi Pemimpin Terbaik (Bag. 7): Fokus Bekerja dengan Baik

oleh Glenshah Fauzi
16 Oktober 2026
1

Resep kepemimpinan hebat adalah fokus bekerja dengan baik Jangan sampai ada sesuatu yang menyibukkanmu di luar urusan kepemimpinan. Karena seorang...

Artikel Selanjutnya

Taat dan Maksiat Akan Mengajak Saudaranya

Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id Donasi Muslim.or.id
Muslim.or.id

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 No. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslimah.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Fatwa Ulama
    • Tazkiyatun Nufus
    • Khotbah Jum’at
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslim.or.id - Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah